Posted in Ulumul Qur'an

Ayat Al-Qur’an yang Pertama dan Terakhir Turun

Ada dua pendapat berkenaan dengan ayat yang pertama kali turun, berikut dalil-dalil yang dikemukakan dua pendapat tersebut:

Pendapat Pertama

Yang paling sahih ayat yang pertama kali turun ialah firman Allah Ta’ala,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ . خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ . اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ . الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ . عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq, 96 : 1-5 ). Continue reading “Ayat Al-Qur’an yang Pertama dan Terakhir Turun”

Posted in Ulumul Qur'an

Adab Membaca Al-Qur’an

Adab Sebelum Membaca Al-Qur’an

Pertama, husnun niyyah (niat yang baik).

Hendaklah interaksi dengan Al-Qur’an dilandasi niat yang ikhlas mengharapkan ridha Allah Ta’ala, bukan berniat mencari dunia atau mencari pujian manusia. Karena Allah Ta’ala tidak akan menerima -bahkan murka- terhadap amal yang dilandasi riya.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ جَرِيءٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ

Continue reading “Adab Membaca Al-Qur’an”

Posted in Ulumul Qur'an

Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an)

Tahapan Turunnya Al-Quran

Allah Ta’ala menjelaskan secara umum tentang turunnya Al-Quran srbagai berikut,

  1. Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur`an.” (QS. Al-Baqarah, 2: 185 ).

  1. Al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadar. (QS. Al-Qadr, 97: 1 )

  1. Al-Quran diturunkan pada malam yang diberkahi,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Qur`an) pada malam yang diberkahi.” (QS. Ad-Dukhan, 44: 3 ). Continue reading “Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an)”

Posted in Ulumul Qur'an

Pembahasan tentang Wahyu

Pengertian Wahyu

Tinjauan Bahasa

Dikatakan wahaitu ilaih dan auhaitu, bila kita berbicara kepada orang kedua agar tidak diketahui orang lain. Wahyu artinya isyarat yang cepat. Ia disampaikan melalui pembicaraan berupa rumus dan lambang, atau terkadang melalui suara semata serta melalui isyarat dengan sebagian anggota badan.

Al-wahy atau wahyu adalah kata masdar (infinitif); dan materi kata itu menunjukkan dua pengertian dasar, yaitu: tersembunyi dan cepat. Oleh sebab itu pengertian wahyu adalah: “Pemberitahuan secara tersembunyi, cepat dan khusus; ditujukan kepada orang yang diberitahu tanpa diketahui orang lain.

Tinjauan Istilah

Secara istilah wahyu didefinisikan sebagai: “Kalam Allah yang diturunkan kepada seorang Nabi. Definisi ini menggunakan pengertian maful, yaitu almuha (yang diwahyukan). Continue reading “Pembahasan tentang Wahyu”

Posted in Ulumul Qur'an

Al-Qur’anul Karim

Definisi Al-Qur’an

Secara bahasa: Lafadzh qara`a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun, sedangkan qira`ah bermakna menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapih. Qur`an pada mulanya seperti qira`ah , yaitu masdar (infinitif) dari kata qara` qira`atan, qur`anan. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala,

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآَنَهُ  فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآَنَهُ

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. (QS. Al-Qiyamah :17-18)

Qur`anah berarti qiraatun (bacaannya/cara membacanya). Jadi kata itu adalah masdar menurut wazan (tashrif, konjugasi) ‘fulan dengan vokal `u` seperti gufran dan syukran. Kita dapat mengatakan qaratuhu , quran, qiraatan wa quranan, artinya sama saja. Di sini maqru (apa yang dibaca) diberi nama Qur`an (bacaan); yakni penamaan maful dengan masdar. Continue reading “Al-Qur’anul Karim”