Al-Istiqamah

Setelah mengenal al-haq dan berpegang teguh pada urwatul wutsqa, sikap yang harus kita jaga selanjutnya adalah beristiqamah, yakni tetap teguh berdiri bersama al-haq hingga akhir hayat. Inilah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala kepada para nabi dan rasul serta seluruh pengikutnya,

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Maka tetaplah (istiqamahlah kamu pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Q.S. Hud, 11:112)

Continue reading “Al-Istiqamah”

Istiqamah

Mukadimah

Tidaklah disebut sebagai seorang yang beriman jika tidak ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul. Oleh karena itu, tuntutan bagi seorang muslim di sepanjang hayatnya adalah menjaga keyakinannya ini hingga akan terasalah kelezatan iman sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا

“Akan merasakan kelezatan iman, orang yang ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul” (HR Muslim). Continue reading “Istiqamah”