Menyongsong Kemenangan Dakwah (Bag. 1)

highway-wallpapers“Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur berbagai macam tipu daya untuk (merusak) kalian, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.” (Q.S. At-Taubah: 48).

Ikhwah fillah, musuh-musuh dakwah tidak akan pernah diam. Kedengkian yang berkobar di dalam jiwa mereka membuat mereka selalu memeras otak dan pikiran untuk memperdaya, menghina, dan memadamkan cahaya Islam. Adalah kebiasaan mereka untuk mengatur siasat buruk dan tipu muslihat guna menghambat gerakan dakwah. Mereka terus berupaya mengacaukan barisan para da’i; memecah belah, membuat kegoncangan, menyebarkan  racun, melontarkan fitnah, serta berupaya mempengaruhi masyarakat agar membenci gerakan dakwah sehingga kehilangan pamornya. Mereka selalu mengatur strategi, membuat makar dan tipu daya agar gerakan dakwah hancur sehancur-hancurnya.

Kebaikan-kebaikan kita akan dikerdilkan oleh mereka, sementara kekurangan dan aib-aib kita akan dibuka dan dikoreknya dengan penuh suka cita.

Tetapi, bagaimanapun gigihnya mereka melumpuhkan perjuangan dakwah, akhirnya kebenaran jugalah yang menjadi kenyataan. Janji Allah ta’ala datang tepat  pada waktunya dan para da’i akan memperoleh pertolongan Allah dan mendapat kemenangan, agama Allah akan menjulang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi daripadanya.

Namun ikhwah fillah, kita harus ingat, seperti yang diungkapkan Dr. Najih Ibrahim dalam Risalatun ila kulli man ya’malu lil Islam, pertolongan Allah itu mahal dan tidak diberikan kepada sembarang orang muslim. Tapi hanya diberikan kepada kelompok tertentu, dengan ciri-ciri khusus. Kelompok ini langsung disiapkan, dibentuk, dan ditarbiyah Allah sendiri, agar layak berkuasa di bumi dan berhak mengemban amanah penegakan agama di seluruh dunia. Selanjutnya Dr. Najih Ibrahim mengatakan, jika gerakan dakwah ingin menang atas musuh-musuhnya, maka gerakan tersebut harus menyiapkan sebab-sebab kemenangan, sebagaimana dulu dilakukan generasi sahabat dan generasi tabi’in.

Ikhwah fillah, pertolongan dan kemenangan akan diberikan oleh Allah ta’ala kepada orang-orang yang memenuhi syarat dan memegang erat faktor-faktor pembawa kemenangan. Dan perlu ditegaskan di awal, bahwa syarat dan faktor-faktor pembawa kemenangan yang hakiki dan utama bagi gerakan dakwah bukanlah hal-hal yang bersifat materi!

Niat yang lurus untuk menegakkan agama Allah

Ikhwah fillah, jika niat kita dalam berdakwah ikhlash semata-mata demi meninggikan kalimah Allah, janganlah pernah merasa khawatir dengan berbagai macam ujian, cobaan, dan rintangan yang terus menghadang. Karena kita akan senantiasa berada dalam kebaikan, seburuk apa pun kejadian yang menimpa kita.

Jika niat kita dalam berdakwah lurus untuk menegakkan agama Allah, janganlah pernah takut dengan berbagai macam bahaya, tipu daya, dan tekanan yang terus mendera. Karena pada akhirnya kitalah yang akan menjadi pemenangnya.

Allah ta’ala berfirman, “Allah telah menetapkan: ‘Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang’. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Q.S. Al-Mujadilah: 21)

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (Q.S. At-Taubah: 33)

Jadi ikhwah fillah, dengan agama inilah kita akan menjadi pemenang. Orang-orang beriman di setiap zaman dan tempat menang atas musuh-musuh mereka, bukan dengan jumlah pasukan dan senjata mereka. Tapi, menang dengan agama ini, dimana Allah memuliakan mereka dengannya. Ini seperti dikatakan  Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhu di Perang Mu’tah, “Kita tidak memerangi musuh dengan senjata, kekuatan, dan pasukan besar. Kita memerangi mereka dengan agama ini, dimana Allah memuliakan kita dengannya.”

Jadi, luruskanlah niat kita, orientasikanlah perjuangan kita untuk meninggikan agama Allah. Niscaya Allah ta’la akan memberikan kemenangan.

“Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang,” (Q.S. As-Shaaffat: 173) [1]

Kuatkanlah ma’nawiyah kita!

Ikhwah fillah, insya Allah, musuh selamanya tidak akan mampu menghentikan langkah kita jika ma’nawiyah kita kuat dan kokoh. Strategi mereka pasti akan gagal total menghadapi tegarnya ruhiyah dan ma’nawiyah kita, la haula wa la quwwata illa bi-Llah…

Di dalam sirah diriwayatkan bahwa musuh mana pun tidak akan sanggup bertahan lama menghadapi sahabat-sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan Hireklius sekalipun. Ketika ia berada di Anthakiyah dan pasukan Romawi datang dalam keadaan kalah, ia berkata kepada mereka, “Celaka kalian. Jelaskan kepadaku tentang orang-orang yang berperang melawan kalian! Bukankah mereka manusia seperti kalian juga?”

Pasukan Romawi menjawab, “Betul.”

Hireklius bertanya lagi, “Siapa yang lebih banyak pasukannya; kalian atau mereka?”

Pasukan Romawi menjawab, “Kami lebih banyak pasukannya beberapa kali lipat di semua tempat.”

Hireklius berkata, “Kalau begitu kenapa kalian kalah?”

Salah seorang tokoh Romawi menjawab, “Karena mereka melakukan qiyamu lail, berpuasa di siang hari, menepati janji, memerintahkan hal-hal baik, melarang hal-hal mungkar, dan adil sesama mereka. Sedangkan kita minum minuman keras, berzina, menaiki kendaraan haram, ingkar janji, merampok, menzalimi orang, memerintahkan hal-hal yang haram, melarang hal-hal yang diridhai Allah, dan membuat kerusakan di bumi.”

Hireklius berkata  kepada tokoh itu, “Anda berkata benar kepadaku.” (Diriwayatkan Ahmad bin Marwan Al-Maliki dan Ibnu Asakir).

Dengan kecerdasannya, tokoh Romawi itu meringkas sebab-sebab pembawa kemenangan dan sebab-sebab pembawa kekalahan. Ia jelaskan bahwa pasukan Islam punya seluruh sebab pembawa kemenangan, sedang pasukan Romawi punya semua sebab pembawa kekalahan. Allah ta’ala pun menolong siapa yang berhak ditolong dan menelantarkan siapa yang berhak ditelantarkan. [2]

Oleh karena itu ikhwah fillah, marilah kita tingkatkan kekuatan ruhiyah dan ma’nawiyah kita. Mari kita tingkatkan keimanan kita. Perbanyaklah ruku dan sujud. Marilah kita senantiasa beribadah dan bertaqarub kepadanya; lakukanlah kebajikan, tingkatkanlah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya agar kita memperoleh kemenangan di dunia dan akhirat. Insya Allah…

Allah ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Q.S. Al-Hajj: 77)

“Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (Q.S. An-Nuur: 52)

(Besambung Insya Allah…)

gif-iklan-ebook-madah-tarbiyah

Footnote:

[1] Yang dimaksud dengan ‘tentara Kami’ disini ialah Rasul beserta pengikut-pengikutnya.

[2] Lihat:Taushiyah untuk Aktivis Islam, Dr. Najih Ibrahim, hal.107 – 108.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s