Takhrij Al-Ma’tsurat (Bag. 13)

Membaca surat Ghafir (Al Mu’min) ayat 1-3

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, حم, تَنزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللهِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ, غَافِرِ الذَّنبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ

“Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. “Ha Mim. Diturunkan Kitab ini (Al-Qur’an) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui, Yang mengampuni dosa dan menerima taubat lagi keras hukuman-Nya; Yang mempunyai karunia. Tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk).” (QS. Al Mukmin: 1-3)

* * *

Tentang keutamaan membaca ayat di atas, Imam At Tirmidzi meriwayatkan:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ الْمُغِيرَةِ أَبُو سَلَمَةَ الْمَخْزُومِيُّ الْمَدَنِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الْمُلَيْكِيِّ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ مُصْعَبٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حم الْمُؤْمِنَ إِلَى{ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ } وَآيَةَ الْكُرْسِيِّ حِينَ يُصْبِحُ حُفِظَ بِهِمَا حَتَّى يُمْسِيَ وَمَنْ قَرَأَهُمَا حِينَ يُمْسِي حُفِظَ بِهِمَا حَتَّى يُصْبِحَ

Bercerita kepada kami Yahya bin Al Mughirah Abu Salamah Al Makhzumi Al Madani, bercerita kepada kami Ibnu Abi Fudaik, dari Abdurrahman bin Abi Bakr Al Mulaiki, dari Zurarah bin Mush’ab, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata: bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Barangsiapa yang membaca Hammiim dalam surat Al Mu’min, sampai Ilaihil Mashiir dan ayat Kursi ketika pagi, maka dia akan dijaga oleh keduanya sampai sore. Barang siapa yang membacanya ketika sore dia akan dijaga oleh keduanya sampai pagi.” (HR. At Tirmidzi No. 2879, katanya: gharib. Ad Darimi No. 3449)

                Imam At Tirmidzi mengisyaratkan kedhaifan hadits ini, lantaran ada perawi yang dhaif. Beliau berkata:

وَقَدْ تَكَلَّمَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ الْمُلَيْكِيِّ مِنْ قِبَلِ حِفْظِهِ وَزُرَارَةُ بْنُ مُصْعَبٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَهُوَ جَدُّ أَبِي مُصْعَبٍ الْمَدَنِيِّ

“Sebagian ulama membincangkan Abdurrahman bin Abu Bakr bin Abu Mulaikah Al Mulaiki dari sisi hapalannya, dan Zurarah bin Mush’ab, dia adalah Ibnu Abdirrahman bin ‘Auf, dia adalah kakak dari Abu Mush’ab Al Madani.” (Sunan At Tirmidzi No. 2879)

                Abdurrahman bin Abu Bakr Al Mulaiki telah didhaifkan para imam. Imam Bukhari mengatakan: dzaahibul hadits (haditsnya terhapus). Imam Yahya bin Ma’in mengatakan: dhaif. Imam Ahmad mengatakan: munkarul hadits (haditsnya munkar). Imam An Nasa’i mengatakan: matruk (haditsnya ditinggalkan). (Mizanul I’tidal, 2/550)

Sementara Syaikh Al Albani mendhaifkan hadits ini. (Dhaiful Jami’ No. 5769)

Wallahu A’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s