Anashirud Da’wah

Unsur-unsur Dakwah

Unsur-unsur pokok dakwah Islam sekurang-kurangnya ada delapan, yaitu: Pertama, ada legalitas aktivitasnya (syari’atud da’wah). Kedua, ada misi dakwah yang disampaikan (risalatut da’wah). Ketiga, ada kegiatan/gerak yang berkelanjutan (al-harakatul mustamirah). Keempat, ada tujuan yang benar (al-ghayatus shahihah). Kelima, ada pedoman atau landasan argumentasi. Keenam, ada pemimpin tulus yang mengarahkan aktivitas dakwah (al-qiyadatul mukhlishah). Ketujuh, ada pasukan atau kader-kader dakwah yang taat/disiplin (al-jundiyyatul mu’thi’ah). Kedelapan, ada prinsip atau nilai utama dari dakwah yang diemban yakni kemurnian atau totalitas (at-tajarrud) dalam mengesakan Allah Ta’ala (at-tauhid).

Continue reading “Anashirud Da’wah”

Fadhailud Da’wah

Syarah Rasmul Bayan Materi Fadhailud Dawah (Keutamaan Dakwah)

Ada tiga hal utama dalam kehidupan manusia:

Pertama, risalah udzma (misi agung), yakni ‘ubudiyyah, penghambaan kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat, 51: 56)

Continue reading “Fadhailud Da’wah”

Mabadi Istimrariyatit Tarbiyah

Prinsip Kesinambungan Tarbiyah

Diantara tujuan Tarbiyah Islamiyah yang pokok adalah membentuk individu muslim yang memiliki kepribadian sebagai berikut:

Pertama, al-imanul kamil (keimanan yang sempurna). Yakni iman kepada Allah Ta’ala, iman kepada Ar-Rasul, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan iman kepada Al-Islam.

فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلنُّورِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلْنَا ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. At-Taghabun, 64: 8)

Continue reading “Mabadi Istimrariyatit Tarbiyah”

Sebab-sebab Tafarruq dan Solusinya

Asbabut Tafarruqi wa ‘Ilajuha

Kita telah mengetahui dua pilar utama pengokoh takwinu ruhil jama’ah (pembentukan semangat persatuan, kesatuan, atau kebersamaan): Pertama, al-i’tisham bi habli-Llah (berpegang teguh pada tali Allah) dan Kedua, ta’liful qulub (pertautan hati).

Selanjutnya kita perlu mengetahui perkara yang dapat menghancurkan takwinu ruhil jama’ah tersebut, yakni tafarruq (bercerai berai/ berpecah belah). Kita perlu memahami sebab-sebab tumbuhnya tafarruq agar dapat bertindak preventif.

Continue reading “Sebab-sebab Tafarruq dan Solusinya”

Takwinul Ummah

Pembentukan Umat

Kata ‘umat’ (al-ummah) yang dimaksud disini bermakna ‘golongan’, ‘kelompok manusia’, ‘masyarakat’ atau ‘bangsa’.

Al-ummah bermakna semua komunitas yang segala urusannya terhimpun, baik dalam satu agama tertentu, dalam waktu tertentu atau tempat tertentu, atau himpunan itu terjadi karena ketundukan secara alamiah; atau karena suatu ikhtiar atau usaha yang dikomandoi oleh perorangan atau beberapa orang yang bekerja sama dalam sebuah organisasi untuk tujuan tertentu.  Jamak al-ummah adalah al-umam.  Sedangkan posisi perorangan atau sekelompok orang yang menggerakkan itu, atau seseorang yang menjadi pusat ketundukan tersebut, dikatakan pemimpin (al-imam). Jamak al-imam adalah al-aimmah yang pelembagaannya disebut al-imamah bermakna kepemimpinan.[1]

Continue reading “Takwinul Ummah”