Hijrah (Bag. 1): Bai’at Aqabah I

Hijrah secara bahasa berarti tarku (meninggalkan). Hijrah ila syai berarti intiqal ilaihi ‘an ghairi (berpindah kepada sesuatu dari sesuatu). Menurut istilah, hijrah berarti tarku maa nahallaahu ‘anhu (meninggalkan sesuatu yang dilarang Allah).

Hijrah menurut sejarah penetapan hukum (tarikh tasyri) adalah berpindahnya kaum muslimin dari kota Makkah ke kota Madinah, dan juga dari kota Makkah ke kota Habasyah.

Pengertian hijrah secara khusus dibatasi hingga penaklukan kota Makkah. Setelah itu hijrah dengan makna khusus sudah berakhir, maka tinggallah perintah hijrah dengan makna umum, yaitu berpindah dari negeri kafir ke negeri iman. Makna kedua ini berlaku setelah penaklukan kota Makkah. Continue reading “Hijrah (Bag. 1): Bai’at Aqabah I”