Tahqiqu Syahadatain

(Realisasi Syahadatain)

As-Syahadah (syahadat) adalah al-iqraru bitauhidillah (mengikrarkan keesaan Allah Ta’ala), yakni:

Pertama, menetapkan di dalam diri bahwa yang menjadi qasdul hayah (tujuan hidup) adalah Allah Ta’ala semata.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: ‘sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.’” (QS. Al-An’am, 6: 162)

Kedua, menetapkan di dalam kehidupannya bahwa yang menjadi minhajul hayah (pedoman hidup) adalah dinul Islam. Continue reading “Tahqiqu Syahadatain”

Marahilut Tafa’ul bi-Syahadatain (Tahapan Interaksi dengan Syahadatain)

Jika seseorang telah benar-benar memahami dan meyakini dua kalimat syahadat, maka  pastilah akan tumbuh dalam dirinya al-mahabbah (kecintaan) kepada Allah semata,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ

“…dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah, 2: 165) Continue reading “Marahilut Tafa’ul bi-Syahadatain (Tahapan Interaksi dengan Syahadatain)”

Syuruthu Qobuli asy-Syahadatain (Syarat-syarat Diterimanya Dua Kalimat Syahadat)

Setelah membaca pembahasan sebelumnya, kita dapat menarik kesimpulan bahwa syahadat bukanlah perkara yang sepele. Ucapan syahadat mengandung konsekuensi yang demikian besar di hadapan Allah Ta’ala.

Oleh karena itu kita perlu memperkokoh syahadat kita agar diterima oleh Allah Ta’ala. Continue reading “Syuruthu Qobuli asy-Syahadatain (Syarat-syarat Diterimanya Dua Kalimat Syahadat)”

Madlulus Syahadah (Pengertian Syahadat)

Ditinjau dari segi bahasa, kata ‘asy-syahadah’ sedikitnya mengandung tiga makna, yaitu:

Pertama, kata asy-syahadah dengan makna al-i’lan / al-iqrar (pernyataan),  diantaranya disebutkan dalam Al-Qur’an surat Ali Imran, 3 : 18,

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Continue reading “Madlulus Syahadah (Pengertian Syahadat)”

Ahammiyatus Syahadatain (Pentingnya Dua Kalimat Syahadat)

Dua kalimat syahadat –asyhadu an la ilaha illa-Llah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah -memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam karena:

Pertama, ia adalah madkhalun ilal Islam (pintu gerbang masuk ke dalam Islam).

Syahadatain adalah pilar Islam yang pertama. Oleh karena itu, syarat utama bagi seorang non muslim yang akan masuk Islam adalah mengucapkan syahadatain; mengakui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah Ta’ala, serta mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya yang diberi amanah untuk menyampaikan risalah kepada seluruh umat manusia. Continue reading “Ahammiyatus Syahadatain (Pentingnya Dua Kalimat Syahadat)”