Al-Ukhuwatul Islamiyah

Persaudaraan Islam

Pilar keempat yang menopang takwinu ruhil jama’ah (pembentukan semangat berjama’ah), setelah al-I’tisham billah (berpegang teguh kepada tali Allah), ta’liful qulub (menautkan hati), dan ‘adamut tafarruq (tidak bercerai-berai), adalah al-ukhuwwatul Islamiyah (persaudaraan Islam).

Al-ukhuwwatul Islamiyah yang dimaksud adalah terbangunnya al-ittishal (hubungan) di dalam tubuh umat, jama’ah, dan masyarakat Islam ini, baik fardiyyan (bersifat personal) maupun jama’iyyan (kolektif). Continue reading “Al-Ukhuwatul Islamiyah”

Sebab-sebab Tafarruq dan Solusinya

Asbabut Tafarruqi wa ‘Ilajuha

Kita telah mengetahui dua pilar utama pengokoh takwinu ruhil jama’ah (pembentukan semangat persatuan, kesatuan, atau kebersamaan): Pertama, al-i’tisham bi habli-Llah (berpegang teguh pada tali Allah) dan Kedua, ta’liful qulub (pertautan hati).

Selanjutnya kita perlu mengetahui perkara yang dapat menghancurkan takwinu ruhil jama’ah tersebut, yakni tafarruq (bercerai berai/ berpecah belah). Kita perlu memahami sebab-sebab tumbuhnya tafarruq agar dapat bertindak preventif.

Continue reading “Sebab-sebab Tafarruq dan Solusinya”

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Menjaga Ketakwaan dengan Lima Perkara

Oleh: M. Indra Kurniawan

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Alhamdulillah, kita berpagi hari di awal bulan Syawal ini dalam fitrah Islam; kalimat keikhlasan, kemurnian tauhid; tetap berpegang teguh kepada agama nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan millah (ajaran) Nabi Ibrahim yang lurus. Continue reading “Khutbah Idul Fitri 1441 H: Menjaga Ketakwaan dengan Lima Perkara”

Ta’liful Qulub

Pertautan Hati

Di materi-materi sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa salah satu pilar takwinul ummah adalah takwinu ruhil jama’ah (membentuk semangat persatuan, kesatuan, atau kebersamaan). Kita telah mengetahui, faktor pertama yang menjadi pengokoh takwinu ruhil jama’ah ini adalah al-i’tisham bi habli-Llah (berpegang teguh pada tali Allah). Faktor selanjutnya yang menjadi pengokoh takwinu ruhil jama’ah adalah ta’liful qulub (pertautan hati). Tanpa persatuan dan pertautan hati, tumbuhnya ruhul jama’ah menjadi sesuatu yang mustahil. Continue reading “Ta’liful Qulub”

Shaum Ramadhan (Perspektif Aqidah, Akhlak, dan Historis)

Perspektif Aqidah

Pertama, shaum adalah barometer keimanan.

Bukankah seruan perintah shaum ditujukan kepada orang-orang yang beriman kepada Allah? Ya ayyuhalladzina amanu. Maka, bagi seorang muslim, shaum menjadi sarana pembuktian kebenaran iman dan komitmen keislamannya. Renungkan hadits riwayat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut ini,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (pilar): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”. (HR. Al-Bukhari) Continue reading “Shaum Ramadhan (Perspektif Aqidah, Akhlak, dan Historis)”