Hadits-hadits Nabi Tentang Tawadhu

Hadits Pertama:

وَعَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ الْمُجَاشِعِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ َإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ رواه مسلم

Iyadh bin Himar radhiyallahu ’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam  bersabda, “Sesungguhnya, Allah menurunkan wahyu kepadaku, yaitu hendaklah kalian bersikap tawadhu (merendahkan diri), sehingga tidak ada seorang pun bersikap sombong kepada yang lain dan tidak seorang pun menganiaya yang lain.”  (HR. Muslim)

 Pelajaran dari Hadits:

  1. Keharusan bersikap rendah hati kepada Allah, Rasul-Nya, para ulama, dan sesama muslim.
  2. Namun, rendah hati kepada orang-orang yang berbuat zalim adalah suatu kehinaan.

Continue reading “Hadits-hadits Nabi Tentang Tawadhu”