Dikutip dari Mu’tamar Khamis:

Setelah menjelaskan tentang sikap Ikhwanul Muslimin terhadap berbagai permasalahan internal umat Islam, maka sebaiknya saya jelaskan pula ke hadapan kalian tentang sikap Ikhwan terhadap negara-negara Barat.

Islam –sebagaimana yang telah saya jelaskan di muka- menganggap kaum muslimin sebagai umat yang satu. Umat ini dipersatukan oleh akidah dan yang satu dengan lainnya saling merasakan penderitaan dan harapan yang sama. Setiap kali ada permusuhan yang ditujukan kepada salah satu bagian umat ini, atau kepada salah seorang individu kaum muslimin, maka itu sama halnya ditujukan kepada seluruh kaum muslimin.

Ada sebuah hukum fikih yang membuat saya tertawa dan menangis sekaligus. Hukum itu saya lihat dipaparkan dalam kitab Asy-Syarhush Shaghir ‘ala Aqrabil Masalik. Pengarang buku itu berkata, “Masalah seorang wanita yang dilecehkan haknya di timur, maka wajib bagi penduduk yang ada di barat untuk membebaskan dan membelanya, meski untuk itu harus menghabiskan seluruh harta kaum muslimin.“ Saya melihat hukum yang sama dalam kitab Al-Bah dari Madzhab Hanafi. Saya melihat hal ini, lalu saya tertawa kemudian menangis. Saya berkata pada diri saya sendiri, “Mana penglihatan para penulis, agar mereka mau melihat kenyataan kaum muslimin yang saat ini berada dalam cengkeraman musuh-musuhnya?”

Saya ingin menyimpulkan dari pernyataan ini bahwa:

Pertama, negara Islam itu bersatu, dan tidak dapat terbagi-bagi. Memusuhi satu bagian, berarti memusuhi semuanya.

Kedua, bahwa Islam mewajibkan atas kaum muslimin untuk menjadi pemimpin di wilayah mereka dan menjadi tuan di negeri sendiri. Bukan itu saja, bahkan mereka harus berusaha untuk mengkondisikan orang lain agar masuk dalam lingkup da’wah dan mendapatkan petunjuk dengan cahaya Islam?

Dari sinilah Ikhwan berkeyakinan bahwa setiap negara yang memusuhi dan berusaha menginvasi wilayah-wilayah muslim adalah negara yang zholim dan harus dihalangi gerak langkahnya. Dalam hal ini kaum muslimin harus segera mempersiapkan diri dan menjalin kerjasama untuk melepaskan diri dari cengkeraman kaum imperialis.

Hingga hari ini, Inggris masih saja mencengkeram Mesir, meski telah disepakati sebuah perjanjian kerjasama dengannya. Sungguh, tidak ada gunanya kita katakan bahwa gencatan senjata itu bermanfaat, atau berbahaya, atau harus dipecahkan, atau harus dilaksanakan. Maka, pernyataan ini tidak berguna sama sekali. Sesungguhnya, gencatan senjata lebih merupakan kekangan yang menjerat Mesir dan ikatan yang memborgol tangannya. Kenyataan ini tidak bisa dipungkiri. Nah, bisakah kita terlepas dari kekangan ini tanpa adanya amal dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baik persiapan? Bahasa kekuatan adalah bahasa yang paling ampuh. Maka, hendaklah anda beramal untuk itu dan pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya, jika anda menginginkan kebebasan dan kemerdekaan.

Inggris akan selalu memandang sebelah mata kepada Palestina dan akan terus menerus berusaha untuk merampas hak-hak penduduknya. Palestina adalah tanah air semua umat Islam, karena dia adalah bumi Islam dan tempat persinggahan para nabi, juga tempat suci di mana Masjidil Aqsha ada di dalamnya. Allah memberkahi tempat itu dan tempat-tempat yang ada di sekelilingnya. Maka, Palestina adalah hutang Inggris kepada kaum muslimin, dan tidak akan berhenti perlawanan kaum muslimin sebelum penjajah Inggris mengembalikan hak-hak mereka. Inggris sendiri sangat memahami duduk perkara ini. Inilah yang menyebabkannya mengundang para pemimpin negara-negara Islam dalam sebuah mu’tamar di London. Kita pergunakan kesempatan itu untuk mengingatkan mereka bahwa sesungguhnya hak-hak bangsa Arab tidak mungkin bisa dirampas, dan bahwa perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan para pemimpin Arab untuk melanggar hak-hak tersebut di Palestina sekali-kali tidak akan membuat kaum muslimin bisa berbaik sangka kepada mereka. Bahkan, sebaiknya mereka berusaha untuk mencegah ekspansi-ekspansi pihak luar kepada para penduduk yang tidak berdosa ini.

