Takhrij Al-Ma’tsurat (Bag. 11)

Membaca surat  Al Mu’minun ayat 115-118

أَفَحَـــسِبْتُمْ أَنّــَــــمَا خَـــــــــلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَــــــــيْنَا لا تُــــــرْجَعُونَ, فَتـَـعَالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لا إِلَهَ إِلا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ, وَمَن يَـــدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ لا بُــــــــــرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِـــــسَابُهُ عِــــــندَ رَبِّـــــــهِ  إِنَّـــــــهُ  لا  يُفْلِــــــــحُ  الْـــكَافِرُونَ, وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

“Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami? Maka Maha Tinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia. dan Barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, Padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, Maka Sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. dan Katakanlah: “Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik.” (QS. Al Mu’minun: 115-118)

* * *

Tentang anjuran membaca ayat ini, diriwayatkan oleh Imam Abu Nu’aim Rahimahullah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الْغِطْرِيفِيُّ، ثنا زَكَرِيَّا السَّاجِيُّ، ثنا يَزِيدُ بْنُ يُوسُفَ بْنِ عَمْرو، ثنا خَالِدُ بْنُ نِزَارٍ، ثنا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: ” وَجَّهَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَرِيَّةٍ،  فَأَمَرَنَا أَنْ نَقُولَ إِذَا نَحْنُ أَمْسَيْنَا وَأَصْبَحْنَا: { أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا } [المؤمنون: 115] فَقَرَأْنَاهَا فَغَنِمْنَا وَسَلِمْنَا “

Telah bercerita kepada kami Abu Ahmad Al Ghithrifi, bercerita kepada kami Zakaria As Saaji, bercerita kepada kami Yazid bin Yusuf bin Amru, bercerita kepada kami Khalid bin Nizar, telah bercerita kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah, dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Muhammad bin Ibrahim At Taimi, dari ayahnya, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengirim kami dalam sebuah ekspedisi, kemudian beliau memerintahkan agar kami membaca, afahasibtum annama khalaqnakum….. dan ayat-ayat berikutnya, di waktu sore dan pagi. Kami pun membacanya, maka kami berhasil memperoleh keselamatan dan rampasan perang.” (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Ma’rifatush Shahabah, No. 726, juga Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, 27-28/75)

Hadits ini dhaif. Yazid bin Yusuf bin Amru adalah majhul (tidak diketahui keadaanya). Jika dia adalah Yazid bin Yusuf Al Mishri maka dia juga majhul. Jika dia adalah Yazid bin Yusuf Ash Shan’ani, kawan Al Auza’i, maka juga dhaif. Imam Abu Hatim mengatakan: lam yakun bi qawwi (tidak kuat). Imam Yahya bin Ma’in mengatakan:  Laisa bi tsiqah, qad ra’aytuhu (bukan orang terpercaya,   saya pernah melihatnya). Imam An Nasa’i mengatakan: matruk (haditsnya ditinggalkan). Shalih Jazarah mengatakan: mereka (para ulama) meninggalkan haditsnya. (Mizanul I’tidal,  4/442).

Khalid bin Nizar juga demikian, Syaikh Al Albani telah menyebutkan kelemahannya yang ringan, selain Yazid bin Yusuf bin Amru yang tidak ditemukan biografinya.  Maka, beliau pun mendhaifkan hadits ini. (As Silsilah Adh Dhaifah No. 4274)

Wallahu A’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s