Pilar-pilar Utama Masyarakat Islam

Berawal dari Hijrah

Saat ruang gerak dakwah di Makkah terasa semakin sempit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berupaya mencari potensi kekuatan yang dapat melindungi jama’ah (talammusul quwwatil qudrati ‘alal jama’ah). Beliau pun mencari basis territorial/wilayah yang dapat melindungi jama’ah (talammusul qa’idatul ardhiyyatil hamiyah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  mengarahkan dakwahnya ke Thaif. Beliau datang ke sana untuk mencari pembelaan dan menyebarkan Islam. Tetapi beliau ditolak mentah-mentah dan malah dianiaya, dan dapat kembali lagi ke Makkah setelah mendapatkan jaminan keamanan dari Muth’am bin Adiy. Sebelumnya beliau telah meminta jaminan keamanan kepada Akhnas bin Syuraiq dan Suhail bin Amr, namun mereka berdua menolak secara halus.

Baca selebihnya »

Karakteristik Masyarakat Islam: Adab dan Tradisi

Masyarakat Islam memiliki kekhasan dalam tata kehidupan dan tradisi. Seluruh tatanannya terwarnai oleh nilai-nilai aqidah. Bagaimana makan dan minum, berdandan dan berpakaian, tidur dan bangun, bepergian dan bermukim, bersahabat dan berkeluarga, bekerja dan beristirahat, pernikahan dan perceraian, hubungan antara laki-laki dan perempuan, hubungan antara anak dan orang tua, hubungan dengan kerabat, hubungan antara orang kaya dan miskin, hubungan orang tua dengan yang muda, hubungan antara penjual dengan pembeli, hubungan antara pemimpin dengan rakyat, hubungan antara buruh dengan majikan, dan lain-lain.Baca selebihnya »

Masyarakat Islam: Akhlak dan Keutamaannya

Akhlak dan perilaku terpuji merupakan bagian penting bagi eksistensi masyarakat Islam. Masyarakat muslim yang hakiki memiliki gambaran karakter sebagai berikut:

Pertama, mengenal dan memahami persamaan, keadilan, kebajikan, kasih sayang, kejujuran, kepercayaan, sabar kesetiaan, rasa malu, harga diri, kewibawaan, kerendahan hati, kedermawanan, keberanian, perjuangan, pengorbanan, kebersihan, keindahan, kesederhanaan, keseimbangan, kepemaafan, kesantunan, saling nasehati, dan kerjasama.Baca selebihnya »

Masyarakat Islam: Selera dan Perasaan

Di dunia ini kita melihat ada masyarakat yang senantiasa diliputi oleh perasaan dengki, rasis (kesukuan), fanatisme kebangsaan atau diliputi oleh rasa cinta tanah air yang membabi buta. Kita jumpai mereka itu berbeda-beda dalam mernberikan sikap mendukung atau memusuhi, mencintai atau membenci, dan perasaan marah atau ridha (senang).Baca selebihnya »

Masyarakat Muslim: Pemikiran dan Pemahaman

Mukaddimah

Masyarakat Islam diwarnai oleh pemikiran dan pemahaman yang menentukan pandangannya terhadap segala persoalan, peristiwa, tingkah laku seseorang, nilai dan lain sebagainya. Masyarakat Islam menentukan ini semuanya dari sudut pandang Islam, mereka tidak mengambil hukum kecuali dari sumber referensi Islam yang bersih dan jernih dari kotoran-kotoran dan penambahan-penambahan, sebagai akibat dari rusaknya zaman.Baca selebihnya »