Kaidah 5: Da’i Wajib Mengoptimalkan Upaya Manusiawi Seraya Memohon Bantuan Rabbani

Allah Ta’ala menghendaki dakwah ini dilakukan dengan upaya manusiawi. Oleh karena itu seorang da’i hendaknya mampu memanfaatkan segala sarana dan menempuh proses dalam upaya dakwahnya. Perhatikanlah keteladanan yang diperlihatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; beliau melakukan upaya dakwah dengan menggunakan segala sarana yang ada di masanya. Beliau tidak berpikir, “Toh wahyu turun kepadaku. Tentu akan selalu ada jalan.”

Penerapan kaidah dakwah ini bisa kita lihat dalam rentetan peristiwa sirah nabawiyah. Contohnya, dalam Perang Uhud ketika sebagian sahabat yang menjadi pasukan pemanah melanggar komando Rasul; maka meskipun Rasulullah berada di sekitar mereka dan wahyu turun kepadanya, kegagalan tetap menimpa karena mereka tidak mengambil langkah yang seharusnya. Continue reading “Kaidah 5: Da’i Wajib Mengoptimalkan Upaya Manusiawi Seraya Memohon Bantuan Rabbani”

Amradhul Ummati Fi Dakwah

(Penyakit Umat di Dalam Dakwah)

Setelah menyimak beberapa pembahasan sebelumnya, kita mengetahui bahwa problematika dan tantangan yang dihadapi umat Islam hari ini tidaklah ringan. Upaya penyadaran umat dengan dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar tidak dapat berjalan efektif jika hanya mengandalkan amal individual (al-infiradiyyah).

Dampak Al-Infiradiyyah

Al-infiradiyyah di dalam dakwah adalah penyakit yang harus segera diobati. Karena ia akan berdampak pada mentalitas (al-ma’nawiyyah) dan aktivitas (al-‘amaliyyah) seorang da’i. Continue reading “Amradhul Ummati Fi Dakwah”

Asbabul Jahiliyyah

(Sebab-sebab Munculnya Kejahiliyahan)

Makna Jahiliyyah

Umar ibn Khaththab radhiallahu ‘anhu berkata,

إنَّمَا تُنْقَضُ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً إذَا نَشَأَ فِي الْإِسْلَامِ مَنْ لَمْ يَعْرِفْ الْجَاهِلِيَّةَ

“Sesungguhnya ikatan Islam itu hanyalah akan terurai satu per satu apabila di dalam Islam tumbuh orang yang tidak mengetahui perkara jahiliyyah.”

Ungkapan Umar di atas adalah peringatan bagi umat Islam sepanjang zaman agar mewaspadai kejahiliyyahan yang dapat memusnahkan agama. Kita hendaknya memahami dan mengenal apa itu jahiliyyah agar mampu menjaga agama ini dari hal-hal yang dapat merusaknya cepat atau lambat.

***** Continue reading “Asbabul Jahiliyyah”

Ringkasan Risalah IM Tahta Rayati Muhammad wa Fi Sabili Hadihi

Al-Ikhwanul Muslimun di Bawah Panji Al-Qur’an

Dakwah Al-Ikhwan Al-Muslimun (IM) pertama kali hadir di saat banyak terjadi tragedi kemanusiaan, kegelapan zaman, keprihatinan di seluruh aspek kehidupan umat. Ia kemudian hadir dengan karakter yang unik: tenang namun lebih bergemuruh dari tiupan angin topan; rendah hati, namun lebih tegar dari gunung yang tinggi; terbatas, namun jangkauannya lebih luas dari belahan bumi; tidak memiliki perilaku menipu dan gemerlap yang penuh dusta. Ia hadir dengan keagungan kebenaran, keindahan wahyu, dan pemeliharaan Allah. Bersih dari berbagai kerakusan nafsu dan kepentingan pribadi. Continue reading “Ringkasan Risalah IM Tahta Rayati Muhammad wa Fi Sabili Hadihi”

Fadhailud Da’wah (Keutamaan Dakwah)

Dakwah adalah aktivitas menyeru manusia kepada Allah Ta’ala dengan hikmah dan pelajaran yang baik dengan harapan agar objek dakwah (mad’u) yang kita dakwahi beriman kepada Allah Ta’ala dan mengingkari thaghut (semua yang diabdi selain Allah) sehingga mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.

Jika kita mencermati ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita akan banyak menemukan pembicaraan mengenai fadhail (keutamaan) dakwah yang luar biasa. Penting bagi kita untuk mengetahui, memahami, dan menghayati tentang keutamaan dakwah ini, agar memiliki motivasi yang kuat untuk berdakwah dan bergabung bersama kafilah dakwah dimanapun ia berada; juga dapat menjaga konsistensi, semangat, serta menjadikan kita merasa ringan menghadapi beban dan rintangan dakwah betapapun beratnya. Continue reading “Fadhailud Da’wah (Keutamaan Dakwah)”