Mu’jizat dan Tanda Kenabian

madinah_2Apa Arti Mukjizat?
Mukjizat artinya satu perkara yang melemahkan. Dilakukan oleh seorang Nabi atau Rasul dengan seizin Allah di dalam masa ia mendakwahkan dirinya sebagai Nabi atau Rasul, yang perkara itu tidak bisa dilakukan oleh orang lain.

Contoh Mu’jizat Para Nabi
Ibrahim dibakar hidup-hidup oleh Namruz, tetapi Allah menjadikan api itu dingin bagi Ibrahim.
Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” (QS. Al-Anbiya, 21: 69).

Berikutnya mukjizat Nabi Musa yang tongkatnya dapat berubah menjadi ular, dapat membelah lautan, dan membuka mata air.

“Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.” (QS. Al-A’raf, 7: 107).

Lalu kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (Asy-Syu’ara, 26: 63)

Dan (Ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu kami berfirman: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku Telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing)]. makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

Selain itu di dalam Al-Qur’an diberitakan pula tentang mukjizat yang diberikan Allah Ta’ala kepada Nabi Isa,

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul qudus. kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (Ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, Kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. dan (Ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (Ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (Ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”. (QS. Al-Maidah, 5: 110).

Mu’jizat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
Berita tentang mukjizat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat kita ketahui dari tarikh dan hadits-hadits yang shahih, diantaranya sebagai berikut.

  1. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyembuhkan kaki Abdullah bin Abi ‘Atik yang patah kakinya karena terjatuh dari tangga setelah membunuh tokoh Yahudi yang bernama Abu Rafi’ dalam Perang Khaibar.
  2. Dalam perang Uhud, mata Qatadah bin An-Nu’man terkena panah hingga keluar menggantung di wajahnya. Lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memasukkannya kembali, maka jadilah ia lebih baik dan lebih terang dari matanya yang lain.
  3. Dalam peperangan Khaibar, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berniat menyerahkan bendera pasukan pada Ali bin Abi Thalib. Akan tetapi mata Ali terserang penyakit. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam meludahi kedua matanya, tiba-tiba kedua matanya itu sembuh seperti sedia kala.
  4. Diriwayatkan oleh Abu Ayyub, bahwa ia pernah memberikan makanan untuk Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar. Tapi dengan makanan itu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dapat memberi makan 180 orang.
  5. Allah Ta’ala memperjalankan hamba-Nya, Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, dari Makkah ke Baitul Muqaddas kemudian ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh dalam waktu semalam.

Masih banyak mukjizat-mukjizat yang lain yang disebutkan dalam tarikh dan hadits Nabi. Silahkan merujuk ke buku-buku yang ditulis oleh para ulama, diantaranya adalah buku yang ditulis oleh A. Hassan yang berjudul: Mengenal Nabi Muhammad SAW.

Mukjizat terbesar yang diberikan Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Kitab Al-Qur’an yang tiada bandingan dari segi fashahah dan balaghahnya. Dia adalah kalamullah yang menjadi petunjuk bagi manusia sampai akhir zaman. Orang yang ragu dengan kebenarannya ditantang oleh Allah Ta’ala untuk membuat yang semisal Al-Qur’an.
Buatlah sepuluh atau satu surah saja yang semisal Al-Qur’an!

“Bahkan mereka mengatakan: ‘Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu’, Katakanlah: ‘(Kalau demikian), Maka datangkanlah sepuluh surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar’”. (QS. Hud, 11: 13).

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah, 2: 23).

Tanda-Tanda Seorang Rasul (alamatur-rasul)
Selain al-mu’jizat, tanda-tanda seorang Rasul yang lain adalah:
Pertama, Ash-shifatul asasiyah (memiliki sifat-sifat asasi) sebagai Rasul

“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam, 68: 4).

Dalam Tafsir Ibnu Abbas disebutkan bahwa Nabi Muhammad benar-benar berada pada akhlak yang agung, yakni benar-benar berada dalam agama yang mulia dan terhormat dalam pandangan Allah Ta‘ala. Menurut makna yang lain, disebutkan bahwa Nabi Muhammad benar-benar berada dalam anugerah yang besar, yaitu akhlak mulia. Berkat akhlak mulia itulah Allah Ta‘ala memuliakan beliau (Lihat: Al-Qur’an Digital Al-Kalam Versi 1).

