Dialog Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dengan Aktivis HT pada Tahun 1953

Pada tahun 1952 – 1953, Syaikh Yusuf Qaradhawi ditugaskan Mursyid Aam Al-Ikhwan Al-Muslimun ke 2, Syaikh Hasan Hudhaibi, untuk melakukan kunjungan dakwah ke negeri Syam (Libanon, Syiria, dan Yordania). Salah satu kota yang dikunjunginya adalah Kota Al-Khalil, sebuah kota bersejarah yang di dalamnya terdapat kuburan Nabi Ibrahim Al-Khalil.

Ketika Syaikh Yusuf Qaradhawi berkunjung ke kota tersebut, kebetulan saat itu merupakan masa-masa awal kebangkitan Hizbut Tahrir (HT). Mereka memiliki berbagai aktivitas dan pemikiran yang serba baru dan sangat merepotkan aktivitas Ikhwan. Selain itu mereka ahli dalam berdebat, sedangkan saat itu di kota tersebut tidak ada seorang pun tokoh Ikhwan yang pandai berdebat. Continue reading “Dialog Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dengan Aktivis HT pada Tahun 1953”

Mengenal Hizbut Tahrir

Pendiri Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir (HT) berdiri pada tahun 1953 di Al-Quds (Baitul Maqdis), Palestina. Didirikan oleh Syaikh Taqiyyudin An-Nabhani, seorang ulama alumni Al-Azhar Mesir, dan pernah menjadi hakim di Mahkamah Syariah di Palestina.

Ia meyakini dengan teguh bahwa kerusakan yang terjadi pada kaum Muslimin sebenarnya berakar pada penghancuran khilafah pada tahun 1924. Oleh karena itu HT menitik beratkan perjuangannya dalam membangkitkan umat di seluruh dunia untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui tegaknya kembali Khilafah Islamiyah. Continue reading “Mengenal Hizbut Tahrir”