Mengenal Madzhab Imam Malik (Bag. 3)

Dasar Umum Istinbath dalam Madzhab

Dasar-dasar yang menjadi sandaran dan sumber yang darinya hukum syariah diambil dalam madzhab Maliki sangat banyak. Ibnu Wahab mengutip apa yang disampaikan oleh Imam Malik mengenai hal ini, “Hukum yang digunakan untuk memutuskan perkara diantara manusia itu ada dua: Apa yang ada dalam kitab Allah, atau apa yang ditegaskan oleh sunnah; maka itu adalah hukum yang wajib, dan itulah yang tepat. Sedangkan hukum yang merupakan ijtihad orang yang berilmu dengan pendapatnya, semoga ia mendapat taufiq”. [1]

Perkataan Imam Malik ini menunjukkan bahwa dasar istinbath menurutnya tidak lepas dari salah satu dari dua hal: dasar nash naqli ataupun dasar aqli ijtihadi. Continue reading “Mengenal Madzhab Imam Malik (Bag. 3)”

Mengenal Madzhab Imam Malik (Bag. 2)

Fase dan Periodisasi Sejarah Madzhab

Pertama, fase kemunculan dan pembentukan (110 H – 300 H)

Fase ini dimulai sejak Imam Malik rahimahullah menjabat sebagai mufti dan orang-orang menyerahkan kepadanya posisi imam pada tahun 110 H, dan selesai dengan berakhirnya abad ketiga.

Fase ini dihiasi dengan kejeniusan sekelompok murid Imam Malik dan murid-murid mereka, diantaranya adalah: Al-Qadhi Ismail bin Ishaq (wafat 282 H), pengarang kitab Al-Mabsuth, buku terakhir yang terbit pada fase ini. Continue reading “Mengenal Madzhab Imam Malik (Bag. 2)”

Mengenal Madzhab Imam Malik (Bag. 1)

Beliau adalah Abu Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Ghaiman bin Khutsail bin Amr bin al-Harits Dzu Ashbah[1] al Himyari[2] al-Ashbahi al-Madani.

Imam Malik dilahirkan pada tahun 93 H di masa kekhalifahan Sulaiman bin Abdul Malik bin Marwan, di desa Dzul Marwah yang berjarak sekitar 160 kilometer sebelah utara kota Madinah.[3]

Ibunya adalah Aliyah binti Syuraik al-Azdiyah, seorang wanita shalihah yang sangat mengagungkan ilmu dan ulama. Imam Malik  tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mencintai ilmu. Kakek beliau adalah Malik bin Abi amir (wafat 94 H), termasuk tokoh senior dan ulama tabi’in, yang meriwayatkan hadits dari Umar, Utsman, dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhum. Anak-anaknya meriwayatkan darinya, diantara mereka adalah Anas ayah Imam Malik. Paman beliau adalah Abu Suhail Nafi’ bin Malik (wafat 140 H), salah satu guru dari Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri. Continue reading “Mengenal Madzhab Imam Malik (Bag. 1)”

Mengenal Madzhab Imam Abu Hanifah (Bag. 3)

Dasar Umum Istinbath dalam Madzhab

Abu Hanifah rahimahullah tidak menjelaskan secara detail manhaj (metode) yang dijadikan pedoman dalam membangun madzhabnya, tidak juga menjelaskan kaidah terperinci yang menjadi landasan dalam penelitian dan ijtihadnya, namun telah diriwayatkan darinya  riwayat yang menjelaskan rambu dan metode umum yang dijadikan sandaran dalam membangun kaidah madzhab dan landasan dasarnya. Diantara riwayat tersebut adalah: Continue reading “Mengenal Madzhab Imam Abu Hanifah (Bag. 3)”

Mengenal Madzhab Imam Abu Hanifah (Bag. 2)

Fase dan Periodeisasi Sejarah Madzhab Hanafi

Madzhab Hanafi pertama kali muncul pada abad kedua Hijriyah, tepatnya pada tahu 120 Hijriyah saat Abu Hanifah menduduki jabatan mufti dan pengajar menggantikan gurunya, Hammad bin Sulaiman.[1]

Abu Hanifah memiliki murid-murid dan pengikut yang  selalu menghadiri halaqahnya, membukukan pendapat-pendapatnya, dan menyebarkannya. Diantara mereka itu  ada dua orang pengikutnya yang memiliki andil yang cukup besar, yaitu Abu Yusuf Ya’qub bin Ibrahim Al-Anshori  dan Muhammad bin Al-Hasan. Continue reading “Mengenal Madzhab Imam Abu Hanifah (Bag. 2)”