Tag Archives: Ibadah

Prinsip 5: Ibadah

Kita meyakini bahwa Allah telah menciptakan makhluk yang mukallaf (diberi tugas) untuk beribadah secara benar kepada Allah; Zat yang telah mencipta mereka dan memberikan berbagai karunia kepada mereka. Seperti karunia hidup, akal, kemampuan berbicara, ditundukkannya alam untuk kepentingan manusia, diutusnya para rasul kepada mereka, diturunkannya kitab suci atas mereka, serta seluruh karunia yang membuatnya bisa hidup.

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

Karunia apapun yang ada padamu berasal dari Allah.[1]

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

Jika kalian menghitung nikmat Allah, kalian tidak akan mampu menghitungnya.[2] (QS Ibrâhîm: 34 dan al-Nahl: 18). Lanjutkan membaca


Thabi’atu Dinil Islam (10): Dinud Daulah wal ‘Ibadah

Kesepuluh, Islam adalah dinud daulah wal ‘ibadah (agama kenegaraan dan peribadahan). Maksudnya, ajaran Islam memperhatikan urusan kenegaraan dan memperhatikan pula urusan ibadah. Keduanya adalah seuatu yang penting -sesuai dengan proporsinya- dan tidak terpisahkan sebagai bagian ajaran Islam. Hal ini tersirat dengan jelas dalam hadits berikut ini; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Lanjutkan membaca


Syumuliyatul Ibadah (Cakupan Ibadah)

Allah Ta’ala telah menciptakan manusia agar mereka beribadah kepada-Nya, yaitu agar mentaati-Nya dengan ketaatan yang disertai perendahan diri sepenuhnya dan kecintaan. Berikutnya muncul pertanyaan: “Dalam hal apakah ketaatan ini harus dicurahkan?”, “Dalam ranah apakah ibadah itu harus dilakukan?”

Syaikh Yusuf Qaradhawi dalam bukunya Al-Ibadah Fil Islam menyatakan bahwa jawaban dari pertanyaan tersebut akan menyingkap suatu hakikat yang penting, yaitu cakupan makna ibadah dalam Islam, serta keluasan cakrawalanya. Lanjutkan membaca


Masyarakat Muslim: Syiar-Syiar dan Ibadah

Mukaddimah

Pilar yang kedua yang menjadi asas tegaknya masyarakat Islam setelah aqidah adalah berbagai syiar atau peribadatan yang telah diwajibkan oleh Allah bagi kaum Muslimin sebagai media untuk bertaqarrub kepada-Nya, sekaligus sebagai pembuktian keimanan mereka akan pertemuan dengan Allah Ta’ala dan memperoleh hisab-Nya. Lanjutkan membaca


%d blogger menyukai ini: