Hadits 9: Pembebanan Syariat Disesuaikan dengan Kemampuan (Bag. 2)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ الله تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: (مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ؛ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ .  رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakr radhiallahu Ta’ala ‘anhu, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Apa-apa yang saya larang bagi kalian, maka jauhilah, dan apa-apa yang saya perintahkan kepada kalian maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya, binasanya kaum sebelum kalian karena banyaknya pertanyaan mereka dan perselisihan mereka terhadap nabi-nabi mereka.’”  Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim.

Makna Kalimat dan Kata

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ الله تَعَالَى عَنْهُ قَالَ : dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakr radhiallahu Ta’ala ‘anhu berkata

Imam Abu Nu’aim meriwayatkan dari Imam Muhammad bin Ishaq rahimahullah, katanya: Continue reading “Hadits 9: Pembebanan Syariat Disesuaikan dengan Kemampuan (Bag. 2)”

Hadits 9: Pembebanan Syariat Disesuaikan dengan Kemampuan (Bag. 1)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ الله تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: (مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ؛ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ .  رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakr radhiallahu Ta’ala ‘anhu, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Apa-apa yang saya larang bagi kalian, maka jauhilah, dan apa-apa yang saya perintahkan kepada kalian maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya, binasanya kaum sebelum kalian karena banyaknya pertanyaan mereka dan perselisihan mereka terhadap nabi-nabi mereka.’”  Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim. Continue reading “Hadits 9: Pembebanan Syariat Disesuaikan dengan Kemampuan (Bag. 1)”

Al-Ukhuwatul Islamiyah

Persaudaraan Islam

Pilar keempat yang menopang takwinu ruhil jama’ah (pembentukan semangat berjama’ah), setelah al-I’tisham billah (berpegang teguh kepada tali Allah), ta’liful qulub (menautkan hati), dan ‘adamut tafarruq (tidak bercerai-berai), adalah al-ukhuwwatul Islamiyah (persaudaraan Islam).

Al-ukhuwwatul Islamiyah yang dimaksud adalah terbangunnya al-ittishal (hubungan) di dalam tubuh umat, jama’ah, dan masyarakat Islam ini, baik fardiyyan (bersifat personal) maupun jama’iyyan (kolektif). Continue reading “Al-Ukhuwatul Islamiyah”

Sebab-sebab Tafarruq dan Solusinya

Asbabut Tafarruqi wa ‘Ilajuha

Kita telah mengetahui dua pilar utama pengokoh takwinu ruhil jama’ah (pembentukan semangat persatuan, kesatuan, atau kebersamaan): Pertama, al-i’tisham bi habli-Llah (berpegang teguh pada tali Allah) dan Kedua, ta’liful qulub (pertautan hati).

Selanjutnya kita perlu mengetahui perkara yang dapat menghancurkan takwinu ruhil jama’ah tersebut, yakni tafarruq (bercerai berai/ berpecah belah). Kita perlu memahami sebab-sebab tumbuhnya tafarruq agar dapat bertindak preventif.

Continue reading “Sebab-sebab Tafarruq dan Solusinya”

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Menjaga Ketakwaan dengan Lima Perkara

Oleh: M. Indra Kurniawan

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Alhamdulillah, kita berpagi hari di awal bulan Syawal ini dalam fitrah Islam; kalimat keikhlasan, kemurnian tauhid; tetap berpegang teguh kepada agama nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan millah (ajaran) Nabi Ibrahim yang lurus. Continue reading “Khutbah Idul Fitri 1441 H: Menjaga Ketakwaan dengan Lima Perkara”