Prinsip 6: Akhlak yang Mulia

Kita meyakini bahwa Islam sangat memperhatikan masalah akhlak sampai-sampai Allah Swt. memuji Rasul-Nya dengan berkata,

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Engkau betul-betul berada di atas akhlak yang agung.[1]

Bahkan, Rasul menegaskan misinya kepada kita dengan bersabda,

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ

Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.[2]

Lebih dari itu, Islam menjadikan berbagai kewajiban ibadah yang merupakan rukun Islam memiliki sasaran moral dan akhlak. Ia bertujuan meralisasikan akhlak tersebut dalam kehidupan manusia. Apabila sasaran tersebut tidak tercapai, berarti ibadahnya tidak sempurna dan layak tidak diterima oleh Allah.

Lanjutkan membaca “Prinsip 6: Akhlak yang Mulia”

Saudi dan Ikhwan: Dari Kemesraan Sampai Perseteruan (Bag. 11)

Peristiwa 1979

Ada apa dengan tahun 1979?

Setidaknya, sejarah mencatat tiga peristiwa besar dan krusial ditahun ini yang mempengaruhi hubungan Saudi dengan Ikhwan, dimana efeknya masih kentara terasa dan terjadi sampai saat ini.

Pertama, adalah tumbangnya dinasti Pahlavi yang didukung Amerika melalui revolusi rakyat yang disebut-sebut sebagai salah satu revolusi terbesar dalam sejarah modern setelah revolusi Perancis dan revolusi Bolshevik. Pada Februari 1979, Shah Mohammed Reza Pahlavi tumbang dan dinasti Pahlawi yang monarki kemudian resmi diganti dengan Republik Islam Iran dibawah pemimpin agung Syi’ah Ayatullah Ruhollah Khomeini. Lanjutkan membaca “Saudi dan Ikhwan: Dari Kemesraan Sampai Perseteruan (Bag. 11)”

Prinsip 5: Ibadah

Kita meyakini bahwa Allah telah menciptakan makhluk yang mukallaf (diberi tugas) untuk beribadah secara benar kepada Allah; Zat yang telah mencipta mereka dan memberikan berbagai karunia kepada mereka. Seperti karunia hidup, akal, kemampuan berbicara, ditundukkannya alam untuk kepentingan manusia, diutusnya para rasul kepada mereka, diturunkannya kitab suci atas mereka, serta seluruh karunia yang membuatnya bisa hidup.

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

Karunia apapun yang ada padamu berasal dari Allah.[1]

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

Jika kalian menghitung nikmat Allah, kalian tidak akan mampu menghitungnya.[2] (QS Ibrâhîm: 34 dan al-Nahl: 18). Lanjutkan membaca “Prinsip 5: Ibadah”

Mengenal Pesatuan Islam (Persis)

Persatuan Islam (disingkat Persis) adalah sebuah organisasi Islam di Indonesia. Persis didirikan pada 12 September 1923 di Bandung oleh sekelompok Islam yang berminat dalam pendidikan dan aktivitas keagamaan yang dipimpin oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus.

Persis didirikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman Islam yang sesuai dengan aslinya yang dibawa oleh Rasulullah Saw dan memberikan pandangan berbeda dari pemahaman Islam tradisional yang dianggap sudah tidak orisinil karena bercampur dengan budaya lokal, sikap taklid buta, sikap tidak kritis, dan tidak mau menggali Islam lebih dalam dengan membuka Kitab-kitab Hadits yang shahih. Oleh karena itu, lewat para ulamanya seperti Ahmad Hassan yang juga dikenal dengan Hassan Bandung atau Hassan Bangil, Persis mengenalkan Islam yang hanya bersumber dari Al-Quran dan Hadits (sabda Nabi). Lanjutkan membaca “Mengenal Pesatuan Islam (Persis)”

Saudi dan Ikhwan: Dari Kemesraan Sampai Perseteruan (Bag. 10)

Oleh: Taufik Yusuf M. Njong

Saudi dan Asya’irah

Ketika tinggal di Asrama LIPIA Jakarta sekitar tahun 2013, saya bertanya kepada teman salafi yang baru pulang dari acara Al-Yaum Al-Wathani (hari nasional) Kerajaan Arab Saudi, “Bukannya peringatan hari nasional bid’ah?” Dia menjawab: “Sebenarnya sih bid’ah tapi…”Saya hanya tersenyum, dalam hati saja.

Meskipun Kerajaan Arab Saudi modern didirikan berdasarkan koalisi antara Alu Sa’ud dan Alu Syaikh (keturunan Syaikh Muhammad Ibn Abdul Wahab), rata-rata para pemimpin Saudi kurang komitmen dengan ‘fatwa-fatwa kaku’ ulama Wahabisme. Saat ulama Saudi mengharamkan televisi, radio, video, photografi, telegram, sepeda, memotong jenggot, isbal dan fatwa-fatwa lainnya, para Raja-raja Saudi justeru berseberangan dengan mereka dan bersikap lebih terbuka. Lanjutkan membaca “Saudi dan Ikhwan: Dari Kemesraan Sampai Perseteruan (Bag. 10)”