Pilar-pilar Utama Masyarakat Islam

Berawal dari Hijrah

Saat ruang gerak dakwah di Makkah terasa semakin sempit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berupaya mencari potensi kekuatan yang dapat melindungi jama’ah (talammusul quwwatil qudrati ‘alal jama’ah). Beliau pun mencari basis territorial/wilayah yang dapat melindungi jama’ah (talammusul qa’idatul ardhiyyatil hamiyah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  mengarahkan dakwahnya ke Thaif. Beliau datang ke sana untuk mencari pembelaan dan menyebarkan Islam. Tetapi beliau ditolak mentah-mentah dan malah dianiaya, dan dapat kembali lagi ke Makkah setelah mendapatkan jaminan keamanan dari Muth’am bin Adiy. Sebelumnya beliau telah meminta jaminan keamanan kepada Akhnas bin Syuraiq dan Suhail bin Amr, namun mereka berdua menolak secara halus.

Baca selebihnya »

Membangun Pemerintahan Islam

Oleh: Kikik Yaranusa

Membangun Pemerintahan Islam adalah suatu kemestian, ia adalah wajib secara syar’i maupun aqli. Namun yang menjadi perbedaan pendapat adalah bagaimana membangun pemerintahan Islam dan bagaimana memperbaiki pemerintahan Islam yang tidak sesuai dengan pandangan syariah Islam.

Islam tidak menghendaki revolusi atau kudeta kekuasaan yang melahirkan pertumpahan darah, perang saudara dan pertikaian secara fisik sesama umat Islam yang berkepanjangan. Dalam banyak kasus keburukan akibat model perebutan kekuasaan seperti ini lebih banyak mudharatnya daripada maslahatnya. Islam melarang pula memaksakan kehendak satu kelompok atas kelompok lainnya, walaupun kelompok tersebut memiliki kekuasaan.Baca selebihnya »

Iqomatud Din

Menegakkan Agama

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita bagaimana dakwah yang manhaji (sistematis). Jauh dari sikap dan tindakan emosional (infi’aliyah), reaksioner, nekad, ceroboh, atau sembrono (tahawwur); apalagi bertindak asal-asalan (‘afawiyyah), tanpa bashirah (ilmu/pandangan jauh ke depan), atau beramal secara tarqi’iyyah (tambal sulam).

Dalam perjuangannya menegakkan agama Islam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu sabar melangkah dan memperhatikan realita. Ada dua marhalah (fase) yang beliau lalui dalam gerak dakwahnya: marhalatut ta’sis (al-makkiyyah) dan marhalatut tamkin (al-madaniyyah). Di antara dua marhalah itu ada peristiwa al-hijrah (hijrah) sebagai nuqthatut tahwil (titik peralihan).

Baca selebihnya »

Daurusy Syabaabi Fi Hamli Risalati

Peran Pemuda dalam Mengemban Risalah

Jika kita mencermati profil para sahabat Rasulullah, dapatlah diketahui banyak sekali diantara mereka itu adalah para pemuda:

Usamah bin Zaid (18 tahun). Memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar sahabat seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di masa itu.

Sa’d bin Abi Waqqash (17 tahun). Yang pertama kali melontarkan anak panah di jalan Allah. Termasuk dari enam orang ahlus syuro.

Al Arqam bin Abil Arqam (16 tahun). Menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasul shallallahu’alahi wasallam selama 13 tahun berturut-turut.

Baca selebihnya »

Kaifa Yatakayyafu bil Islam?

Setelah mengulas materi-materi ushulud da’wah sebelumnya, dari materi Ghazwul Fikri sampai materi Fiqhud Da’wah, kita memahami kewajiban seorang muslim—terlebih lagi para da’i—untuk selalu beradaptasi dengan ajaran Islam; selalu berputar dan menyesuaikan diri dengan roda Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan hal ini dengan sangat indah sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,

أَلَا إِنَّ  رَحَى الْإِسْلَامِ دَائِرَةٌ ، فَدُورُوا مَعَ الْكِتَابِ حَيْثُ دَارَ ، أَلَا إِنَّ الْكِتَابَ وَالسُّلْطَانَ سَيَفْتَرِقَانِ ، فَلَا تُفَارِقُوا الْكِتَابَ ، أَلَا إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ  يَقْضُونَ لِأَنْفُسِهِمْ مَا لَا يَقْضُونَ لَكُمْ ، إِنْ عَصَيْتُمُوهُمْ قَتَلُوكُمْ ، وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ أَضَلُّوكُمْ ” قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ نَصْنَعُ ؟ قَالَ : ” كَمَا صَنَعَ أَصْحَابُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ، نُشِرُوا بِالْمَنَاشِيرَ ، وَحُمِلُوا عَلَى الْخَشَبِ ، مَوْتٌ فِي طَاعَةِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ حَيَاةٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ “

Baca selebihnya »