Saudi dan Ikhwan: Dari Kemesraan Sampai Perseteruan (Bag. 3)

Oleh: Taufik M. Yusuf Njong

Antara Kekaguman dan Ketakutan

Kerajaan Saudi Arabia dan Raja Abdul Aziz adalah termasuk sosok yang dikagumi Al-Banna dan Ikhwan. Dalam Majmu’ Rasail-nya, Hasan Al-Banna berkata: “Siapa yang menyangka bahwa Abdul Aziz Alu Sa’ud yang keluarganya dibuang, anak istrinya diceraiberaikan dan kerajaannya dirampas mampu mengembalikan kerajaan tersebut dengan (modal awalnya) hanya beberapa puluh orang. Lalu menjadi harapan dunia Islam untuk mengembalikan kejayaannya serta menghidupkan lagi persatuannya.” [1]

Salah satu tokoh Ikhwan As-Syahid Ustadz Abdul Qadir Audah menjelaskan dengan bangga implementasi syariat Islam di Saudi. Beliau berkata: “Implementasi (syariat Islam) umum telah mulai dipraktekkan di Kerajaan Hijaz (maksudnya adalah kerajaan Arab Saudi, red.) sejak lebih kurang dua puluh tahun dimana syariat Islam diterapkan secara menyeluruh. Penerapan tersebut berjalan sukses dan layak diperhatikan untuk menghentikan kriminalitas, menjaga keamanan dan sistem pemerintahan. Masih belum lekang dari ingatan orang-orang bagaimana sebelumnya kondisi keamanan sangat rentan di Hijaz, bahkan Hijaz menjadi contoh perumpamaan dalam banyaknya angka kriminalitas dan parahnya kriminalitas tersebut.[2]

Continue reading “Saudi dan Ikhwan: Dari Kemesraan Sampai Perseteruan (Bag. 3)”

Saudi dan Ikhwan: Dari Kemesraan Sampai Perseteruan (Bag. 2)

Oleh: Taufik M. Yusuf Njong

Wahabiyah vs Salafiyah Ishlahiyah?

Siapa Hasan Al-Banna? Siapa saja yang mempengaruhinya? Jawaban dari pertanyaan ini akan menuntun kita untuk mengetahui sejauh mana Ikhwan nantinya bisa berjalan beriringan bersama Wahabisme atau malah berbenturan. Tidak mudah memang mendeskripsikan siapa Hasan Al-Banna. Namun, kita bisa meraba-raba kemana arah pemikirannya dengan melihat kepada dan dengan siapa ia pernah berguru dan berinteraksi serta kitab-kitab apa saja yang ia baca dan mempengaruhinya.

Syaikh Ahmad Abdurrahman Al-Banna As-Sa’aty—ayahanda Al-Banna—adalah salah satu ulama yang paling berpengaruh terhadap Al-Banna, terutama dalam ilmu hadis. Beliau menyusun kitab Al-Fath Ar-Rabbani Li At-Tartib Musnad Imam Ahmad Ibn Hanbal As-Syaibani dalam 22 jilid.[1] Beliau menyusun Musnad Imam Ahmad berdasarkan urutan yang detail, dimulai dengan tauhid, fiqih, tafsir, targhib dan tarhib, tarikh, kiamat dan ahwal al-akhirah. Beliau mengklaim: “Saya tidak mengetahui ada orang lain yang pernah mendahului saya dalam penyusunan seperti ini”.

Continue reading “Saudi dan Ikhwan: Dari Kemesraan Sampai Perseteruan (Bag. 2)”

Saudi dan Ikhwan: Dari Kemesraan Sampai Perseteruan (Bag. 1)

Oleh: Taufik M. Yusuf Njong

Sinopsis

Saudi adalah tempat pengasingan paling aman dan menerima Ikhwan dengan tangan terbuka di era 60-an ketika Ikhwan diburu oleh rezim diktator baik di Mesir, Irak dan Suriah. Hubungan yang terjalin setelah itu adalah hubungan simbiosis mutualisme antara sebuah kerajaan yang butuh terhadap para ulama reformis, tenaga pengajar dan kader-kader yang potensial untuk ditempatkan dibanyak lini dengan tokoh-tokoh pelarian politik yang butuh tempat aman untuk menyebarkan pemikirannya.

Fase paling mesra hubungan Saudi dan Ikhwan adalah pada masa Raja Faishal. Pada masanya, tokoh-tokoh Ikhwan menjadi penasehat kerajaan, menjadi dekan dan dosen di Universitas-universitas Saudi. Mereka membuat kurikulum universitas-universitas Saudi, menjadi pembimbing dan penguji didertasi dan lain-lain.

Continue reading “Saudi dan Ikhwan: Dari Kemesraan Sampai Perseteruan (Bag. 1)”

Sikap Ikhwan Terhadap Barat

Dikutip dari Mu’tamar Khamis:

Setelah menjelaskan tentang sikap Ikhwanul Muslimin terhadap berbagai permasalahan internal umat Islam, maka sebaiknya saya jelaskan pula ke hadapan kalian tentang sikap Ikhwan terhadap negara-negara Barat.

Islam –sebagaimana yang telah saya jelaskan di muka- menganggap kaum muslimin sebagai umat yang satu. Umat ini dipersatukan oleh akidah dan yang satu dengan lainnya saling merasakan penderitaan dan harapan yang sama. Setiap kali ada permusuhan yang ditujukan kepada salah satu bagian umat ini, atau kepada salah seorang individu kaum muslimin, maka itu sama halnya ditujukan kepada seluruh kaum muslimin. Continue reading “Sikap Ikhwan Terhadap Barat”

Sikap Ikhwan terhadap berbagai Organisasi 

Ikhwan dan Jama’ah Asy-Syubban

Banyak orang yang bertanya, “Apa perbedaan antara Jama’ah Ikhwan dengan Jama’ah Asy-Syubban? Kenapa keduanya tidak bergabung dalam satu organisasi saja dan bergerak dalam satu manhaj yang satu pula?”

Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya ingin menegaskan kepada mereka yang menginginkan kesatuan potensi dan kerjasama antar aktivis, bahwa Jama’ah Ikhwan dan Jama’ah Asy-Syubban–di Kairo- tidak pernah merasa bahwa keduanya berada di medan yang berbeda, sebaliknya mereka selalu merasa ada dalam satu medan dengan menjalin kerjasama yang kuat dan kokoh. Banyak masalah keislaman yang antara Ikhwan dan Asy-Syubban bisa seia-sekata dalam menyikapinya. Hal ini karena tujuan umum dari keduanya adalah sama, yakni bergerak dan beramal demi kejayaan Islam dan kebahagiaan kaum muslimin. Continue reading “Sikap Ikhwan terhadap berbagai Organisasi “