Dari atas mimbar ini saya sampaikan salam sejahtera dari para aktifis Ikhwanul Muslimin kepada Mufti Besar Palestina. Sungguh, tidak ada salahnya jika Sang Mufti dan keluarga besar Al-Husaini melihat peran mereka dan membebaskan mereka dari pemenjaraan. Niscaya tindakan akan semakin menambah kemuliaan dan kehormatan mereka. Kami juga memperingatkan para utusan negara-negara muslim akan bahaya makar dan tipu daya Inggris serta kewajiban mereka untuk menjaga hak-hak bangsa Arab dengan sempurna.

Pada kesempatan ini pula kami memberitahukan kepada Ikhwan bahwa telah terbentuk sebuah Komisi Umum di Daar Asy-Syubban Al-Muslimun yang terdiri dari semua jam’iyah islamiyah yang ada. Mereka bekerja sama menerbitkan sebuah kartu donatur yang dibagikan mulai awal tahun hijriyah ini. Hasil dari penggalangan dana itu akan dipergunakan untuk membantu bangsa Palestina yang tengah berjihad. Hal ini berlaku untuk kartu donatur yang ada di setiap jam’iyah.

Sebagai wasiat bagi Ikhwan, hendaklah mereka mengerahkan semua potensi untuk mendukung semua komisi ini agar membagi-bagikan kartu tersebut begitu ia diterbitkan. Pada saat yang sama, mereka hendaklah menghapus semua kartu lama yang ada pada mereka di waktu-waktu sebelum ini kemudian diserahkan kepada maktab untuk dimusnahkan.

Setelah itu perhitungan kita kepada pihak Inggris adalah perihal daerah-daerah muslim yang didudukinya, di mana Islam mewajibkan kepada setiap penduduk di setiap wilayah tersebut –dan kita juga tentunya- untuk berusaha menyelamatkan dan membebaskannya dari cengkeraman musuh.

Sedangkan Perancis yang mengaku bersahabat dengan Islam untuk beberapa waktu lamanya, maka ada perhitungan tersendiri dengan kaum muslimin. Kita tidak pernah lupa pada sikap arogan mereka kepada bangsa Syiria. Kita juga tidak akan lupa dengan sikap mereka terhadap masalah Maroko dan pemunculan kelompok Barbar (yang mereka dalangi). Kita tidak pernah lupa kepada saudara-saudara kita para pemuda mujahid Maroko yang kini berada di penjara dan di tempat-tempat pengasingan. Sungguh, akan tiba suatu hari di mana akan terbayar semua perhitungan ini.

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim”

Perhitungan kita dengan dengan Italia tidaklah lebih sedikit dari pada dengan Perancis. Adalah kota Tripoli yang muslim dan terhormat. Di sinilah Jenderal Ad-Dautsyi dan para tentaranya berusaha melenyapkan kota tersebut, memperbudak para penduduknya, mencabut dan menghapus semua yang berbau Arab dan Islam. Adapun sekarang, bagaimana mungkin ada yang berbau Islam dan Arab sedangkan Tripoli sudah dianggap sebagai bagian dari negara Italia? Ternyata tidak ada halangan bagi jenderal ini untuk mengaku bahwa dia telah menjadi pembela Islam dan dengan tipu daya ini ia menuntut persahabatan dan pengakuan dari kaum muslimin.

Wahai Ikhwanul Muslimin

Sungguh, pembicaraan ini begitu memilukan hati dan menyesakkan dada. Cukuplah rasa sakit ini ada di dalam penjelasan itu saja, karena rangkaian itu ternyata tidak akan pernah berakhir, dan kalian tahu akan hal ini. Namun, kalian harus menjelaskannya kepada khalayak dan mengajarkannya kepada mereka bahwa Islam tidak akan pernah rela sedikit pun jika sampai dikurangi dari pemeluknya kebebasan dan kemerdekaannya. Mereka senantiasa siap jika harus memimpin dan mengumandangkan jihad, meski untuk itu harus mengorbankan jiwa dan harta. Sungguh, mati berkalang tanah akan lebih baik daripada hidup seperti ini, hidup dalam keadaan terjajah, terkekang, dan terhina. Sesungguhnya, jika kalian mau melakukan tugas mulia ini dan benar-benar jujur dalam niat (hanya kepada Allah), maka sungguh kalian akan menang, insya Allah.

كَتَبَ اللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.“ (Al-Mujadilah: 21)

 

Advertisements

One thought on “Sikap Ikhwan Terhadap Barat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s