An-Nidzam

An-Nidzam artinya adalah peraturan, tata tertib, sistem, atau tatanan. Dinul Islam disebut sebagai nidzam karena ia merupakan ajaran yang mengandung peraturan, pedoman, dan kaidah-kaidah yang tersusun dengan rapi dan sistematis. Guna lebih memahami maknanya, perhatikanlah ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengisyaratkan tentang an-nidzam ini.

Ayat-ayat yang mengisyaratkan tentang An-Nidzam

Pertama, Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 121 yang menyebutkan peristiwa yang terjadi sebelum Perang Uhud, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa allam mengatur dan menata pasukan untuk berperang. Continue reading “An-Nidzam”

8 Waktu Utama untuk Berdo’a

Do’a adalah Ibadah

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku  akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.” (QS. Ghafir: 60)

Firman Allah Ta’ala di atas mengandung  perintah agar manusia berdoa kepada-Nya. Jika mereka berdoa, niscaya Dia akan memperkenankan doanya itu. Ayat ini pun mengandung peringatan dan ancaman yang keras kepada orang-orang yang enggan beribadat kepada-Nya. Continue reading “8 Waktu Utama untuk Berdo’a”

Afatul Lisan (Bahaya Lidah)

Diantara bagian tubuh yang harus kita jaga dengan sungguh-sungguh adalah lidah atau lisan kita. Ketahuilah, sekerat daging ini dapat mendatangkan keridhoan Allah ta’ala dan membawa kita ke surga jika digunakan untuk taat kepada-Nya; namun sebaliknya, ia dapat pula mendatangkan murka Allah Ta’ala dan menjerumuskan kita ke neraka jika digunakan untuk maksiat kepada-Nya.

Perhatikanlah hadits-hadits berikut ini:

Dari Sahl bin Sa’ad As-Saidi radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang menjamin untukku bisa menjaga apa yang ada di antara dua janggutnya (janggut dan kumis) dan apa yang ada di antara kedua kakinya, maka aku menjamin surga untuknya.” (HR. Al-Bukhari no. 6474) Continue reading “Afatul Lisan (Bahaya Lidah)”

Amanah dalam Pandangan Islam

Secara bahasa, amanah berasal dari kata bahasa Arab : أَمِنَ يَأْمَنُ أَمْناً  yang berarti aman/tidak takut.[1] Dengan kata lain, aman adalah lawan dari kata takut. Dari sinilah diambil kata amanah yang merupakan lawan dari kata khianat. Dinamakan aman karena orang akan merasa aman menitipkan sesuatu kepada orang yang amanah.

Secara istilah, ada sebagian orang yang mengartikan kata amanah secara sempit yaitu menjaga barang titipan dan mengembalikannya dalam bentuk semula. Padahal sebenarnya hakikat amanah itu jauh lebih luas. Amanah menurut terminologi Islam adalah setiap yang dibebankan kepada manusia dari Allah Ta’ala seperti kewajiban-kewajiban agama, atau dari manusia seperti titipan harta.[2] Continue reading “Amanah dalam Pandangan Islam”