Ar-Ridha

Manakala seseorang telah menyatakan bahwa Ilah-nya adalah Allah Ta’ala, maka salah satu tuntutan dan konsekuensi yang harus dipenuhinya adalah sikap ridha kepada-Nya.

Sebagai seorang mu’min, kita harus ridha terhadap ma aradallah -apa-apa yang Allah kehendaki-:

Pertama, Ma aradallahu bina -apa-apa yang Allah kehendaki atau Allah tetapkan atas diri kita- di ‘alamul ghaib (alam ghaib), seperti: kehendak-Nya menciptakan kita dalam satu jenis kelamin tertentu, lahir dari orangtua/keluarga tertentu, pemberian rizki tertentu, berjodoh dengan orang tertentu, mengalami kejadian tertentu, dan lain-lain. Itulah semua yang disebut al-qadha-u wal qadar. Continue reading “Ar-Ridha”