Thabi’atu Dinil Islam (8): Dinul Quwwati wal Mas’uliyyah

Kedelapan, bahwa Islam adalah dinul quwwati wal mas’uliyyah (agama kekuatan dan tanggung jawab).

Islam mendorong umatnya agar selalu melakukan i’dadul quwwah (persiapan kekuatan), sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an,

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”. (QS. Al-Anfal, 8: 60) Continue reading “Thabi’atu Dinil Islam (8): Dinul Quwwati wal Mas’uliyyah”

Thabi’atu Dinil Islam (7): Dinul ‘Amali wal Amal

Ketujuh, Islam adalah dinul ‘amali wal amal (agama kerja dan memberi harapan).

Islam mengajarkan kepada manusia untuk selalu beramal shalih dengan penuh kesungguhan. Allah Ta’ala berfirman,

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.’”  (QS. At-Taubah, 9: 105) Continue reading “Thabi’atu Dinil Islam (7): Dinul ‘Amali wal Amal”

Thabi’atu Dinil Islam (6): Dinul ‘Ilmi wal Fikri

Keenam, bahwa Islam adalah dinul ‘ilmi wal fikri (agama ilmu dan pemikiran). Artinya, Islam adalah agama yang mendorong agar ilmu yang dimiliki seseorang mampu melahirkan pemikiran dan gagasan demi terwujudnya kemaslahatan yang luas.

Ilmu yang dimiliki hendaknya mampu melahirkan pemahaman yang dinamis; tidak jumud (beku); dapat memunculkan ide, gagasan, serta kreativitas dalam mengarungi perubahan dan dinamika zaman; dapat melahirkan pemikiran yang bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi pengembangan agama dan masyarakat secara luas. Continue reading “Thabi’atu Dinil Islam (6): Dinul ‘Ilmi wal Fikri”

Thabi’atu Dinil Islam (5): Dinul ‘ilmi wal ‘Amal

Kelima, Islam adalah dinul ‘ilmi wal ‘amal (agama ilmu dan amal).

Allah Ta’ala dengan tegas menyebutkan di dalam Al-Qur’an bahwa Dia meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah, 58: 11)  Continue reading “Thabi’atu Dinil Islam (5): Dinul ‘ilmi wal ‘Amal”

Thabi’atu Dinil Islam (4): Dinun Nadzafati wa Thaharati

Keempat, Islam adalah dinun nadzafati wa thaharati (agama kebersihan dan kesucian). Ajaran Islam amat lekat dengan masalah kebersihan, baik berkaitan dengan kebersihan lahir maupun batin.

Berkaitan masalah kebersihan batin, Islam memerintahkan pemeluknya untuk menghilangkan dan membersihkan qalbunya dari segala bentuk noda dan kotoran yang dapat membuatnya berkarat, seperti: syirik, bid’ah, dan maksiat. Berkenaan kebersihan batin ini telah kita bahas dalam madah-madah sebelumnya. Continue reading “Thabi’atu Dinil Islam (4): Dinun Nadzafati wa Thaharati”