Amanah dalam Pandangan Islam

Secara bahasa, amanah berasal dari kata bahasa Arab : أَمِنَ يَأْمَنُ أَمْناً  yang berarti aman/tidak takut.[1] Dengan kata lain, aman adalah lawan dari kata takut. Dari sinilah diambil kata amanah yang merupakan lawan dari kata khianat. Dinamakan aman karena orang akan merasa aman menitipkan sesuatu kepada orang yang amanah.

Secara istilah, ada sebagian orang yang mengartikan kata amanah secara sempit yaitu menjaga barang titipan dan mengembalikannya dalam bentuk semula. Padahal sebenarnya hakikat amanah itu jauh lebih luas. Amanah menurut terminologi Islam adalah setiap yang dibebankan kepada manusia dari Allah Ta’ala seperti kewajiban-kewajiban agama, atau dari manusia seperti titipan harta.[2] Continue reading “Amanah dalam Pandangan Islam”

Advertisements

Taubat

Makna Taubat

Menurut bahasa at-taubah berarti ar-rujuu’ (kembali), sedangkan  menurut istilah  taubat adalah kembali dari kondisi jauh dari Allah Ta’ala menuju kedekatan kepada-Nya. Juga bermakna: pengakuan atas dosa, penyesalan, berhenti, dan tekad untuk tidak mengulanginya kembali di masa yang akan datang. Continue reading “Taubat”

Tajarrud

Ustadz  Hasan Al-Banna rahimahullah berkata tentang sikap tajarrud,

أُرِيْدُ بِالتَجَرُّدِ: أَنْ تَتَخَلَّصَ لِفِكْرَتِكَ مِمَّا سِوَاهَا مِنَ الْمَبَادِئِ وَالأَشْخَاصِ، لأَنَّهَا أَسْمَى الْفِكْرِ وَأَجْمَعُهَا وَ أَعْلاَهَا

“Yang saya maksud dengan tajarrud (kemurnian) adalah bahwa engkau harus membersihkan pola pikirmu dari berbagai prinsip nilai lain dan pengaruh individu, karena ia adalah setinggi-tinggi dan selengkap-lengkap fikrah.” Continue reading “Tajarrud”

Sudahkah Shalatmu Khusyu’?

 

Semua penetapan kewajiban ibadah disampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui malaikat Jibril. Namun, tidak demikian halnya dengan shalat  yang penetapan kewajibannya disampaikan secara langsung oleh Allah Ta’ala melalui peristiwa besar, Isra’ dan Mi’raj.

Shalat adalah ibadah yang paling utama di dalam Islam. Seorang muslim diwajibkan mengerjakannya lima kali sehari semalam, di tambah lagi dengan shalat-shalat sunnah. Ia adalah amal pertama yang akan ditanyakan oleh Allah Ta’ala ketika seseorang masuk ke dalam kuburnya. Jika pada ibadah lain—misalnya  haji dan zakat—kewajibannya disyaratkan adanya istitha’ah (kemampuan)[1],  maka dalam shalat tidak ada yang dapat menggugurkan kewajibannya selagi ia masih dalam keadaan sadar. Jika tidak dapat dilakukan dengan berdiri, maka ia dapat dilakukan dengan duduk, berbaring, atau dengan isyarat. Continue reading “Sudahkah Shalatmu Khusyu’?”

Enam Hak Sosial Seorang Muslim

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan hubungan sosial orang-orang beriman bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan.

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ

“Orang mukmin terhadap orang mukmin yang lain bagaikan bangunan yang sebagiannya menyangga sebagian yang lain.” (HR Bukhari dan Muslim) Continue reading “Enam Hak Sosial Seorang Muslim”