Al-Istiqamah

Setelah mengenal al-haq dan berpegang teguh pada urwatul wutsqa, sikap yang harus kita jaga selanjutnya adalah beristiqamah, yakni tetap teguh berdiri bersama al-haq hingga akhir hayat. Inilah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala kepada para nabi dan rasul serta seluruh pengikutnya,

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Maka tetaplah (istiqamahlah kamu pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Q.S. Hud, 11:112)

Continue reading “Al-Istiqamah”

Al-Furqan

Pembeda Al-Haq dan Al-Bathil

Ada garis pembeda yang memisahkan antara al-haq dan al-bathil; antara petunjuk dan kesesatan.

Sumber dari al-haq adalah Allah Ta’ala, sedangkan sumber al-bathil adalah at-thaghut (syaithan, dukun, berhala, dan seluruh pemimpin kesesatan). Maka, penolong bagi al-haq dan para pendukungnya adalah Allah Ta’ala, sedangkan penolong bagi al-bathil dan para pendukungnya adalah at-taghut.

Al-Haq adalah an-nur (cahaya), yakni keimanan, ilmu, dan petunjuk; sedangkan al-bathil adalah ad-dzulumat (kegelapan), yakni kekufuran, kebingungan, syubhat-syubhat, dan kejahilan.

Continue reading “Al-Furqan”

Syuruthul Intifa’i bil-Qur’an

Syarat-syarat dalam Mengambil Manfaat dari Al-Qur’an

Dalam pembahasan Asmaul Qur’an kita telah mengetahui bahwa Al-Qur’an adalah kitab petunjuk (al-huda), pembeda (al-furqan), rahmat (ar-rahmah), cahaya (an-nur), roh (ar-ruh), obat (asy-syifa), kebenaran (al-haq), penjelasan (al-bayan), pelajaran (al-mauidzah), dan pemberi peringatan (ad-dzikr).

Ringkasnya, kita dapat menyimpulkan bahwa Al-Qur’an adalah kitab Allah Ta’ala yang mengandung banyak keberkahan bagi manusia.

Allah Ta’ala berfirman,

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ

“Dan ini (Al-Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi…” (QS. Al-An’am, 8: 92) Continue reading “Syuruthul Intifa’i bil-Qur’an”

Nataijut Taqwa

Buah-buah Ketakwaan

Dari pembahasan sebelumnya kita telah mengetahui bahwa al-ibadatus salimah (ibadah yang benar) akan menghasilkan ketakwaan di dalam jiwa. Lalu apakah keuntungan yang dapat kita peroleh jika kita menjadi orang yang bertakwa? Berikut ini penjelasan singkatnya.

Pertama, memperoleh ar-rahmah (rahmat Allah Ta’ala).

Hal ini ditegaskan oleh firman-Nya,

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ

“…rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-A’raf, 7: 156) Continue reading “Nataijut Taqwa”

Akhtharu Nisyanil Qur’an

Bahaya Melupakan Al-Qur’an

Dalam pembahasan Makanatul Qur’an kita telah mengetahui bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang mengandung kabar berita, hukum dan syariah, aturan jihad, pendidikan, dan pedoman hidup.

Kemudian di pembahasan Muqtadha Al-Imani bil-Qur’an kita telah mengetahui konsekuensi keimanan kepadanya, yaitu mengakrabinya, membina diri dengannya, tunduk kepada hukum-hukumnya, menyeru manusia kepadanya, dan menegakkannya di muka bumi.

Lalu apa akibatnya jika kita melupakan dan tidak mempedulikan Al-Qur’an? Continue reading “Akhtharu Nisyanil Qur’an”