Berdo’a dengan Mengangkat Kedua Tangan (Bag. 2)

Berdoa setelah shalat wajib; apakah mengangkat tangan?

Hal ini menjadi perselisihan pendapat di antara para ulama. Ada dua tema perbedaan mereka; Pertama. Adakah doa setelah shalat? Kedua. Jika ada, apakah juga mengangkat tangan?

 Pertama: Adakah Doa setelah Shalat Wajib?

Sebagian ulama menyatakan TIDAK ADA doa setelah shalat wajib, yang ada hanyalah dzikir. Inilah pandangan Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qayyim, Syaikh Ibnu Baz, Syaikh ‘Utsaimin, dan lain-lain. Bagi mereka doa itu adanya dalam shalat, karena saat itulah ketika seorang hamba sedang berkomunikasi dengan Rabbnya. Bagi mereka, tidak ada dasarnya berdoa setelah shalat wajib dan sunah. Apa alasan syar’inya?

Continue reading “Berdo’a dengan Mengangkat Kedua Tangan (Bag. 2)”

Mengenal Madzhab Imam Malik (Bag. 4)

Madrasah dan Perguruan Madzhab Maliki

Al-Qadhi Iyadh mengklasifikasikan murid-murid Imam Malik berdasarkan kota dan negeri mereka menjadi enam kelompok, yaitu: Penduduk Madinah, penduduk Iraq dan Masyriq, penduduk Hijaz dan Yaman, penduduk Qoirawan (Afrika), penduduk Andalusia, dan penduduk Syam.

Penyebaran mereka ke berbagai penjuru dunia dengan segala perbedaan lingkungan dan adat istiadat, perbedaan capaian ilmu dan pemahaman, perbedaan kualitas interaksi murid dengan guru dan komitmen mereka dengan dasar-dasar hukum yang bermacam-macam yang telah dicanangkan gurunya, serta tingkat komitmen mereka mengikuti metode guru dalam masalah fiqih dan fatwa, menyebabkan munculnya perguruan yang bermacam-macam dalam fiqih Maliki, dan setiap perguruan memiliki metode ilmiah yang membedakannya dengan madrasah lain. Perguruan tersebut bisa digolongkan dalam kelompok berikut ini:

Continue reading “Mengenal Madzhab Imam Malik (Bag. 4)”

Menunaikan Haji dan Umrah (Bag. 4)

Perbekalan Haji

Pergi haji adalah perjuangan yang cukup panjang. Maka, dibutuhkan perbekalan yang mecukupi, khususnya perbekalan yang bisa memudahkan baginya mencapai derajat haji yang mabrur.

Bekal Taqwa

Allah Ta’ala berpesan kepada para jamaah haji,

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Berbekal-lah, maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa.” (QS. Al Baqarah, 2: 197) Continue reading “Menunaikan Haji dan Umrah (Bag. 4)”

Menunaikan Haji dan Umrah (Bag. 3)

Keutamaan Ibadah Haji

Haji Merupakan Amal yang Paling Utama

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ فَقَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ حَجٌّ مَبْرُورٌ

“Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Amal apakah yang paling utama?” Beliau menjawab: “Iman kepada Allah dan RasulNya.” Ditanya lagi: “Lalu apa?” Beliau menjawab: “Jihad fisabilillah.” Ditanya lagi: “Lalu apa?” Beliau menjawab: “Haji Mabrur.” (HR. Bukhari No. 26, 1447. Muslim No. 83) Continue reading “Menunaikan Haji dan Umrah (Bag. 3)”

Menunaikan Haji dan Umrah (Bag. 2)

Pelaksanaan Ibadah Umrah

Diawali ihram, yaitu memakai pakaian ihram setelah mandi dan wudhu, kemudian shalat dua rakaat dan berniat ihram. Tempat pemberangkatan umrah (miqat) adalah dari tempat-tempat berikut ini: Dzulhulaifah (untuk jama’ah yang berangkat dari Madinah), Juhfah (untuk jama’ah yang berangkat dari Mesir atau Suriah), Qarnul Manazil (untuk jama’ah yang berangkat dari arah Najd, termasuk Indonesia jika dengan pesawat terbang), Yulamlam (untuk jama’ah yang berangkat dari Yaman dan India, termasuk Indonesia jika dengan kapal laut), Dzati Iraq (untuk jama’ah yang berangkat dari Iraq), dan Makkah (untuk jama’ah orang Makkah). Continue reading “Menunaikan Haji dan Umrah (Bag. 2)”