Al-Istiqamah

Setelah mengenal al-haq dan berpegang teguh pada urwatul wutsqa, sikap yang harus kita jaga selanjutnya adalah beristiqamah, yakni tetap teguh berdiri bersama al-haq hingga akhir hayat. Inilah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala kepada para nabi dan rasul serta seluruh pengikutnya,

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Maka tetaplah (istiqamahlah kamu pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Q.S. Hud, 11:112)

Continue reading “Al-Istiqamah”

Al-Furqan

Pembeda Al-Haq dan Al-Bathil

Ada garis pembeda yang memisahkan antara al-haq dan al-bathil; antara petunjuk dan kesesatan.

Sumber dari al-haq adalah Allah Ta’ala, sedangkan sumber al-bathil adalah at-thaghut (syaithan, dukun, berhala, dan seluruh pemimpin kesesatan). Maka, penolong bagi al-haq dan para pendukungnya adalah Allah Ta’ala, sedangkan penolong bagi al-bathil dan para pendukungnya adalah at-taghut.

Al-Haq adalah an-nur (cahaya), yakni keimanan, ilmu, dan petunjuk; sedangkan al-bathil adalah ad-dzulumat (kegelapan), yakni kekufuran, kebingungan, syubhat-syubhat, dan kejahilan.

Continue reading “Al-Furqan”

Quwwatul Haq

(Kekuatan Al-Haq)

Kekuatan kebenaran tidaklah mungkin tergoyahkan, karena dia berasal dari Allah Ta’ala,

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS. Al-Baqarah, 2: 147)

Bahkan Dialah Al-Haq itu sendiri,

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Hajj, 22: 62)

Continue reading “Quwwatul Haq”

Ash-Shira’u Bainal Haq wal Bathil

Makna al-Haq dan al-Bathil

Al-haq dalam bahasa Arab artinya adalah yang tetap dan tidak akan hilang atau tidak menyusut (semakin kecil).

Sedangkan al-bathil secara bahasa artinya ialah fasada wa saqatha hukmuhu (rusak dan gugur/tidak berlaku hukumnya). Dalam al-Mufradat, Ar-Raghib menerangkan makna al-bathil sebagai lawan dari al-haq, yaitu semua yang tidak ada kekuatannya ketika dicermati dan diteliti.

Secara istilah, para ulama berpedoman kepada maknanya secara bahasa. Jadi, mereka menyebut al-haq dalam setiap uraian mereka sebagai segala sesuatu yang tetap dan wajib menurut ketentuan syariat. Al-bathil ialah semua yang tidak sah, tidak pula ada sandaran hukumnya sebagaimana halnya pada perkara yang haq, yaitu tetap dan sah menurut syariat.

Continue reading “Ash-Shira’u Bainal Haq wal Bathil”

Qadhiyyatul Ummah

Problematika Umat

Problematika yang mendera umat Islam saat ini terdiri dari dua jenis: Pertama, al-qadhiyyatu kulli zaman (problematika sepanjang zaman). Kedua, al-qadhiyyatul mu’ashirah (problematika kontemporer).

Al-Qadhiyyatu Kulli Zaman

Ini adalah problematika manusia secara umum yang selalu ada di setiap waktu dan zaman, yaitu problematika yang berkaitan dengan kejiwaan manusia (an-nafsul basyariyah). Sebagaimana diketahui, setiap manusia memiliki kecenderungan dan minat (muyul), tabiat dan karakter (thabi’ah), selera dan keinginan (syahwah), serta naluri dan instink (gharaiz) yang berbeda-beda. Perbedaan ini kerap menimbulkan gesekan atau bentrokan diantara manusia. Hal ini karena diantara mereka ada yang mengambil jalan tazkiyah (pembersihan jiwa), dan adapula yang mengambil jalan tadsiyah (pengotoran jiwa). Allah Ta’ala telah mengilhamkan kepada jiwa manusia mana jalan-jalan kefasikan (al-fujur) dan mana jalan ketakwaan (at-taqwa).

Continue reading “Qadhiyyatul Ummah”