Thabi’atu Dinil Islam (12): Dinul Harakah wal Minhaji

Kedua belas, bahwa Islam adalah dinul harakah wal minhaji (agama pergerakan yang metodis/berpedoman). Ajaran Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu bergerak dinamis melakukan perjuangan demi tegaknya agama Allah Ta’ala di muka bumi. Semua itu harus dilakukan dengan langkah-langkah yang minhaji (metodis sesuai pedoman). Continue reading “Thabi’atu Dinil Islam (12): Dinul Harakah wal Minhaji”

Thabi’atu Dinil Islam (11): Dinus Suyuf wal Mushaf

Kesebelas, bahwa Islam adalah dinus suyuf wal mushaf (agama pedang dan mushaf). Maksudnya, Islam memperhatikan kekuatan militer dalam rangka menjaga dan melindungi tegaknya nilai-nilai kitabullah.

Di point kedelapan sudah disebutkan, Islam sangat memperhatikan kekuatan; diantaranya adalah kekuatan persenjataan. Continue reading “Thabi’atu Dinil Islam (11): Dinus Suyuf wal Mushaf”

Thabi’atu Dinil Islam (10): Dinud Daulah wal ‘Ibadah

Kesepuluh, Islam adalah dinud daulah wal ‘ibadah (agama kenegaraan dan peribadahan). Maksudnya, ajaran Islam memperhatikan urusan kenegaraan dan memperhatikan pula urusan ibadah. Keduanya adalah seuatu yang penting -sesuai dengan proporsinya- dan tidak terpisahkan sebagai bagian ajaran Islam. Hal ini tersirat dengan jelas dalam hadits berikut ini; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Continue reading “Thabi’atu Dinil Islam (10): Dinud Daulah wal ‘Ibadah”

Thabi’atu Dinil Islam (9): Dinul Izzati wa Rahmah

Kesembilan, bahwa Islam adalah dinul izzati wa rahmah (agama kemuliaan dan kasih sayang).

Islam adalah dinul izzati, karena ajarannya menanamkan kemuliaan, kekuatan, kehormatan, martabat, gengsi, dan kedudukan yang tinggi atas dasar iman. Keimanan inilah yang menumbuhkan izzah pada diri seorang mu’min.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran, 3: 139) Continue reading “Thabi’atu Dinil Islam (9): Dinul Izzati wa Rahmah”