Kisah Sa’id bin Jubair

(Wafat pada tahun 95 H di Kuffah)

Nama lengkapnya adalah Sa’id bin Jubair al-Asadi al-Kufi, yang mempunyai julukan “Abu Abdillah”. Ia seorang ahli fiqh, pembaca al-Qur’an yang fasih dan ahli ibadah. Sufyan ats-Tsauri lebih mendahulukannya dari pada Ibrahim an-Nakha’i, ia berkata: “Ambilah tafsir dari empat orang, yaitu dari Sa’id bin Jubair, Mujahid, Ikrimah dan adl-Dhahhak”.

Ibnu Jubair pernah menulis untuk Abdullah bin Utbah bin Mas’ud ketika Abdullah menjadi Qodhi di Kuffah. Sesudah itu ia menulis untuk Abi Burdah bin Abi Musa. Continue reading “Kisah Sa’id bin Jubair”

Mengenal Atha’ bin Abi Rabah

“Tiada aku melihat seorangpun yang lebih mengharapkan wajah Allah
dengan ilmunya melainkan tiga orang, Atha’, Tha wus, 
dan Mujahid”

(Salamah bin Kuhail)

Kita berada di sepuluh hari terakhir bulan Dzulhijah tahun 97 H. Saat di mana Baitul ‘Atiq dibanjiri oleh lautan manusia yang menyahut panggilan Allah hingga memenuhi seluruh ruas jalan. Ada yang berjalan kaki dan ada yang berkendaraan. Ada yang lanjut usia ada pula yang muda belia, yang laki-laki maupun yang wanita, ada yang putih ada pula yang hitam warna kulitnya, ada orang Arab ada pula orang ‘Ajam, ada raja dan ada pula rakyat jelata. Mereka datang berbondong-bondong menyahut seruan Rajanya manusia dengan penuh khusyuk, tunduk, penuh harap dan suka cita. Continue reading “Mengenal Atha’ bin Abi Rabah”

Umar Tilmisani, Mujahid Dakwah yang Zuhud dan Rendah Hati

Nama lengkap beliau adalah Umar Abdul Fattah bin Abdul Qadir Musthafa Tilmisani. Beliau adalah Mursyid ‘Aam Ikhwanul Muslimin sepeninggal Mursyid ‘Aam ke dua, Ustadz Hasan al-Hudhaibi yang wafat pada bulan November 1973.

Beliau lahir di kota Kairo pada tahun 1322 Hijriah, atau 1904 Masehi, di Jl. Hausy Qadim di Al-Ghauriah. Asal-usul keluarga beliau dari wilayah Tilmisani di al-Jazaair. Pada masa penjajahan Perancis (1830), kakek ayah beliau meninggalkan Aljazair menuju Kairo Mesir. Kemudian keluarganya berpindah ke Syabin Al-Qanathir di Qalyubiyah. Continue reading “Umar Tilmisani, Mujahid Dakwah yang Zuhud dan Rendah Hati”