Posted in Aqidah

Thabi’atu Dinil Islam (12): Dinul Harakah wal Minhaji

Kedua belas, bahwa Islam adalah dinul harakah wal minhaji (agama pergerakan yang metodis/berpedoman). Ajaran Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu bergerak dinamis melakukan perjuangan demi tegaknya agama Allah Ta’ala di muka bumi. Semua itu harus dilakukan dengan langkah-langkah yang minhaji (metodis sesuai pedoman).

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah: ‘Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik’”. (QS. Yusuf, 12: 108)

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl, 16: 125)

Harakah (pergerakan) yang dimaksud disini adalah gerakan berkesinambungan dalam melaksanakan dakwah, amar ma’ruf nahi munkar, dan jihad di jalan Allah Ta’ala sampai tetes darah penghabisan. Harakah Islam ini harus terus bergerak agar misi dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar bisa tertunaikan, dan bila perlu -jika syarat-syaratnya terpenuhi dan dapat mencapai kemaslahatan yang besar-, gerakan Islam harus turun ke arena jihad agar fitnah (gangguan-gangguan) terhadap umat Islam dan agama Islam dapat dienyahkan; dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ

“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” (QS. Al-Anfal, 8: 39)

Makna “dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” menurut An-Nasafi dan Al-Maraghi adalah tegaknya agama Islam dan sirnanya agama-agama yang batil.

Minhaj harakah Islam dapat kita pelajari dari minhaj dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; dimulai dari marhalatut ta’sis (fase makiyyah) hingga marhalatut tamkin (fase madaniyyah) yang nanti akan kita bahas di madah Iqamatuddin, insya Allah, mudah-mudahan Allah Ta’ala memberi kesempatan dan kemampuan kepada Penulis.

Dengan demikian, tabiat Islam sebagai dinul harakah wal minhaji ini akan mencetak pribadi-pribadi muslim yang harakiyyun minhajiyyun (kaum pergerakan yang disiplin terhadap metode yang benar).

Wallahu a’lam….

(Tamat)

One thought on “Thabi’atu Dinil Islam (12): Dinul Harakah wal Minhaji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s