Tadabbur Al-Qur’an Surat ‘Abasa (Bag. 1)

Asbabun Nuzul

Latar belakang turunnya surat ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Ummul Mu’minin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berikut ini:

أُنْزِلَ عَبَسَ وَتَوَلَّى فِي ابْنِ أُمِّ مَكْتُوْمٍ الأَعْمَى أَتَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ يَقُوْلُ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَرْشِدْنِي، وَعِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ مِنْ عُظَمَاءِ الْمُشْرِكِيْنَ فَجَعَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْرِضُ عَنْهُ وَيُقْبِلُ عَلَى الآخَرِ وَيَقُوْلُ أَتَرَى بِمَا أَقُوْلُ بَأْسًا فَيَقُوْلُ لاَ فَفِي هَذَا أُنْزِلَ

“Diturunkan ‘Abasa wa Tawallaa’ berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta, ia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata : ‘Wahai Rasulullah berilah saya bimbingan’. Sedangkan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat itu ada salah seorang pembesar kaum musyrikin. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpaling dari Ibnu Ummi Maktum dan berbalik ke arah lelaki pembesar musyrikin tersebut, lalu beliau berkata: ‘Apakah menurutmu apa yang aku sampaikan kepadamu ini baik?”, maka lelaki pembesar musyrikin itu menjawab: ‘Tidak’. Tentang peristiwa inilah turun surat ‘Abasa.” (HR At-Tirmidzi no 2651) Continue reading “Tadabbur Al-Qur’an Surat ‘Abasa (Bag. 1)”

Tadabbur Surat Al-Ma’un

Surat Al-Ma’un adalah surat ke 107 dari Al-Qur’an yang terdiri dari 7 ayat; menurut jumhur ulama ia tergolong surat Makkiyah—sedangkan menurut Ibnu Abbas dan Qatadah ia adalah surat Madaniyyah—turun sesudah surat at-Takatsur. Sebagian ulama berpendapat bahwa bagian awal surat ini (ayat 1-3) menyinggung Al-‘Ash bin Wail (kafir Quraisy) dan bagian akhir surat ini (ayat 4-7) menyinggung Abdullah bin Ubay (orang munafiq).

Surat ini dinamai pula surat ad-din, surat at-Takdzib, surat al-Yatim, surat Ara’aita, dan surat Ara’aita al-ladzi. Al-Thabari menyebutnya surat Ara’aita.  Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, dan Sayyid Quthub, menyebutnya Al-Ma‘un. Sedangkan Asy-Syaukani menyebutnya dengan surat Al-Yatim. Continue reading “Tadabbur Surat Al-Ma’un”

Tilawah Yaumiyah (1 Juz Sehari)

“Hendaklah Anda memiliki wirid harian membaca al-Qur’an
minimal satu juz setiap hari, dan berusahalah sungguh-sungguh agar
jangan sampai mengkhatamkan al-Qur’an melewati satu bulan.”

(Hasan al-Banna dalam Majmu’atur Rasail)

Anjuran Imam As-Syahid Hasan Al-Banna rahimahullah di atas nampaknya merujuk kepada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari ‘Abdullah bin ‘Amr, yang pernah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى شَهْرٍ » . قُلْتُ إِنِّى أَجِدُ قُوَّةً حَتَّى قَالَ « فَاقْرَأْهُ فِى سَبْعٍ وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ »

Bacalah (khatamkanlah) Al Quran dalam sebulan.” ‘Abdullah bin ‘Amr lalu berkata, “Aku mampu menambah lebih dari itu.” Beliau pun bersabda, “Bacalah (khatamkanlah) Al Qur’an dalam tujuh hari, jangan lebih daripada itu.” (HR. Bukhari No. 5054). Continue reading “Tilawah Yaumiyah (1 Juz Sehari)”

Tafsir QS. Al-Ghaasyiyah

Surah Al-Ghaasyiyah termasuk golongan surah Makkiyah. Terdiri dari 26 ayat, turun setelah surah Adz-Dzariyat. Bersama surah Al-A’la, surah ini sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Shalat Id dan Shalat Jum’at, sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma dan dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhuma,

كَـانَ رَسُـولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِـي الْعِيدَيْنِ وَفِـي الْجُمُعَةِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam shalat ‘Id (dua hari raya) dan Jum’at biasa membaca surat al-A’laa dan al-Ghaasyiyah.” (HR. Muslim) Continue reading “Tafsir QS. Al-Ghaasyiyah”

Al-Qur’an Mendahului Ilmu Pengetahuan

Al-Qur’an Kitab Hidayah

Tanya: Untuk apa Allah Ta’ala menurunkan Al-Qur’an?

Jawab: Allah Ta’ala menurunkan Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia. Al-Qur’an adalah kitab petunjuk, bukan kitab kedokteran atau teknik, bukan kitab astronomi atau kimia yang menghimpun berbagai informasi ilmiah ilmu-ilmu tersebut. Sekali lagi ia hanya kitab hidayah ilahi bagi perilaku manusia. Continue reading “Al-Qur’an Mendahului Ilmu Pengetahuan”