Kisah Nabi Musa dan Bani Israil

Keluarnya Bani Israil dari Mesir.

Di pembahasan materi sebelumya telah dikemukakan bahwa Nabi Musa ‘alaihis salam membawa Bani Israil keluar dari Mesir sebagaimana diperintahkan Allah Ta’ala kepadanya, “Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli’” (QS. As-Syu’ara, 26: 52)

Para mufassir menjelaskan, bala tentara yang dikerahkan Fir’aun pada saat pengejaran Bani Israil berjumlah sangat besar; terdiri dari 1,6 juta personil dengan 100 ribu ekor kuda. Fir’aun mengejar Bani Israil hingga ke ufuk Timur, hingga kedua kelompok telah saling melihat satu sama lain. Continue reading “Kisah Nabi Musa dan Bani Israil”

Dakwah Nabi Musa kepada Fir’aun

Setelah Musa ‘alaihissalam menetap di Madyan kurang lebih 10 tahun, hatinya mulai rindu dengan kampung halamannya, maka Ia pun berazam kembali ke negeri Mesir bersama keluarganya dan anak-anaknya. Di tengah perjalanan dan di tengah kegelapan malam yang dingin, sementara isterinya dalam keadaan hamil tua dan lemah fisiknya. Nabi Musa ‘alaihissalam merasa bingung menghadapi hal ini, pandangannya menerawang ke atas langit berharap ada sesuatu yang dapat mengeluarkannya dari lingkaran kebingungannya, kemudia Ia melihat disamping bukit ada secercah cahaya yang disangkanya api. Continue reading “Dakwah Nabi Musa kepada Fir’aun”

Manhaj Dakwah dalam Kisah Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam

Oleh: M. Indra Kurniawan

Sayyid Qutb rahimahullah menyatakan dalam tafsirnya Fi Zhilalil Qur’an, bahwa satu-satunya surah yang Allah Ta’ala turunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada masa-masa sulit dalam sejarah dakwah dan kehidupannya, adalah surah Yusuf. Surah ini diturunkan antara ‘amul huzni (tahun duka cita karena kematian Abu Thalib dan Khadijah) dan masa baiat Aqabah pertama yang dilanjutkan dengan Baiat Aqabah kedua. Pada saat itu selain mengalami kesedihan karena ditinggal dua orang yang menjadi sandarannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengalami kesedihan akibat pengasingan dan keterputusan hubungan di tengah-tengah masyarakat Quraisy. Continue reading “Manhaj Dakwah dalam Kisah Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam”

Nabi Nuh ‘Alaihis Salam

Nabi Nuh ‘alaihis salam adalah rasul pertama yang diutus kepada penduduk bumi setelah Idris, Syits dan Adam ‘alahimus salam. Telah diriwayatkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pada hadits tentang syafaat bahwa manusia yang berkumpul di mahsyar berkata kepada Nuh ‘alaihis sallam setelah mereka mendatangi Adam ‘alaihis sallam,

يَا نُوحُ إِنَّكَ أَنْتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ وَقَدْ سَمَّاكَ اللَّهُ عَبْدًا شَكُورًا اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ أَلاَ تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ 

“Wahai Nuh, engkau adalah rasul pertama yang diutus kepada penduduk bumi, dan Allah telah menamakanmu hamba yang bersyukur. Maka mintalah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat keadaan kami? (HR. Bukhari). Continue reading “Nabi Nuh ‘Alaihis Salam”

Pelajaran dari Kisah Adam ‘Alaihissalam

Dalam kisah Adam ‘alaihis salam terdapat beberapa pelajaran yang patut direnungkan dan dijadikan cermin, kami ungkapkan di antaranya:

Pertama, manusia hendaknya selalu memperhatikan perintah dan larangan Allah Ta’ala, serta mewaspadai berbagai hambatan dari Iblis dan para pengikutnya.

Allah Ta’ala memerintahkan kepada Adam ‘alaihis salam untuk tinggal di surga bersama istrinya sebagaimana disebutkan ayat berikut,

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا

“Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai….” Continue reading “Pelajaran dari Kisah Adam ‘Alaihissalam”