Prinsip 6: Akhlak yang Mulia

Kita meyakini bahwa Islam sangat memperhatikan masalah akhlak sampai-sampai Allah Swt. memuji Rasul-Nya dengan berkata,

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Engkau betul-betul berada di atas akhlak yang agung.[1]

Bahkan, Rasul menegaskan misinya kepada kita dengan bersabda,

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ

Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.[2]

Lebih dari itu, Islam menjadikan berbagai kewajiban ibadah yang merupakan rukun Islam memiliki sasaran moral dan akhlak. Ia bertujuan meralisasikan akhlak tersebut dalam kehidupan manusia. Apabila sasaran tersebut tidak tercapai, berarti ibadahnya tidak sempurna dan layak tidak diterima oleh Allah.

Lanjutkan membaca “Prinsip 6: Akhlak yang Mulia”