Sifat-sifat asasiyah itu diantaranya shidiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (menyampaikan),dan fathanah (cerdas). Selain itu banyak lagi, misalnya sifat kasih sayang, tawadhu, pemurah, pemaaf, berani, dll.

Kedua, Al-Bisyarah (ada kabar gembira tentang kedatangannya) dari nabi-nabi dan rasul sebelumnya.
Kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diberitakan oleh Isa putera Maryam,

“Dan (Ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: ‘Hai Bani Israil, Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.’ (QS. As-Shaf, 61: 6).

Kedatangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diberitakan pula dalam Taurat. Terbukti dengan berhijrahnya orang Yahudi ke Yatsrib (Madinah) dalam rangka menyambut Nabi yang dijanjikan kedatangannya dalam Taurat. Meskipun berikutnya mereka malah mengkufuri, karena Nabi yang muncul bukan dari kalangan yahudi tapi dari kalangan Arab.

Oleh karena itu Muadz bin Jabal, Bisyr ibnul Barra dan Dawud bin Salamah pernah mengingatkan mereka: “Wahai kaum Yahudi! Takutlah kalian kepada Allah dan masuk Islamlah kalian, karena kalian dahulu telah minta pertolongan kepada Allah memakai nama Muhammad untuk mengalahkan kami, di saat kami musyrik (belum masuk Islam). Kalian memberi kabar bahwa sesungguhnya Muhammad akan diutus, dan kamu mengemukakan sifat-sifat Muhammad dengan sifat yang ada padanya”.

Berkatalah tokoh Yahudi Bani Nadhir yang bernama Salam bin Masykam, “Dia (Muhammad) tidak memenuhi sifat-sifat yang kami kenal, dan dia bukan yang kami terangkan kepadamu”.

Saat itulah Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya:
“Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la’nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.”(QS. Al-Baqarah: 89).

Ketiga, an-nubuwwat (memberitakan berita-berita ghaib) tentang hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari.
Hadits-hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, banyak yang mengandung nubuwwat. Hal ini menjadi bukti bahwa beliau adalah Rasul Allah.

Contoh nubuwwat yang disampaikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ اُمَّتِيْ قَائِمَةً بِأَمْرِاللهِ، لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ أَوْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ ظَاهِرُوْنَ عَلَى النَّاسِ. (رواه مسلم)

“Ada sekelompok orang dari umatku yang tetap akan menegakkan perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menghina atau menentang mereka sehingga datang keputusan Allah sedang mereka dalam posisi menang di atas umat manusia.” (HR. Muslim).

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِنَّ اللهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الأُمَّةِ عَلَى رَأسِ كُلِّ مِأَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِيْنَهَا (رواه أبو داود)

“Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat ini di setiap penghujung seratus tahun orang-orang yang akan memperbaharui agama mereka.” (HR. Abu Dawud).

يُوْشِكُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُم الأُمَمُ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا” اَوَمِنْ قِلَّةٍ بِنَا يَوْمَئِذٍ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: “بَلْ اِنَّكُمْ يَوْمَئِذٍكَثِيْرُوْنَ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَيْلِ، وَقَدْ نَزَلَ بِكُمُ الْوَهْنُ” قِيْلَ: وَمَا الْوَهْنُ يَارَسُوْلَ اللّهِ ؟ قَالَ: “حُبُّ الدُنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Akan datang suatu masa umat lain akan memperebutkan kamu ibarat orang-orang lapar memperebutkan makanan dalam hidangan.” Sahabat bertanya, “Apakah lantaran pada waktu itu jumlah kami hanya sedikit Ya Rasulullah?”. Dijawab oleh beliau, “Bukan, bahkan sesungguhnya jumlah kamu pada waktu itu banyak, tetapi kualitas kamu ibarat buih yang terapung-apung di atas laut, dan dalam jiwamu tertanam kelemahan jiwa.” Sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud kelemahan jiwa, Ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati!”. (HR. Abu Daud).

