Ilmullah

Ilmu Allah

Allah Ta’ala adalah Al-Khaliq. Dia Pencipta seluruh makhluk-Nya, Yang mengadakan seluruh makhluk dari tiada menjadi ada, Yang membentuk makhluk sesuai dengan tugas dan sifatnya masing-masing.

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Hasyr, 59: 24)

Oleh karena itu, Dialah satu-satunya Al-‘Alim; Yang Maha Mengetahui, Yang Paling Tahu, Yang Paling Mengerti, Yang Paling Memahami tentang hakikat segala apa yang ada di alam semesta raya ini, yang ghaib maupun yang nyata, Continue reading “Ilmullah”

Al-Ihsan

(Materi Al-Ihsan versi Kumpulan Materi Ushulul Islam)

Diantara manifestasi keimanan yang benar adalah lahirnya sikap dan amal yang ihsan dalam seluruh sisi kehidupan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ

“Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan dalam segala hal.” (HR. Muslim)

Pengertian Al-Ihsan

Ihsan berasal dari kata حَسُنَ yang artinya adalah berbuat baik, sedangkan bentuk masdarnya adalah اِحْسَانْ, yang artinya kebaikan. Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini. Continue reading “Al-Ihsan”

Al-Adillatu ‘Ala Wujudillah

Dalil-Dalil Keberadaan Allah

Eksistensi Allah Ta’ala diantaranya dikuatkan oleh dalil-dalil berikut ini,

Pertama, ad-dalilul fithri (dalil fitrah).

Secara bahasa, fitrah artinya al-khilqah yaitu keadaan asal ketika seorang manusia diciptakan oleh Allah (lihat Lisaanul Arab 5/56, Al-Qamus Al-Muhith 1/881). Jadi maksudnya, manusia sejak awal penciptaannya telah membawa naluri ber-Tuhan. Sejak di alam ruh, manusia telah mengakui eksistensi Allah Ta’ala sebagai Tuhannya,

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

“dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi’. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)’” (QS. Al-A’raf, 7: 172). Continue reading “Al-Adillatu ‘Ala Wujudillah”

Ahammiyyatu Ma’rifatillah

(Urgensi Mengenal Allah Ta’ala)

Mengetahui, mengenal, dan mempelajari tentang Allah Ta’ala tentu saja sangat penting bagi kita. Hal ini berdasarkan alasan-alasan berikut ini:

Pertama, karena al-maudhu (pembahasan) tentang Allah Ta’ala adalah al-mudhu (pembahasan) yang sangat agung. Allah Ta’ala adalah Rabbul ‘alamin. Rabb arti aslinya: “Yang Empunya” (pemilik). Di dalamnya terkandung pula arti: mendidik, yaitu menyampaikan sesuatu kepada keadaannya yang sempurna dengan berangsur-angsur. ‘Alamin artinya “semesta alam”, yakni semua jenis alam, yaitu: alam tumbuh-tumbuhan, alam binatang, alam manusia, alam benda, dan alam makhluk yang bertubuh halus seperti malaikat, jin serta alam yang lain. Continue reading “Ahammiyyatu Ma’rifatillah”

Al-Mawani’ Min Ma’rifatillah (Penghalang dalam Mengenal Allah)

Secara garis besar, terdapat dua hal yang menghalangi manusia dalam mengenal Allah. Pertama, maradhus syahwat (berkaitan dengan penyakit hati; berupa nafsu dan kesenangan serta perilaku yang tidak terpuji). Kedua, maradhus-syubhat (berbagai hal yang menimbulkan keraguan, lebih banyak berkaitan dengan masalah akal dan logika). Continue reading “Al-Mawani’ Min Ma’rifatillah (Penghalang dalam Mengenal Allah)”