Kedudukan Sunnah dalam Islam (Bag. 2)

Jawaban Kepada Para Pengingkar As-Sunnah

Kelompok yang mengingkari kehujjahan As-Sunnah sudah ada sejak lama. Pada zaman Imam Asy-Syafi’i, dengan telak  mereka berhasil dilucuti kekeliruannya. Oleh karena itu, Imam Asy-Syafi’i dijuluki  Nashirus Sunnah (Pembela As-Sunnah).

Alasan-alasan yang dikemukakan kelompok ini selalu sama. Mereka saling mewariskan dan mengutip satu sama lain dari zaman ke zaman hingga masa kita. Biasanya alasan yang mereka kemukakan untuk mengingkari kehujjahan As Sunnah adalah (kami paparkan pula sanggahannya):

Continue reading “Kedudukan Sunnah dalam Islam (Bag. 2)”

Kedudukan Sunnah dalam Islam (Bag. 1)

Oleh: Farid Nu’man Hasan

Definisi

Secara bahasa (Lughatan – Etimologis):

As-Sunnah jamaknya adalah As-Sunan, Al Qadhi ‘Iyadh mengatakan arti As-Sunnah adalah Ath Thariiq (jalan/cara/metode). (Al Qadhi’ Iyadh, Ikmal Al Mu’allim, 8/80. Lihat juga Imam Al ‘Aini, ‘Umdatul Qari, 35/436). Lalu, Imam Abul Abbas Al Qurthubi mengatakan: Ath Thariiq Al Masluukah (jalan yang dilewati). (Imam Abul Abbas Al Qurthubi, Al Mufhim Lima Asykala Min Talkhishi fi Kitabi Muslim, 22/53)

Continue reading “Kedudukan Sunnah dalam Islam (Bag. 1)”