Hadits 5: Amal-amal Perbuatan yang Tidak Termasuk Perintah Allah (Bag. 3)

Macam – Macam Bid’ah

Pembagian Bid’ah Menurut Asal Terjadinya.

Pertama, bid’ah haqiqiyah. 

Biasa juga disebut bid’ah ashliyah yaitu amalan bid’ah yang sama sekali tidak memiliki dasar dalam agama, baik Al Quran, As Sunah, ijma’, dan qiyas. Juga tidak bersandar kepada dalil-dalil global atau rinci, dengan kata lain, bid’ah haqiqiyah sama sekali tidak ada hubungan dengan semua dasar-dasar dan pijakan syariat.

Contoh: apa-apa yang dilakukan oleh kaum quburiyun mereka meminta-minta kepada penghuni kubur, dan thawaf di kuburan. Sengaja tidak mau nikah atau membujang, menambah jumlah waktu shalat wajib menjadi enam waktu misalnya, dan lainnya. Continue reading “Hadits 5: Amal-amal Perbuatan yang Tidak Termasuk Perintah Allah (Bag. 3)”

Hadits 5: Amal-amal Perbuatan yang Tidak Termasuk Perintah Allah (Bag. 2)

Guna lebih memperjelas penjelasan hadits ke 5 ini, kita perlu mengulas tentang masalah bid’ah di dalam agama. Berikut penjelasannya secara ringkas.

Kenapa Lahir Bid’ah? 

Ada beberapa penyebab lahirnya bid’ah dalam agama. Di antaranya:

Menganggap baik perbuatan atau amalan ibadah tertentu.

Ini merupakan penyebab yang paling banyak. Para pelaku bid’ah sering beralasan: “Ini’kan perbuatan baik, kenapa dilarang?” Mereka tidak paham, bahwa dalam Islam,   maqbul atau tidaknya sebuah amal, bukan sekedar dilihat dari sudut pandang baik tetapi juga harus benar (ash Shawab). Continue reading “Hadits 5: Amal-amal Perbuatan yang Tidak Termasuk Perintah Allah (Bag. 2)”

Hadits Keempat: Proses Penciptaan Manusia dan Penetapan Taqdir (Bag. 2)

Makna Kalimat Dalam Hadits:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata:

Siapakah dia?

Dia adalah Abdullah bin Mas’ud bin Ghaafil bin Hubaib bin Syamakh bin Faar bin Makhzum bin Shahilah bin Kaahil bin Al Harits bin Tamim bin Sa’ad bin Hudzail bin Mudrikah bin ilyas bin Mudhar bin Nazar.

Dia seorang Imam yang ilmunya luas (Al Imam Al Hibr), ahli fiqihnya umat ini (Faqihul Ummah), Abu Abdirrahman Al Hudzali Al Makki Al Muhajiri Al Badri, sekutu Bani Zahrah. Continue reading “Hadits Keempat: Proses Penciptaan Manusia dan Penetapan Taqdir (Bag. 2)”

Syarah Hadits Ke 17: Ihsan

Matan Hadits

عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّادِ بنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا القِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ)

Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus Radhiallahu Ta’ala ‘Anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah menetapkan (mewajibkan) berbuat ihsan atas segala hal. Maka, jika kalian membunuh (dalam peperangan) maka lakukanlah dengan cara yang baik, jika kalian menyembelih maka lakukanlah sembelihan yang baik, hendaknya setiap kalian menajamkan parangnya, dan membuat senang hewan sembelihannya.” (HR. Muslim) Continue reading “Syarah Hadits Ke 17: Ihsan”