Saudi dan Ikhwan: Dari Kemesraan Hingga Perseteruan (Bag. 15 – Tamat)

Oleh: Taufik M. Yusuf Njong

Al-Madkhaliyah

Di penghujung tahun 80-an, akhir-akhir jihad Afghan kontra Soviet, mulai timbul suara-suara miring terhadap jihad Afghanistan dan para mujahidin. Mereka menakut-nakuti para pemuda yang ingin berjihad dengan kondisi Afghanistan yang super panas, dingin dan salju serta akan berhadapan dengan salah satu tentara terkuat dimuka bumi, tentara merah Uni Soviet. Sebagian mereka berangkat sampai ke Peshawar Pakistan dan sekembalinya ke Saudi mereka gencar memprovokasi publik agar tidak berdonasi untuk jihad Afghan dengan alasan bahwa para mujahidin Afghan adalah ahli bid’ah, quburiyyin (penyembah kubur) dan musyrikin. Menurut mereka, berjihad ke Afghanistan sama saja dengan bergabung dengan musyrikin Afghan kontra mulhidin (atheis) Rusia.

Baca selebihnya »

Cita-cita Dasar Berdirinya NU

Dalam perhitungan tahun Masehi, 31 Januari 2021 mendatang, Nahdlatul Ulama (NU) bakal mencapai usia 95 tahun. Tak sedikit peran besar NU untuk mengisi kehidupan keagamaan, sosial-kemasyarakatan, maupun kebangsaan dan kenegaraan menjadi lebih ramah bagi masyarakat yang plural di Indonesia bahkan dunia.

Peran luas NU sudah dicita-citakan sedari awal dideklarasikan pada 31 Januari 1926 atau 16 Rajab 1344. Pembentukan jam’iyyah NU tidak lain adalah sebagai upaya pengorganisasian potensi dan peran ulama pesantren yang sudah ada untuk ditingkatkan dan dikembangkan lebih luas lagi.Baca selebihnya »

Gelombang Fitnah Pada Masa Pemerintahan Utsman bin Affan

Dari pembahasan sebelumnya kita telah mengetahui keutamaan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Dia adalah salah satu sahabat yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan masuk surga, bahkan ia disebut oleh beliau sebagai temannya di surga.

Utsman bin Affan dialah dzunurain (pemilik dua cahaya), karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menikahkan dua putrinya, Ruqayyah dan Ummu Kultsum, kepada laki-laki pencatat Al-Qur’an ini. Saat umat mengalami kekeringan, dialah yang membeli sumur Raumah dan memberikannya untuk kepentingan umat Islam. Dia pula yang membiayai jaisyul ‘usrah (pasukan Perang Tabuk).

Konspirasi Gerakan Terselubung

Namun, keutamaan-keutamaan itu tidak dipandang oleh kaum bodoh dan pendengki. Pada masa-masa akhir pemerintahan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu gelombang fitnah datang bertubi-tubi hingga ia gugur syahid dalam keadaan terzalimi.Baca selebihnya »

Prinsip 10: Islam, Sikap Moderat, dan Integralitas

Kita berpegang pada konsep moderat yang positif yang tegak di atas keseimbangan dalam memandang berbagai persoalan agama dan dunia; tanpa berlebihan dan mengabaikan. Tidak boleh berlebihan dalam timbangannya dan tidak boleh mengurangi. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Allah Swt.,

أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ . وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ

Supaya kamu tidak melampaui batas dalam neraca itu. Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca tersebut.[1]Baca selebihnya »

Wafatnya Imam Al-Ghazali

(14 Jumadil Akhir 505 H / 17 Desember 1111 M)

Abu Hamid Al-Ghazali. Pengarang kitab Ihya Ulumuddin ini adalah anak seorang pengrajin kain shuf (kain yang dibuat dari kulit domba). Setelah ayahnya itu meninggal, sesuai wasiatnya, Al-Ghazali dititipkan kepada temannya yang saleh yang kemudian mengajarinya ilmu.

Selanjutnya Al-Ghazali mempelajari fikih dari Syaikh Ahmad bin Muhammad Ar Radzakani di kota Thusi. Kemudian berangkat ke Jurjan untuk mengambil ilmu dari Imam Abu Nashr Al Isma’ili dan menulis buku At Ta’liqat. Kemudian pulang ke Thusi. Selanjutnya ia pergi ke kota Naisabur dan berguru kepada Imam Haramain Al Juwaini dengan penuh kesungguhan sehingga menguasai fikih mazhab Syafi’i dengan baik. Ia pun menguasai fikih khilaf, ilmu perdebatan, ushul, manthiq, hikmah dan filsafat.Baca selebihnya »