Mukadimah

Segala puji milik Allah Rabb semesta alam, yang kebaikan-Nya selalu tercurah kepada seluruh makhluk-Nya, shalawat dan salam semoga tetap terlimpah keharibaan qudwah dan uswah kita, Nabi Muhammad, beserta kepada keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga hari kiamat.

Ada beberapa fenomena memprihatinkan di dalam tubuh umat Islam yang hingga saat ini masih terjadi: Pertama, fenomena al-bu’du ‘an kitabillahi wa sunnati rasulihi (menjauhi kitabullah dan sunnah rasul-Nya). Kedua, fenomena inhizamun dakhiliyun: ‘adamu at-tsiqati bil Islam (inferior: tidak tsiqah [percaya] terhadap ajaran Islam). Ketiga, fenomena at-taqlid (mengekor secara membabi buta kepada Barat). Keempat, fenomena at-tafriqah (perpecahan). Kelima, fenomena at-takhalluf ‘an mawakibil ‘ashri (ketertinggalan dalam berbagai urusan kekinian).

Fenomena tersebut hendaknya menyadarkan kita bahwa aktivitas nasyrul hidayah (penyebaran petunjuk agama), nasyrul fikrah (penyebaran pemikiran/pemahaman agama), dan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) menjadi keniscayaan bagi kita. Kegiatan dakwah dan tarbiyah harus terus digelorakan dalam rangka menjalankan perintah Allah Ta’ala,

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran, 3: 104)

Dalam upaya menggelorakan dakwah dan tarbiyah itulah risalah madah tarbiyah rasmul bayan ini hadir. Risalah ini disusun berdasarkan sistematika rasmul bayan yang dibuat oleh sesepuh kita dalam dakwah, KH. Hilmi Aminuddin, seorang tokoh pergerakan Islam yang disebut-sebut sebagai muassis gerakan tarbiyah di tanah air.

Kami persembahkan risalah ini kepada Anda semua, para murabbi, da’i, mubaligh, ustadz, dan kaum muslimin sebagai bahan kajian dalam aktivitas dakwah dan tarbiyah di tengah-tengah umat. Harapan kami, semoga risalah sederhana ini bisa menjadi sumbangan pemikiran dan tabungan pahala di akhirat bagi Penyusunnya.

Tidak ada gading yang tak retak. Para pembaca pasti akan menemukan banyak kekurangan dan kekeliruan di dalam risalah ini. Oleh karenanya, Penyusun sangat bergembira dan berterima kasih jika ada nasihat, saran, dan kritik yang membangun untuk perbaikan risalah ini.

Semoga Allah Ta’ala melimpahkan ampunan dan pahala kepada kita. Akhir do’a kami, alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

 

‘Abdun Faqir,

Muhamad Indra Kurniawan

Advertisements