Keteladanan Hadhratus Syaikh Hasyim Asy’ari

Pada suatu hari di awal abad ke-20, Basyir, salah seorang santri Hadhratus Syaikh Hasyim Asy’ari, datang ke Tebuireng. Basyir yang tinggal di kampung Kauman Yogyakarta itu hendak mengadu kepada Syaikh Hasyim tentang seorang tetangganya yang baru pulang dari mukim di Makkah, yang kemudian berbuat “aneh” sehingga memancing kontroversi di masyarakat kampungnya.

“Siapa namanya?” tanya Hadhratus Syaikh.

“Ahmad Dahlan”

“Bagaimana ciri-cirinya?”

Basyir lalu menjelaskannya.Baca selebihnya »

Latar Belakang Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU)

Pada tahun 1924 kekhalifahan di Turki dihapuskan oleh pemerintahan Mustafa Kemal Attaturk yang sekuler dengan menamakan pemerintahannya Republik Turki, diproklamirkan 19 Oktober 1923. Langkah pertama sekulerisasi adalah penghapusan Islam sebagai agama resmi negara, kemudian penghapusan lembaga kesultanan, dan berikutnya penghapusan kekhalifahan, menyusul digantinya syari’at Islam dengan hukum positif ala Barat. Sekularisasi Turki juga menetapkan pergantian huruf Arab dengan huruf Latin dan dilarangnya “pakaian Arab”. Rakyat Turki, terutama aparat pemerintah, harus menggunakan pakaian ala Eropa. Bacaan ibadah harus menggunakan bahasa Turki, namun hal ini tidak berlangsung lama, karena protes datang dari berbagai ulama di dalam maupun luar negeri.[1]Baca selebihnya »

Mengenal Nahdlatul ‘Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama atau Kebangkitan Cendekiawan Islam), disingkat NU, adalah sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Embrio NU

Keterbelakangan baik secara mental, maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, telah menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi.Baca selebihnya »