Khiththah Idaratul Ma’rakah

(Langkah-langkah Mengelola Pertempuran)

Oleh: KH. Hilmi Aminuddin

Dalam sebuah perjuangan dan pertempuran yang secara terus-menerus kita hadapi, yang paling pertama yang harus betul-betul mendapat perhatian adalah:

Khiththah Takhthithiyah (Strategi perencanaan)

Strategi perencanaan Insya Allah selalu mendahului setiap ma’rakah  yang dilalui dakwah kita ini. Dari awal ta’sis seluruhnya dengan perencanaan. Secara amaliyan dan tanzhimiyan seluruhnya terencana secara baik. Sudah tentu pelibatan-pelibatan terhadap perencanaan semakin luas dan akhirnya alhamdulillah, lembaga perencanaan semakin kokoh, semakin kuat, dan pelibatannya semakin luas. Insya Allah ini akan menimbulkan efek positif di dalam jama’ah dakwah kita. Continue reading “Khiththah Idaratul Ma’rakah”

Syarat Kemenangan

Oleh: KH. Hilmi Aminuddin

Ikhwan dan Akhwat Fillah…

Saya ingin mengingatkan, betapa pun kemajuan-kemajuan teknologi yang kita pakai dalam manajemen, betapa pun bagusnya teori-teori manajemen yang kita adopsi dan kita terapkan dalam jama’ah kita ini, tapi jangan lupa dengan hal yang sangat substansial, bahwa doktrin dakwah kita tidak pernah berubah. Kemenangan-kemenangan dakwah persyaratannya tidak pernah berubah: Kemenangan perjuangan hanya akan dicapai oleh kelompok, oleh jama’ah yang aqrabuhum ilallah wa ashlahuhum linnas (yang paling dekat kepada Allah dan yang paling baik kepada manusia). Tidak lebih dari itu. Continue reading “Syarat Kemenangan”

Muhasabah Dakwah

Oleh: KH. Hilmi Aminuddin

Langkah-langkah konsolidasi kita tidak akan mencapai hasil yang memadai untuk persiapan-persiapan ke depan, kecuali jika kita memulainya dengan muhasabah. Memulai  dengan evaluasi tentang langkah-langkah kita yang sudah kita ayunkan dalam jalan perjuangan dakwah ini. Sehingga kita mengetahui hal-hal yang mungkin terjadi dalam perjalanan kita yang sebagai manusia tidak pernah sepi dari kemungkinan kekhilafan, kekurangan, dan kelalaian. Semuanya secara fitri dimungkinkan terjadi. Kekhilafan-kekhilafan yang muncul dari kelemahan kemanusiaan kita adalah sesuatu yang wajar. Ketidak wajaran baru terjadi, jika kita mengabaikan evaluasi terhadap kemungkinan-kemungkinan kesalahan-kesalahan yang ditimbulkan oleh kekurangan-kekurangan tersebut. Continue reading “Muhasabah Dakwah”

Ujian Keburukan dan Kebaikan

Oleh: KH. Hilmi Aminuddin

Ikhwan dan akhwat fillah rahimakumullah…

Situasi dan kondisi kita sekarang ini, secara nasional, kita masih saja belum berhasil mengentaskan masyarakat dari krisis multidimensi. Kita juga masih mendapat ujian-ujian berupa aneka ragam musibah yang berturut-turut. Tapi kita sebagai kader dakwah, sebagai kader umat, tentu melihat setiap ujian sebagai peluang. Itu merupakan kesempatan untuk membina diri, menggembleng diri, meningkatkan kualitas diri. Continue reading “Ujian Keburukan dan Kebaikan”

Ri’ayah Da’wah

Oleh: KH. Hilmi Aminuddin

Untuk menjamin nishabul baqa (angka atau quota yang aman bagi eksistensi gerakan dakwah), qudratu ‘ala tahammul (kemampuan memikul beban/tanggung jawab), dan hayawiyatul harakah (dinamika gerakan); perlu dilakukan ri’ayah da’wah, yang meliputi:

Ri’ayah Tarbawiyah

Ini sangat penting sebagai basis dari sebuah program.  Sebuah recovery tarbiyyah. Walaupun kita juga harus tawazzun (seimbang), dalam arti, sering saya ingatkan bahwa kita ini harakah Islamiyah bukan harakah tarbawiyyah. Walaupun kita faham bahwa tarbiyah itu bukan segala sesuatu dalam jamaah ini—karena ia hanya juz’iyyatul ‘alal amal islami, tapi dia sangat menentukan segala sesuatu. Makanya jangan lalai dalam tarbiyah ini.  Saya pun bertanggung jawab jangan sampai terjadi tawarut siyasi (larut dalam dunia politik). Continue reading “Ri’ayah Da’wah”