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيَبْلُغَنَّ هَذَا الْأَمْرُ مَا بَلَغَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَلَا يَتْرُكُ اللَّهُ بَيْتَ مَدَرٍ وَلَا وَبَرٍ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ هَذَا الدِّينَ بِعِزِّ عَزِيزٍ أَوْ بِذُلِّ ذَلِيلٍ عِزًّا يُعِزُّ اللَّهُ بِهِ الْإِسْلَامَ وَذُلًّا يُذِلُّ اللَّهُ بِهِ الْكُفْرَ
وَكَانَ تَمِيمٌ الدَّارِيُّ يَقُولُ قَدْ عَرَفْتُ ذَلِكَ فِي أَهْلِ بَيْتِي لَقَدْ أَصَابَ مَنْ أَسْلَمَ مِنْهُمْ الْخَيْرُ وَالشَّرَفُ وَالْعِزُّ وَلَقَدْ أَصَابَ مَنْ كَانَ مِنْهُمْ كَافِرًا الذُّلُّ وَالصَّغَارُ وَالْجِزْيَةُ

Dari Tamim Ad-Dari berkata; saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Agama Islam ini akan menjangkau semua lokasi yang terjangkau oleh siang dan malam, dan tidaklah Allah membiarkan satu rumah pun di kota maupun desa atau pelosok, kecuali Allah memasukkan agama ini dengan kemuliaan yang menjadikan mulia atau dengan kehinaan yang menjadikan hina. Dengan kemuliaan Allah memuliakan Islam dan dengan kehinaan Allah menghinakan kekufuran.” Tamim Ad-Dari berkata; “Saya telah mengetahui itu telah terjadi pada keluargaku, orang yang telah masuk Islam mendapatkan kebaikan dan kemuliaan, sedang orang yang kafir telah mendapatkan kehinaan, kerendahan dan membayar jizyah.” (Musnad Ahmad)

وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي كَذَّابُونَ ثَلَاثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي

“Sesungguhnya akan datang pada umatku tiga puluh pembohong, semuanya mengaku sebagai nabi, padahal akulah penutup para nabi (khaatam an nabiyyin), tak ada lagi nabi setelahku.” (HR. Abu Daud).

Nubuwwat lain contohnya adalah tentang akan terjadinya huru-hara di akhir zaman, munculnya Imam Mahdi, Dajjal, dan turunnya Nabi Isa alaihissalam.

Keempat, ats-tsamarat (terbukti membuahkan hasil),yaitu adanya hasil yang dicapai oleh para Rasul tersebut sehingga patut menjadi contoh ideal dalam kehidupan.

Seluruh kisah nabi dan rasul yang dimuat di dalam Al-Qur’an, mulai Nabi Adam hingga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengandung pelajaran yang berharga bagi kehidupan manusia. Kisah-kisah mereka mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi hamba Allah yang baik. Bagaimana perjuangan mereka membela agama Allah, dan kejayaan seperti apa yang mereka raih.

Contoh yang paling dekat dengan kita adalah bagaimana keberhasilan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun peradaban imani di muka bumi. Berawal dari pembinaan pribadi-pribadi islami hingga akhirnya mewarnai bumi dengan iman, ilmu, dan amal. Seluruh gerak langkah beliau hendaknya menjadi teladan bagi kita semua.

Wallahu a’lam.

Bahan Bacaan
Mengenal Nabi Muhammad SAW, A. Hassan, CV. Diponegoro Bandung
Syarah Rasmul Bayan, Bina Insani Press Solo
Tafsir Ibnu Abbas, Al-Qur’an Digital Al-Kalam Versi 1, CV. Diponegoro
Yahudi, Nasrani, dan Islam: Sama Tapi Beda, Al-Intima’ Edisi 1 Tahun 2009.
Menjadi Generasi Pewaris, Al-Intima’ Edisi 14 Tahun 2011.
Generasi Cinta Dunia dan Takut Mati, Al-Intima’ Edisi 13 tahun 2010.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s