Tag Archives: futuhat islamiyah

Futuhat Islamiyah di Zaman Umar (Bag. 5)

Menaklukkan Babil dan Ctesiphon (Mada’in)

Umar memerintahkan pasukan Islam yang telah memenangkan pertempuran di Qasisiyah untuk mengejar sisa-sia pasukan Persia yang melarikan diri ke arah timur; sebagian mereka bertahan di kota kecil Babil, dan sebagian lainnya lari hingga ke Ctesiphon (Mada’in), ibu kota kekaisaran Persia di seberang sungai Tigris.

Sa’ad bin Abi Waqqash bergerak ke Babil[1]. Disana pasukan  Persia telah membuat parit-parit pertahanan untuk menghadapi pasukan Islam. Sa’ad kemudian mengatur siasat perang. Ia memerintahkan pasukan untuk menggali saluran air dari sungai Eufrat yang diarahkan ke parit tempat bertahannya pasukan Persia. Lanjutkan membaca


Futuhat Islamiyah di Zaman Umar (Bag. 2)

Penaklukan Palestina

Pada musim gugur tahun 635 M, Umar bin Khaththab  memerintahkan Amr bin Ash dan Syarhabil bin Hasanah beserta pasukannya bergerak ke Palestina.[1]

Menaklukan Galileia (Jalil)

Pasukan Islam bergerak melalui Golan (Jaulan).[2] Lalu memasuki Galileia[3] dan tidak mendapat kesulitan berarti menaklukan kota-kota sepanjang Galileia kecuali perlawanan kecil dari pihak Bizantium yang masih tersisa. Amr kemudian memberi jaminan keamanan dan kepemilikan kepada seluruh rakyat Galileila, lalu bergerak ke Yerusalem. Lanjutkan membaca


Futuhat Islamiyah di Zaman Umar bin Khathab (Bag. 1)

Penaklukan Suriah

Di masa awal kekhalifahan Umar, futuhat yang dilakukan kaum muslimin telah meliputi wilayah-wilayah yang pada awalnya dikuasai Persia (Ubulla [Apollo][1], Tsini, Walijah, Allais[2], Hirah[3], Anbar,[4] dan Ain Tamr[5]) dan Bizantium Romawi (Kota bandar Ayla [Elat], Bostra [Busra][6], Ghassaniah; yakni sebagian wilayah Syam[7]).

Menaklukkan Damaskus

Di awal pemerintahannya, Umar memerintahkan pasukan Islam untuk bergerak menuju Damaskus. Kota ini dijuluki Permata timur, sebuah kota tertua di dunia yang dihuni sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Puncak kejayaannya pada tahun 1000 SM, saat kota itu jadi ibu kota kerajaan Aramaic Suriahc, dengan nama Dar Misk (dalam bahasa Aramaic kuno artinya kota wewangi). Letaknya strategis karena berada di jalur dagang dunia. Lanjutkan membaca


%d blogger menyukai ini: