Khutbah Idul Fitri 1441 H: Menjaga Ketakwaan dengan Lima Perkara

Oleh: M. Indra Kurniawan

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Alhamdulillah, kita berpagi hari di awal bulan Syawal ini dalam fitrah Islam; kalimat keikhlasan, kemurnian tauhid; tetap berpegang teguh kepada agama nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan millah (ajaran) Nabi Ibrahim yang lurus. Continue reading “Khutbah Idul Fitri 1441 H: Menjaga Ketakwaan dengan Lima Perkara”

Shaum Ramadhan (Perspektif Aqidah, Akhlak, dan Historis)

Perspektif Aqidah

Pertama, shaum adalah barometer keimanan.

Bukankah seruan perintah shaum ditujukan kepada orang-orang yang beriman kepada Allah? Ya ayyuhalladzina amanu. Maka, bagi seorang muslim, shaum menjadi sarana pembuktian kebenaran iman dan komitmen keislamannya. Renungkan hadits riwayat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut ini,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (pilar): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”. (HR. Al-Bukhari) Continue reading “Shaum Ramadhan (Perspektif Aqidah, Akhlak, dan Historis)”

Meneladani Akhlak Rasulullah

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab, 33: 21)

Hadirin rahimakumullah…

Allah Ta’ala telah memberikan arahan kepada mereka yang mengharap rahmat-Nya; hamba-hamba yang mengharap keselamatan dan kehidupan yang hakikiki di akhirat; yang banyak mengingat-Nya; agar mengambil suri tauladan yang baik bagi mereka dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Continue reading “Meneladani Akhlak Rasulullah”

Jangan Menjadi Al-Muthaffifin!

Kaum muslimin rahimakumullah.

Diriwayatkan bahwa pada masa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah ada seorang laki-laki bernama Abu Juhainah, Ia mempunyai dua macam takaran yang besar dan yang kecil. Bila ia membeli gandum atau kurma dari para petani ia mempergunakan takaran yang besar, akan tetapi jika ia menjual kepada orang lain ia mempergunakan takaran yang kecil.

Perbuatan seperti itu menunjukkan adanya sifat tamak, ingin mencari keuntungan bagi dirinya sendiri walaupun dengan jalan merugikan orang lain.

Continue reading “Jangan Menjadi Al-Muthaffifin!”

Jadikan Ramadan Bulan Pengajaran Al-Qur’an

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

“Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.” (QS. Al-Baqarah, 2: 78).

Ayat ini berbicara tentang orang-orang Yahudi. Diceritakan bahwa di antara mereka terdapat orang-orang awam yang mengikuti saja kemauan pendeta-pendeta yang memutar balikkan isi Taurat. Orang-orang awam ini buta huruf, tidak dapat membaca dan menulis. Mereka hanya dapat menghafal kitab Taurat tetapi tidak dapat memahami makna dan kandungan isinya. Sehingga perbuatannyapun tidak mencerminkan apa yang dimaksud oleh isi Taurat itu. Mereka hanya mendasarkan sesuatu kepada sangkaan saja, tidak sampai kepada tingkat keyakinan yang berdasarkan keterangan-keterangan yang pasti yang tidak ada keraguan lagi. Continue reading “Jadikan Ramadan Bulan Pengajaran Al-Qur’an”