Perang Khaibar (Bag. 6)

Jeli Menangkap Peluang

Perang Khaibar merupakan salah satu bentuk dari kepiawaian Nabi Muhammad saw menangkap peluang. Sejak awal, Nabi Muhammad saw begitu mengetahui watak orang-orang Yahudi. Bahkan, sejak pertama kali menginjakkan kakinya di Madinah, beliau telah mengetahui karakter mereka. Karenanya, di antara hal yang beliau lakukan kala itu adalah menggagas Piagam Madinah untuk mengikat Yahudi dalam ikatan perjanjian. Dengan Piagam Madinah, mau atau tidak, Yahudi disertakan dalam pembelaan Madinah dari serbuan luar terutama dari kafir Quraisy yang sudah dipastikan akan segera berupaya mengeluarkan kaum Muslimin dari Madinah.

Nabi saw mengetahui bangsa Yahudi adalah para pengkhianat. Karenanya, saat satu demi satu kabilah Yahudi ini melanggar perjanjian, mereka langsung dieksekusi tanpa ampun. Yang pertama kali berkhianat adalah Bani Qainuaqa. Setelah dikepung selama 15 hari, Bani Qainuqa diusir dari Madinah. Continue reading “Perang Khaibar (Bag. 6)”

Dakwah Jahriyah (Bag. 2)

Era dakwah terbuka mengandung konsekwensi. Seruan Islam mulai banyak diperbincangkan, musuh-musuh dakwah pun mulai melakukan tindakan-tindakan penentangan.

Ancaman Kekerasan dan Fitnah

Ancaman kekerasan mulai menimpa kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini tergambar dari riwayat yang disebutkan oleh  Imam Ahmad, Bukhari dan Tirmidzi,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ أَبُو جَهْلٍ لَئِنْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عِنْدَ الْكَعْبَةِ لَآتِيَنَّهُ حَتَّى أَطَأَ عَلَى عُنُقِهِ قَالَ فَقَالَ لَوْ فَعَلَ لَأَخَذَتْهُ الْمَلَائِكَةُ عِيَانًا

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata: Abu Jahl pernah berkata: “Seandainya aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di Ka’bah, tentu aku akan mendatanginya, hingga menginjak lehernya”. Ibnu ‘Abbas berkata: Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya ia berbuat, tentulah para malaikat akan menyiksanya secara terang-terangan” Continue reading “Dakwah Jahriyah (Bag. 2)”

Mendakwahkan Islam ke Luar Arab

(Misi di Balik Risalah untuk Para Raja)

Oleh: Hepi Andi Bastoni, MA

Di antara poin terpenting dari Perjanjian Hudaibiyah adalah gencatan senjata selama 10 tahun dan siapa pun berhak memilih bergabung dengan kaum Muslimin atau kafir Quraisy. Kesempatan ini dimanfaatkan benar-benar oleh Nabi saw. Maka, delapan pucuk surat pun dikirim. Tidak tanggung-tanggung. Sasarannya adalah para penguasa dunia kala itu. Mereka adalah Raja Habasyah, Raja Mesir Muqauqis, Kisra Persia, Heraklius Romawi, Pemimpin Bahrain, Pemimpin Yamamah, Pemimpin Damaskus dan Raja Omman. Continue reading “Mendakwahkan Islam ke Luar Arab”

Bi’tsah: Awal Kerasulan Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Mendekati usia 40 tahun, dalam masa kematangan, Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam mulai lebih banyak memikirkan hakekat kehidupan, beliau banyak memikirkan kondisi masyarakat di sekitarnya yang menjadi penyembah berhala dan bergelimang dalam hawa nafsu. Continue reading “Bi’tsah: Awal Kerasulan Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam”