Fadhailud Da’wah

Syarah Rasmul Bayan Materi Fadhailud Dawah (Keutamaan Dakwah)

Ada tiga hal utama dalam kehidupan manusia:

Pertama, risalah udzma (misi agung), yakni ‘ubudiyyah, penghambaan kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat, 51: 56)

Lanjutkan membaca “Fadhailud Da’wah”

Mabadi Istimrariyatit Tarbiyah

Prinsip Kesinambungan Tarbiyah

Diantara tujuan Tarbiyah Islamiyah yang pokok adalah membentuk individu muslim yang memiliki kepribadian sebagai berikut:

Pertama, al-imanul kamil (keimanan yang sempurna). Yakni iman kepada Allah Ta’ala, iman kepada Ar-Rasul, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan iman kepada Al-Islam.

فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلنُّورِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلْنَا ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. At-Taghabun, 64: 8)

Lanjutkan membaca “Mabadi Istimrariyatit Tarbiyah”

Wasailut Tarbiyah

Sarana-sarana Kegiatan Tarbiyah

Ada banyak sarana yang dapat dipakai oleh gerakan dakwah dalam melakukan aktivitas tarbiyah—khususnya tarbiyyah takwiniyyah atau tarbiyyah nukhbawiyyah (pengkaderan da’i). Setiap organisasi dan gerakan dakwah memiliki metode yang khas dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang ada padanya.

Salah satu gerakan dakwah yang dikenal memiliki keunggulan dalam konsep pengkaderan adalah organisasi Al-Ikhwan Al-Muslimun (IM). Konsep pengkaderan mereka banyak menginspirasi berbagai organisasi lainnya di dunia Islam termasuk beberapa organisasi Islam di Indonesia, seperti PUI, PKS, Wahdah Islamiyyah, Hasmi, dan lain-lain.

Lanjutkan membaca “Wasailut Tarbiyah”

Al-Ukhuwatul Islamiyah

Persaudaraan Islam

Pilar keempat yang menopang takwinu ruhil jama’ah (pembentukan semangat berjama’ah), setelah al-I’tisham billah (berpegang teguh kepada tali Allah), ta’liful qulub (menautkan hati), dan ‘adamut tafarruq (tidak bercerai-berai), adalah al-ukhuwwatul Islamiyah (persaudaraan Islam).

Al-ukhuwwatul Islamiyah yang dimaksud adalah terbangunnya al-ittishal (hubungan) di dalam tubuh umat, jama’ah, dan masyarakat Islam ini, baik fardiyyan (bersifat personal) maupun jama’iyyan (kolektif). Lanjutkan membaca “Al-Ukhuwatul Islamiyah”

Sebab-sebab Tafarruq dan Solusinya

Asbabut Tafarruqi wa ‘Ilajuha

Kita telah mengetahui dua pilar utama pengokoh takwinu ruhil jama’ah (pembentukan semangat persatuan, kesatuan, atau kebersamaan): Pertama, al-i’tisham bi habli-Llah (berpegang teguh pada tali Allah) dan Kedua, ta’liful qulub (pertautan hati).

Selanjutnya kita perlu mengetahui perkara yang dapat menghancurkan takwinu ruhil jama’ah tersebut, yakni tafarruq (bercerai berai/ berpecah belah). Kita perlu memahami sebab-sebab tumbuhnya tafarruq agar dapat bertindak preventif.

Lanjutkan membaca “Sebab-sebab Tafarruq dan Solusinya”