Bahaya-bahaya Ghazwul Fikri

Adhrarul Ghazwil Fikri

Setelah kita memahami uraian sebelumnya, maka dapat kita pahami demikian halusnya perang gaya baru ini dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Bahaya yang timbul darinya bukanlah rasa sakit atau luka fisik, akan tetapi rusaknya moral, hancurnya pemahaman, larutnya kepribadian, dan pembangkangan dari ajaran agama:

Pertama, al-ightirar (tertipu atau terpedaya) oleh musuh-musuh Islam.

Umat menjadi silau pada kekuatan dan kemajuan materi serta konsep-konsep dan pemikiran ataupun  peradaban asing. Mereka menghirupnya tanpa filter seraya bersikap tak mau tahu bagaimana pandangan agama terhadapnya. Mereka mengadopsi konsep, sistem, atau pemikiran di bidang ekonomi, pendidikan, politik dan budaya; menelannya bulat-bulat dengan penuh kebanggaan karena merasa itulah yang paling baik bagi mereka. Continue reading “Bahaya-bahaya Ghazwul Fikri”

Ta’rifu Ghazwil Fikri (Pengertian Ghazwul Fikri)

Perang salib dalam arti peperangan fisik mungkin sudah berakhir. Namun, satu hal yang harus disadari oleh kaum muslimin, peperangan yang bersifat non fisik sejatinya masih terus berlangsung hingga saat ini. Peperangan inilah yang kemudian disebut dengan istilah al-ghazwul fikri.

Secara Bahasa, ghazwul fikri terdiri dari dua suku kata yaitu ghazwah dan fikr. Ghazwah berarti serangan, serbuan atau invansi. Sedangkan fikr berarti pemikiran. Jadi, secara bahasa ghazwul fikri diartikan sebagai invansi pemikiran.[1] Continue reading “Ta’rifu Ghazwil Fikri (Pengertian Ghazwul Fikri)”