Capaian-capaian Pada Zaman Utsman ibn Affan (Bag. 1)

Kodifikasi Al-Qur’an

Salah satu hal yang penting yang muncul akibat perluasan wilayah Islam adalah munculnya berbagai perbedaan dalam qira’ah Al-Qur’an. Hal ini disebabkan setiap daerah memiliki dialek bahasa tersendiri, dan setiap kelompok mengikuti qira’ah para sahabat terkemuka.

Hudzaifah ibn  al-Yaman menyaksikan fenomena perbedaan pendapat mengenai qira’ah Al-Qur’an ini setelah menaklukkan Armenia dan Azerbeijan bersama pasukan Syria dan Irak. Penduduk Syria mengikuti qira’ah Ubay ibn Ka’ab, sedangkan penduduk Irak mengikuti qira’ah Abdullah ibn Mas’ud. Mereka terkejut karena mendapati pihak lain membaca Al-Qur’an dengan qira’ah yang berbeda. Continue reading “Capaian-capaian Pada Zaman Utsman ibn Affan (Bag. 1)”

Mengenal Utsman bin Affan

Nasabnya

Utsman bin Affan bin Abi Al-Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf, radhiyallahu ‘anhu. Ia adalah Khalifah ketiga umat Islam, setelah Abu Bakar dan Umar bin Khaththab. Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kakek yang keempat, yaitu Abdu Manaf. Dari sisi ibu, nasab keduanya bertemu pada Urwa binti Kariz. Ibunda Urwa adalah Baydha binti Abdul Muththalib, bibi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kelahirannya

Utsman bin Affan lahir enam tahun setelah Tahun Gajah, tepatnya pada 47 tahun sebelum hijrah. Usianya enam tahun lebih muda daripada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia dilahirkan di Thaif, daerah subur di kawasan Hijaz. Continue reading “Mengenal Utsman bin Affan”