Mengenalkan Alam, Mendekatkan Tuhan

israOleh : Miarti

Ada satu hal yang ingin saya bagikan kepada Anda para pembaca, yaitu tentang fungsi rekeratif keluarga. Salah satu fungsi keluarga dalam hal pengasuhan, selain fungsi kasih sayang, fungsi biologis dan fungsi ekonomis adalah fungsi rekreatif. Secara sederhana, fungsi rekreatif keluarga dapat diartikan sebagai wahana atau tempat atau fasilitas yang bisa mengakomodir kebutuhan anak akan kesenangan dan kegembiraan.

Pembaca setia. Kita tidak bisa memungkiri bahwa zaman ini memang sudah maindit. Banyak hal yang dengan begitu mudahnya diperolah secara instan. Maka tak heran bila kemudian banyak orang yang terjebak dalam kehidupan yang hedonis dan pragmatis. Termasuk dalam hal memberikan kepuasan bagi buah hati, seperti:

  • Menjadikan mall sebagai tempat paling alternatif dan paling representatif untuk membahagiakan anak
  • Membolehkan anak “jajan” sebagai senjata untuk meredakan rengekan atau tangisannya
  • Menjadikan tayangan TV atau bermain game internet sebagai solusi praktis untuk membuat mereka anteng dan betah di rumah
  • Menyediakan berbagai perlengkapan mainan mulai dari robot hingga mobil-mobilan

Fenomena demikian, secara tidak langsung memberikan sebuah kesimpulan bahwa KEBAHAGIAAN ITU MEMERLUKAN BIAYA. Padahal sebetulnya, membahagiakan anak itu bisa kita wujudkan dengan banyak hal yang tidak selamanya membutuhkan biaya yang mahal, melainkan bisa ditempuh dengan cara yang murah meriah dengan jaminan kebermaknaan yang tidak diragukan. Dan salah satu contohnya adalah mengenalkan anak pada alam terbuka, yang bisa ditempuh melalui beberapa hal seperti:

  • Jalan-jalan di pagi hari, untuk sekadar menghirup udara segar
  • Bersepeda santai di sekitar lingkungan rumah atau di area car free day
  • Bermain bola di lapangan
  • Bermain di sungai
  • Menaiki/menuruni bukit
  • Dan lain-lain

Beberapa bentuk kegiatan tersebut, selain berfungsi rekreatif, juga dapat meningkatkan sense anak terhadap alam serta memunculkan banyak nilai (value) yang akan mengkarakter pada jiwa anak. Oleh karena itu, sebagai orang tua kita perlu meyakini bahwa alam memberi banyak solusi yang berarti bagi pembelajaran dan pengalaman anak. Hal ini sebagaimana disimpulkan oleh Vos dalam Musfiroh (2008) dimana ia menguraikan pendapat para ahli tentang 13 cara anak belajar yang beberapa diantaranya adalah;

  1. Belajar harus menyenangkan bagi anak (learning should be fun)
  2. Anak belajar harus berada pada situasi yang santai tetapi menantang (learn in relaxed but challenging situation)
  3. Belajar dengan menyentuh (learning by touching)
  4. Belajar dengan memanfaatkan seluruh alam (use the whole world)

Selanjutnya, berinteraksi langsung dengan alam dengan segala bentuk fasilitas yang yang ditawarkannya (tantangan, survival, keindahan, dan lain-lain), berdasarkan pengamatan yang saya lakukan secara langsung, alam mampu memberikan beberapa kebaikan yang sangat bermakna dan berharga bagi anak, seperti;

  • Energi atau energi berlebih anak dapat tersalurkan dengan baik melalui berbagai fasilitas yang tersedia
  • Menyediakan banyak fasilitas yang bisa digunakan sebagai media belajar kontekstual
  • Anak memiliki banyak kesempatan untuk mencoba atau bereksperimen
  • Anak tertantang untuk menguji keberaniannya, sehingga ia lebih percaya diri dan lebih berani

