Hadits-hadits Nabi Tentang Tawadhu

Hadits Pertama:

وَعَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ الْمُجَاشِعِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ َإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ رواه مسلم

Iyadh bin Himar radhiyallahu ’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam  bersabda, “Sesungguhnya, Allah menurunkan wahyu kepadaku, yaitu hendaklah kalian bersikap tawadhu (merendahkan diri), sehingga tidak ada seorang pun bersikap sombong kepada yang lain dan tidak seorang pun menganiaya yang lain.”  (HR. Muslim)

 Pelajaran dari Hadits:

  1. Keharusan bersikap rendah hati kepada Allah, Rasul-Nya, para ulama, dan sesama muslim.
  2. Namun, rendah hati kepada orang-orang yang berbuat zalim adalah suatu kehinaan.

Continue reading “Hadits-hadits Nabi Tentang Tawadhu”

Mujahadatun Nafs

Melawan Hawa Nafsu

المُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللهِ وَالمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ

Mujahid adalah orang yang melawan dirinya dalam rangka menta’ati Allah, dan Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah larang. (HR. Ahmad)

Makna Al-Mujahadah

Ibnu Mandhur dalam Al-Lisan berkata tentang makna Al-Mujahadah, yakni: “Penyapihan jiwa dari syahwat; menjauhkan qalbu dari angan-angan yang rusak dan syahwat.” Continue reading “Mujahadatun Nafs”

Shadaqah: Pengertian dan Keutamaanya

Pengertian Shadaqah

Secara bahasa berasal dari akar kata (shodaqa) yang terdiri dari tiga huruf : Shod- dal- qaf, berarti sesuatu yang benar atau jujur. Kemudian orang Indonesia merubahnya menjadi: ‘Sedekah’.

Sedekah bisa diartikan mengeluarkan harta di jalan Allah, sebagai bukti kejujuran atau kebenaran iman seseorang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمان ، والحَمدُ لله تَمْلأُ الميزَانَ ، وَسُبْحَانَ الله والحَمدُ لله تَملآن – أَوْ تَمْلأُ – مَا بَينَ السَّماوات وَالأَرْضِ، والصَّلاةُ نُورٌ ، والصَّدقةُ بُرهَانٌ ، والصَّبْرُ ضِياءٌ ، والقُرْآنُ حُجةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ .كُلُّ النَّاسِ  يَغْدُو فَبَائعٌ نَفسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُها  رواه مسلم

“Suci adalah sebagian dari iman, membaca alhamdulillah dapat memenuhi timbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah dapat memenuhi semua yang ada diantara langit dan bumi, salat adalah cahaya, sedekah itu adalah bukti iman, sabar adalah pelita, dan AlQuran untuk berhujjah terhadap yang kamu sukai ataupun terhadap yang tidak kamu sukai. Semua orang pada waktu pagi menjual dirinya, kemudian ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang membinasakan dirinya.” (HR. Muslim). Continue reading “Shadaqah: Pengertian dan Keutamaanya”

An-Nidzam

An-Nidzam artinya adalah peraturan, tata tertib, sistem, atau tatanan. Dinul Islam disebut sebagai nidzam karena ia merupakan ajaran yang mengandung peraturan, pedoman, dan kaidah-kaidah yang tersusun dengan rapi dan sistematis. Guna lebih memahami maknanya, perhatikanlah ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengisyaratkan tentang an-nidzam ini.

Ayat-ayat yang mengisyaratkan tentang An-Nidzam

Pertama, Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 121 yang menyebutkan peristiwa yang terjadi sebelum Perang Uhud, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa allam mengatur dan menata pasukan untuk berperang. Continue reading “An-Nidzam”

8 Waktu Utama untuk Berdo’a

Do’a adalah Ibadah

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku  akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.” (QS. Ghafir: 60)

Firman Allah Ta’ala di atas mengandung  perintah agar manusia berdoa kepada-Nya. Jika mereka berdoa, niscaya Dia akan memperkenankan doanya itu. Ayat ini pun mengandung peringatan dan ancaman yang keras kepada orang-orang yang enggan beribadat kepada-Nya. Continue reading “8 Waktu Utama untuk Berdo’a”