Futuhat Islamiyah di Zaman Umar (Bag. 9)

Penaklukan Mesir

Sekilas tentang Mesir

Di bumi Mesir pernah tumbuh beberapa peradaban besar. Sejak 5.000 tahun sebelum Masehi di sana telah berdiri imperium dan peradaban Pharaonic, berlangsung sekitar 4.000 tahun; ditandai dengan berbagai peninggalan bangunan, kuil-kuil, universitas, istana, piramida, hingga artefak-artefak. Bangsa Mesir jauh lebih dulu mengenal ilmu pengetahuan dan sistem tata negara daripada bangsa Persia dan Yunani.

Pada awal abad ke 3 Masehi, Alexander Agung dari Macedonia berhasil menaklukan Mesir sehingga Mesir menjadi bagian Yunani. Bahkan Alexander membangun ibu kota imperiumnya di Alexandria (Iskandariyah), yaitu di tepi pantai utara Mesir. Continue reading “Futuhat Islamiyah di Zaman Umar (Bag. 9)”

Khiththah Idaratul Ma’rakah

(Langkah-langkah Mengelola Pertempuran)

Oleh: KH. Hilmi Aminuddin

Dalam sebuah perjuangan dan pertempuran yang secara terus-menerus kita hadapi, yang paling pertama yang harus betul-betul mendapat perhatian adalah:

Khiththah Takhthithiyah (Strategi perencanaan)

Strategi perencanaan Insya Allah selalu mendahului setiap ma’rakah  yang dilalui dakwah kita ini. Dari awal ta’sis seluruhnya dengan perencanaan. Secara amaliyan dan tanzhimiyan seluruhnya terencana secara baik. Sudah tentu pelibatan-pelibatan terhadap perencanaan semakin luas dan akhirnya alhamdulillah, lembaga perencanaan semakin kokoh, semakin kuat, dan pelibatannya semakin luas. Insya Allah ini akan menimbulkan efek positif di dalam jama’ah dakwah kita. Continue reading “Khiththah Idaratul Ma’rakah”

Mengenal Madzhab Imam Abu Hanifah (Bag. 1)

Biografi Singkat 

Madzhab Hanafi termasuk salah satu mazhab fiqih yang paling tua, paling luas penyebarannya dan paling banyak pengikutnya, di mana hari ini jumlah pengikutnya mencapai lebih dari sepertiga dari kaum muslimin di seluruh dunia.[1]

Nasab dan Asal Usul Imam Madzhab

Beliau adalah Abu Hanifah, An-Nu’man bin Tsabit bin Zutho bin Mahin At-Timi Al-Kufi. Kakeknya, Zutho, dahulunya adalah seorang budak milik Bani Timillah bin Tsa’labah kemudian masuk Islam lalu dimerdekakan. Dikatakan pula nasabnya adalah An-Nu’man bin Tsabit bin Nu’man bin Al-Murzaban, dari keturunan bangsa Persia yang merdeka.[2]

Continue reading “Mengenal Madzhab Imam Abu Hanifah (Bag. 1)”

Syarat Kemenangan

Oleh: KH. Hilmi Aminuddin

Ikhwan dan Akhwat Fillah…

Saya ingin mengingatkan, betapa pun kemajuan-kemajuan teknologi yang kita pakai dalam manajemen, betapa pun bagusnya teori-teori manajemen yang kita adopsi dan kita terapkan dalam jama’ah kita ini, tapi jangan lupa dengan hal yang sangat substansial, bahwa doktrin dakwah kita tidak pernah berubah. Kemenangan-kemenangan dakwah persyaratannya tidak pernah berubah: Kemenangan perjuangan hanya akan dicapai oleh kelompok, oleh jama’ah yang aqrabuhum ilallah wa ashlahuhum linnas (yang paling dekat kepada Allah dan yang paling baik kepada manusia). Tidak lebih dari itu. Continue reading “Syarat Kemenangan”

Futuhat Islamiyah di Zaman Umar (Bag. 8)

Menaklukkan Isfahan

Setelah berhasil menaklukkan Nahawand, di Madinah Umar bermusyawarah dengan para sahabat senior, juga meminta pendapat Hormuzan, panglima Persia yang kini memeluk Islam.

“Bagaimana pendapatmu, apakah aku memulai penaklukkan berikutnya dengan Persia, Azerbaijan, ataukah dengan Isfahan?” tanya Umar kepada Hormuzan.

“Persia dan Azerbaijan adalah sayap, sementara Isfahan adalah kepala. Jika satu sayap dipatahkan maka sayap lainnya masih tetap bisa berfungsi. Tetapi jika kepalanya dipatahkan maka kedua sayap itu akan terpatahkan. Maka mulailah dengan kepala,” jawab Hormuzan. Continue reading “Futuhat Islamiyah di Zaman Umar (Bag. 8)”