Apa yang disediakan dan ditawarkan alam sesungguhnya merupakan bagian dari isyarat Allah SWT untuk menguji individu manusia, apakah ia benar-benar mampu membuktikan diri sebagai kalifah fil ardh dengan segala bentuk amanahnya seperti mencintai dan melestarikan alam. Maka mengenalkan alam sejak dini kepada buah hati tercinta adalah salah satu wujud tanggung jawab kita sebagai orang tua, sehingga diharapkan anak-anak kita tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang bertanggungjawab dan memiliki minat yang tinggi terhadap alam.

Interest yang tinggi terhadap alam, secara tidak langsung juga dapat mengoptimalkan kecerdasan naturalis pada anak. Menurut Armstrong (2002), anak-anak yang memiliki naturalis tinggi cenderung  menyukai alam terbuka, akrab dengan hewan peliharaan. Selanjutnya, kecerdasan naturalis pada anak dapat dideteksi melalui indikator sebagai berikut:

  • Cenderung tertarik pada gerombolan binatang kecil, kemudian binatang itu diikuti hingga menemukan sarangnya.
  • Tertarik melihat buku atau majalah bergambar binatang dan tumbuhan, serta mengamatinya berkali-kali
  • Tampak senang berada di taman

Hal-hal sederhana semacam itu bisa dikembangkan dan dikuatkan dengan pola-pola yang bisa disesuaikan seperti :

  • Meluangkan waktu khusus atau menyengaja untuk melakukan jelajah alam
  • Mengajak anak berlibur ke wahana out bound
  • Membuat kesepakatan/konsesus sederhana untuk tidak memilih mall atau tempat bermain sejenisnya sebagai prioritas objek kunjungan
  • Memfasilitasi anak dengan media bermain naturalis yang bisa dilakukan di rumah seperti kelinci, ikan (baik dipelahara di kolam maupun di aquarium), kucing, dan lain-lain.
  • Memfasilitasi kebun mini yang disetting di depan atau di belakang rumah, atau bahkan di pot bunga. Jenis tanamannya pun sederhana, seperti tomat atau cabai yang tanpa sengaja kita menaburkan bijinya setelah selesai memasak.

Ketika hal-hal sederhana itu sudah menjadi habits (kebiasaan), maka tidak ada lagi perasaan repot atau ribed untuk melakukannya. Bahkan pada tingkat yang lebih tinggi, kebiasaan tersebut akan menjadi kultur bagi satu keluarga yang melakukannya dan secara perlahan akan terduplikasi pada kerabat terdekat atau tetangga. Dan saya sangat yakin, bagia siapapun yang mencoba atau mengupayakannya, akan merasakan manfaat dan dampak positif sebagai berikut.

No

Manfaat

Dampak

1.

Terciptanya suasana kebersamaan

Melatih kehidupan bersosial

2.

Tercipyanya miniatur kehidupan berpetualang

Membentuk jiwa adversity (ketangguhan)

3.

Terdapatnya berbagai hal unik dan menarik yang ditemukan anak secara spontan atau alamiah

Membentuk jiwa observer

4.

Memberikan beberapa alternatif spasial yang memungkinkan dilakukannya berbagai gerakan kreatif atau permainan fisik lainnya

Anak merasa lebih nyaman dan leluasa

5.

Memberikan fasilitas mudah dan murah

Anak terlatih dengan pola hidup sederhana dan hidup survive

6.

Mengenalkan anak tentang ciptaan dan kehebatan Allah SWT

Semakin meyakini akan kebesaran Allah SWT

Pembaca setia. Mari wujudkan impian untuk memiliki generasi tangguh yang berakhlakul karimah. Mari kita lesatkan tingkat kreativitas mereka tanpa menghilangkan unsur ketawadluan dan ketinggian wawasan. Allohu ‘alam bishshowaab.

gif-iklan-ebook-madah-tarbiyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s