Kaifa Yatakayyafu bil Islam?

Setelah mengulas materi-materi ushulud da’wah sebelumnya, dari materi Ghazwul Fikri sampai materi Fiqhud Da’wah, kita memahami kewajiban seorang muslim—terlebih lagi para da’i—untuk selalu beradaptasi dengan ajaran Islam; selalu berputar dan menyesuaikan diri dengan roda Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan hal ini dengan sangat indah sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,

أَلَا إِنَّ  رَحَى الْإِسْلَامِ دَائِرَةٌ ، فَدُورُوا مَعَ الْكِتَابِ حَيْثُ دَارَ ، أَلَا إِنَّ الْكِتَابَ وَالسُّلْطَانَ سَيَفْتَرِقَانِ ، فَلَا تُفَارِقُوا الْكِتَابَ ، أَلَا إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ  يَقْضُونَ لِأَنْفُسِهِمْ مَا لَا يَقْضُونَ لَكُمْ ، إِنْ عَصَيْتُمُوهُمْ قَتَلُوكُمْ ، وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ أَضَلُّوكُمْ ” قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ نَصْنَعُ ؟ قَالَ : ” كَمَا صَنَعَ أَصْحَابُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ، نُشِرُوا بِالْمَنَاشِيرَ ، وَحُمِلُوا عَلَى الْخَشَبِ ، مَوْتٌ فِي طَاعَةِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ حَيَاةٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ “

Continue reading “Kaifa Yatakayyafu bil Islam?”

Rabbaniyyatud Da’wah

Dakwah yang Rabbaniyyah (Berorientasi Ketuhanan)

Salah satu karakter yang harus dijaga oleh gerakan dakwah Islam—dimana pun mereka berada—adalah karakter rabbaniyyatud da’wah (dakwah yang berorientasi Ketuhanan). Hal ini harus terus dijaga, dipelihara, dan ditumbuhkan dengan serius.

Ada tiga komponen yang harus dijaga oleh gerakan dakwah agar rabbaniyyatud da’wah ini dapat terwujud, yaitu dengan menjaga rabbaniyyatur risalah (misi yang tetap berorientasi Ketuhanan), rabbaniyyatur rijal (personal yang tetap berorientasi Ketuhanan), dan rabbaniyyatul jama’ah (jama’ah yang berorientasi Ketuhanan).

Continue reading “Rabbaniyyatud Da’wah”

Anashirud Da’wah

Unsur-unsur Dakwah

Unsur-unsur pokok dakwah Islam sekurang-kurangnya ada delapan, yaitu: Pertama, ada legalitas aktivitasnya (syari’atud da’wah). Kedua, ada misi dakwah yang disampaikan (risalatut da’wah). Ketiga, ada kegiatan/gerak yang berkelanjutan (al-harakatul mustamirah). Keempat, ada tujuan yang benar (al-ghayatus shahihah). Kelima, ada pedoman atau landasan argumentasi. Keenam, ada pemimpin tulus yang mengarahkan aktivitas dakwah (al-qiyadatul mukhlishah). Ketujuh, ada pasukan atau kader-kader dakwah yang taat/disiplin (al-jundiyyatul mu’thi’ah). Kedelapan, ada prinsip atau nilai utama dari dakwah yang diemban yakni kemurnian atau totalitas (at-tajarrud) dalam mengesakan Allah Ta’ala (at-tauhid).

Continue reading “Anashirud Da’wah”

Mabadi Istimrariyatit Tarbiyah

Prinsip Kesinambungan Tarbiyah

Diantara tujuan Tarbiyah Islamiyah yang pokok adalah membentuk individu muslim yang memiliki kepribadian sebagai berikut:

Pertama, al-imanul kamil (keimanan yang sempurna). Yakni iman kepada Allah Ta’ala, iman kepada Ar-Rasul, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan iman kepada Al-Islam.

فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلنُّورِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلْنَا ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. At-Taghabun, 64: 8)

Continue reading “Mabadi Istimrariyatit Tarbiyah”

Wasailut Tarbiyah

Sarana-sarana Kegiatan Tarbiyah

Ada banyak sarana yang dapat dipakai oleh gerakan dakwah dalam melakukan aktivitas tarbiyah—khususnya tarbiyyah takwiniyyah atau tarbiyyah nukhbawiyyah (pengkaderan da’i). Setiap organisasi dan gerakan dakwah memiliki metode yang khas dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang ada padanya.

Salah satu gerakan dakwah yang dikenal memiliki keunggulan dalam konsep pengkaderan adalah organisasi Al-Ikhwan Al-Muslimun (IM). Konsep pengkaderan mereka banyak menginspirasi berbagai organisasi lainnya di dunia Islam termasuk beberapa organisasi Islam di Indonesia, seperti PUI, PKS, Wahdah Islamiyyah, Hasmi, dan lain-lain.

Continue reading “Wasailut Tarbiyah”