Perang Tabuk (5): Hikmah Seusai Perang

Kepergian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya menuju Tabuk menyelipkan begitu banyak hikmah. Di antaranya ada yang bisa dicerna secara  langsung, ada juga yang memerlukan perenungan mendalam. Baik mata air yang tak pernah kering, hikmah itu terus mengalir bahkan hingga kini. Di antara hikmah itu sebagian dipaparkan oleh Prof. Dr Muhammad Ali Ash-Shalabi, antara lain:

Sebagai Ajang Latihan Fisik bagi Kaum Muslimin

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menempuh perjalanan yang sangat jauh, dalam kondisi cuaca sulit karena saat itu sedang musim panas menyengat. Hampir semua buku sejarah menyebutkan, Perang Tabuk membutuhkan 50 hari; 30 hari perjalanan pulang pergi, dan 20 hari masa menaklukkan musuh di sekitar Tabuk. Continue reading “Perang Tabuk (5): Hikmah Seusai Perang”

Perang Tabuk (4): Kisah Ka’ab bin Malik

Sekembali dari Tabuk, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pasukan memasuki Madinah, orang-orang yang tidak ikut perang berduyun-duyun datang menemui beliau. Masing-masing menyatakan uzurnya. Sebagian dari mereka diterima oleh beliau dan urusan batinnya diserahkan kepada Allah.

Namun di antara mereka, ada orang-orang yang tidak mungkin berdusta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mereka memang tidak ada halangan syar’i yang membolehkan tidak ikut perang. Di antara mereka ini, ada yang sengaja mengikat tubuhnya di tiang-tiang masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat mereka dan bertanya, “Siapa yang mengikat dirinya di tiang ini?” Continue reading “Perang Tabuk (4): Kisah Ka’ab bin Malik”

Perang Tabuk (3): Makar Kaum Munafik

Sekembali dari Tabuk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum Muslimin memang selamat dari ancaman pasukan Romawi. Namun selanjutnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi musuh lain yang tidak kalah bahayanya yakni ancaman dari kaum munafik. Pada perang terakhir yang terjadi di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, mereka melakukan segala upaya. Seperti dituturkan Syaikh Munir Muhammad Ghadhban dalam al-Manhaj al-Haraki-nya, berbagai program dilakukan. Sejak awal persiapan perang, mereka berusaha meruntuhkan semangat kaum muslimin agar tidak berangkat. Karena itu, dalam masa-masa perang Tabuk inilah turun surat at-Taubah yang membeberkan watak asli kaum munafik. Continue reading “Perang Tabuk (3): Makar Kaum Munafik”

Perang Tabuk (2): Mengguncang Romawi di Tabuk

Kekuatan Romawi yang dahsyat, bukannya membuat semangat jihad para shahabat kendor. Mereka justru berlomba-lomba menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam   meminta agar dibawa serta dalam jihad. Namun, sebagian terpaksa harus kembali sambil bercucuran air mata, karena tidak memiliki sesuatu yang bisa diberikan untuk berjihad.

Dengan kekuatan 30.000 personil, bertolaklah jaisyul ‘usrah menjemput tentara Romawi ke arah Tabuk. Pasukan berangkat di bawah terik matahari yang membakar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai wakil beliau mengurus keluarga beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengangkat Muhammad bin Maslamah al-Anshari sebagai pengganti beliau di Madinah. Continue reading “Perang Tabuk (2): Mengguncang Romawi di Tabuk”

Perang Tabuk (1): Mengguncang Romawi di Tabuk

Latar Belakang Perang

Pasca peristiwa Fathu Makkah, sirnalah keraguan manusia terhadap risalah yang diemban Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka pun memeluk Islam berbondong-bondong. Sementara kaum muslimin mulai tenang mempelajari dan mengamalkan Islam di negeri-negeri mereka sendiri.

Tetapi, nun jauh di utara, di luar bumi Hijaz; satu kekuatan besar mengancam perkembangan agama yang baru bersemi ini. Kekuatan Imperium Romawi!

Sebuah kekuatan imperium yang menguasai belahan bumi bagian barat. Negara yang sudah memiliki strata peradaban maju untuk ukuran kala itu. Jauh melampaui negara-negara Arab yang ada. Bahkan, kekuatan kabilah Arab yang ada seperti Quraisy, tidak ada artinya di hadapan kekuatan imperium Romawi. Continue reading “Perang Tabuk (1): Mengguncang Romawi di Tabuk”