Hizbus Syaithan

Menjadikan Syaithan Sebagai Musuh

Allah Ta’ala  telah menciptakan berbagai makhluk dari asal kejadian yang berbeda-beda. Dia menciptakan manusia berasal dari tanah,

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (QS. Al-Hijr, 15: 26)

Menciptakan jin berasal dari api,

وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ

“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr, 15: 27) Continue reading “Hizbus Syaithan”

Pilar-pilar Kebangkitan Umat

Allah Ta’ala berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” (QS. Ali Imran, 3: 110)

Ayat ini menyebutkan bahwa umat yang paling baik di dunia adalah umat yang mempunyai dua macam sifat, yaitu mengajak kepada kebaikan serta mencegah kemungkaran, dan senantiasa beriman kepada Allah. [1]

Semua sifat itu telah dimiliki oleh kaum muslimin di masa nabi dan telah menjadi darah daging dalam diri mereka karena itu mereka menjadi kuat dan jaya. Dalam waktu yang singkat mereka telah dapat menjadikan seluruh tanah Arab tunduk dan patuh di bawah naungan Islam, hidup aman dan tenteram di bawah panji-panji keadilan, padahal mereka sebelumnya adalah umat yang berpecah belah selalu berada dalam suasana kacau dan saling berperang antara sesama mereka. Bahkan Islam semakin melebarkan sayapnya hingga ke wilayah-wilayah Persia dan Romawi serta tersebar ke seluruh penjuru bumi. Ini adalah berkat keteguhan iman dan kepatuhan mereka menjalankan ajaran agama dan berkat ketabahan dan keuletan mereka menegakkan amar makruf dan mencegah kemungkaran. Continue reading “Pilar-pilar Kebangkitan Umat”

Berpartisipasi dalam Amal Jama’i bersama Masyarakat

Manusia adalah makhluk sosial. Mereka memiliki kebutuhan, kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia yang lain. Hal ini merupakan    fithrah basyariyah (naluri manusia) sejak awal penciptaan mereka. Dalam Tafsir Ibnu Katsir digambarkan keadaan Adam ‘alaihissalam sebelum kedatangan Hawwa dengan ungkapan “berjalan-jalan sendirian dan kesepian”. Setelah kedatangan Hawwa, lahirlah keturunan dari mereka, laki-laki atau perempuan, sehingga jumlahnya menjadi milyaran umat manusia seperti sekarang ini.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya[1] Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain,[2] dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa: 1) Continue reading “Berpartisipasi dalam Amal Jama’i bersama Masyarakat”

Zionisme Internasional

Zionisme adalah gerakan politik yang digulirkan oleh sekelompok Yahudi yang memiliki cita-cita mendirikan negara bagi bangsa Yahudi di Palestina. Lebih jauh lagi mereka pun memiliki tujuan menciptakan pemerintahan Yahudi/Israel Raya yang merujuk kepada masa keemasan bangsa Israel pada masa pemerintahan Nabi Sulaiman. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh David Ben Gurion dalampidatonya di depan mahasiswa Universitas Ibrani tahun 1950, Setiap kalian wajib berjuang dan bekerja keras dalam perang dan diplomasi, hingga tiba saatnya berdiri imperium Israel Raya yang wilayahnya membentang dari Sungai Nil sampai Sungai Eufrat”[1]

Zionisme diambil dari kata Zion, nama sebuah bukit yang berada di sebelah barat daya kota Al Quds (Yerusalem) yang menurut kaum Zionis Yahudi, Zion merupakan tempat berdirinya Kerajaan Nabi Sulaiman. Disanalah mereka ingin mendirikan sebuah kekuasaan dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.[2] Kata Zion pada masa awal sejarah Yahudi menjadi sinonim dengan penyebutan untuk kota Yerusalem. Setiap tahun, bangsa Yahudi memiliki adat untuk berhaji menuju bukit Zion sebagai bagian dari ibadah tahunan mereka.[3] Continue reading “Zionisme Internasional”

Ila Syabab Wa Ila Thalabati Khasah

(Ringkasan)

Risalah Ila Syabab Wa Ila Thalabati Khasah (Kepada Para Pemuda dam Secara Khusus Para Mahasiswa) ditulis oleh Hasan Al-Banna, Mursyid Aam Al-Ikhwa Al-Muslimun (IM), sekitar tahun 1940 – 1941.

Kandungan Risalah

  1. Ajakan kepada para pemuda untuk turut serta dalam proyek kebangkitan.
  2. Penegasan bahwa fikrah/gagasan yang harus menjadi dasar perjuangan dalam proyek kebangkitan itu adalah Islam.
  3. Penjelasan langkah-langkah perjuangan yang dilakukan IM.
  4. Berbagai jawaban dan penegasan tentang berbagai isu: syumuliyatul Islam, nasionalisme, tuduhan memecah persatuan/kesatuan bangsa, dan tuduhan sebagai kaki tangan asing).

Continue reading “Ila Syabab Wa Ila Thalabati Khasah”