Posted in Tarikh

Futuhat Islamiyah di Zaman Umar (Bag. 4)

Pertempuran Besar Qadisiyah

Pasukan Persia, di bawah pimpinan Argababz Rustam, bergerak dari  ibu kota Ctesiphon (Mada’in) menyeberangi sungai Tigris, melintasi daratan hijau Jazirah, menuju ke arah pertahanan pasukan Islam di lembah Qadisiyah.

Dua pasukan telah berhadap-hadapan. Pasukan Islam berjumlah 8.000 orang, pasukan Persia 60.000 orang. Bala bantuan pasukan Islam dari Suriah rupanya belum datang.  Sebelum  peperangan dimulai, Sa’ad bin Abi Waqash memimpin pasukannya menunaikan shalat dhuhur dan memberikan khutbah yang membakar semangat pasukan. Continue reading “Futuhat Islamiyah di Zaman Umar (Bag. 4)”

Posted in Tarikh

Futuhat Islamiyah di Zaman Umar (Bag. 3)

Penaklukan Persia

Pertempuran Jembatan (Mawqi’ah Al-Jisr)

Kepergian Khalid menuju Suriah[1] dipandang oleh pihak Persia sebagai kesempatan untuk merebut kembali daerah sawad (tanah subur) Arab – Irak dari pihak Islam. Kisra Persia, Yazdgerd III, menunjuk Rustam, seorang Argabadz, panglima militer tertinggi yang masih keturunan keluarga kekaisaran, untuk mempersiapkan penyerbuan. Rustam segera mengeumpulkan pasukan tempur bersenjata lengkap, dengan tentara berkuda dan berbaju baja, juga gajah yang dirangkapi besi zirah.

Mengetahui hal ini, Mutsanna segera meminta bantuan dari Madinah. Khalifah Umar lalu mengirimkan sebanyak 4.000 pasukan yang dipimpin Abu Ubaidah bin Mas’ud At-Tsaqafi. Mereka bergabung dengan pasukan Mutsanna di benteng pertahanan Hirah. Continue reading “Futuhat Islamiyah di Zaman Umar (Bag. 3)”

Posted in Tarikh

Futuhat Islamiyah di Zaman Umar (Bag. 2)

Penaklukan Palestina

Pada musim gugur tahun 635 M, Umar bin Khaththab  memerintahkan Amr bin Ash dan Syarhabil bin Hasanah beserta pasukannya bergerak ke Palestina.[1]

Menaklukan Galileia (Jalil)

Pasukan Islam bergerak melalui Golan (Jaulan).[2] Lalu memasuki Galileia[3] dan tidak mendapat kesulitan berarti menaklukan kota-kota sepanjang Galileia kecuali perlawanan kecil dari pihak Bizantium yang masih tersisa. Amr kemudian memberi jaminan keamanan dan kepemilikan kepada seluruh rakyat Galileila, lalu bergerak ke Yerusalem. Continue reading “Futuhat Islamiyah di Zaman Umar (Bag. 2)”

Posted in Tarikh

Futuhat Islamiyah di Zaman Umar bin Khathab (Bag. 1)

Penaklukan Suriah

Di masa awal kekhalifahan Umar, futuhat yang dilakukan kaum muslimin telah meliputi wilayah-wilayah yang pada awalnya dikuasai Persia (Ubulla [Apollo][1], Tsini, Walijah, Allais[2], Hirah[3], Anbar,[4] dan Ain Tamr[5]) dan Bizantium Romawi (Kota bandar Ayla [Elat], Bostra [Busra][6], Ghassaniah; yakni sebagian wilayah Syam[7]).

Menaklukkan Damaskus

Di awal pemerintahannya, Umar memerintahkan pasukan Islam untuk bergerak menuju Damaskus. Kota ini dijuluki Permata timur, sebuah kota tertua di dunia yang dihuni sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Puncak kejayaannya pada tahun 1000 SM, saat kota itu jadi ibu kota kerajaan Aramaic Suriahc, dengan nama Dar Misk (dalam bahasa Aramaic kuno artinya kota wewangi). Letaknya strategis karena berada di jalur dagang dunia. Continue reading “Futuhat Islamiyah di Zaman Umar bin Khathab (Bag. 1)”

Posted in Tarikh

Mengenal Umar bin Khaththab

Umar bin Khaththab bin Nufail bin Abdul ‘Uzza bin Riyah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luai, dan nama kunyah beliau adalah Abu Hafsh al-Quraisy al-‘Adawi.[1]

Ia dijuluki Abu Hafsh—ayah Hafshah, perempuan mulia yang menjadi isteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hafshah dinikahi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan janda karena ditinggal mati suaminya, Khunais ibn Hudzafah as-Sahami, seorang pahlawan yang gugur dalam perang Badar. Continue reading “Mengenal Umar bin Khaththab”