Fenomena Penciptaan dan Eksistensi Allah Ta’ala

universeJika kita menggunakan akal kita untuk memperhatikan berbagai fenomena di alam semesta ini, akan sampailah kita pada suatu kesimpulan bahwa semua fenomena yang ada itu membuktikan Allah Yang Maha Kuasa itu ada. Beberapa fenomena yang menjadi bukti wujudullah diantaranya adalah adanya fenomena khalaqa (penciptaan), sawwa (penyempurnaan), qaddar (penentuan), dan hada (petunjuk); sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala berikut,

الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى

“(Dialah Allah) yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.” (QS. Al-A’la, 87: 2 – 3)

Allah Ta’ala menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan dan menyempurnakan penciptaan segala makhluk dan Dia pula yang menentukan segala sesuatu menurut bentuk dan ukuran yang tepat dan seimbang. Di samping itu Dia menetapkan  ketentuan-ketentuan dan hukum-hukum yang berlaku bagi tiap-tiap makhluk-Nya itu, sehingga ia dapat hidup berkembang biak, dan menjaga hidupnya masing-masing.

Sebagai contoh, pikirkanlah alam semesta raya ini. Bukankah penciptaannya lebih dahsyat dibandingkan penciptaan manusia? Allah Ta’ala berfirman,

ءَأَنْتُمْ أَشَدُّخَلْقاً أَمِ السَمآءُ بَناَهاَ رَفَعَ سَمْكَهاَ فَسَوَّاهاَ

“Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya…” (QS. An-Nazi’at, 79: 27-28)

لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Al-Mu’min, 40: 57)

Allah Ta’ala membangun langit, meninggikannya dan melengkapinya dengan benda-benda angkasa, seperti planet dan sebagainya, kemudian menetapkan ketentuan-ketentuan yang mengatur benda-benda angkasa.

Penciptaan langit dan bumi adalah lebih berat dan sukar dibanding dengan menciptakan manusia. Langit dan Bumi beserta segala isinya tidak terhingga luas dan besamya, tidak terhitung jumlah planet-planet yang ada di dalamnya, tidak terhitung jumlah binatang dan tumbuh-tumbuhan yang ada padanya, gunung-gunung dan sungai-sungai yang mengalir dan tidak terhafal oleh manusia hukum-hukum dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengannya.

Perhatikanlah demikian luasnya semesta raya ini. Para ilmuwan menaksir bahwa jarak dari Bumi ke ujung semesta (galaksi terjauh) waktu tempuhnya 13 Milyar tahun cahaya. 1 tahun cahaya sama dengan 10 triliun kilometer.

Di alam semesta raya ini terdapat miliaran galaksi. Para astronom memprediksikan ada sekitar 500 miliar galaksi di alam semesta ini. Bumi kita ini berada di salah satu galaksi yang kita sebut galaksi Bima Sakti, yang konon menurut para ilmuwan, satu galaksi ini saja memuat 200-400 miliar bintang.

Dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan disebutkan bahwa selain alam semesta, ada makhluk Allah Ta’ala lain yang lebih dahsyat besarnya, yaitu Kursi dan Arsy. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ فِي الْكُرْسِيِّ إِلاَّ كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْضِ فَلاَةٍ، وَفَضْلُ الْعَرْشِ عَلَى الْكُرْسِيِّ كَفَضْلِ تِلْكَ الْفَلاَةِ عَلَى تِلْكَ الْحَلْقَةِ.

“Perumpamaan langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi seperti cincin yang dilemparkan di padang sahara yang luas, dan keunggulan ‘Arsy atas Kursi seperti keunggulan padang sahara yang luas itu atas cincin tersebut.” (HR. Muhammad bin Abi Syaibah dalam Kitaabul ‘Arsy, dari Sahabat Abu Dzarr al-Ghifari Radhiyallahu anhu . Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (I/223 no. 109)

Alam semesta raya yang luas dan bumi kita yang maha kecil ini ada, dan keberadaannya pasti ada penciptanya. Kepada mereka yang ‘mengigau’ bahwa alam semesta ini terjadi dengan sendirinya atau tanpa Pencipta, Allah Ta’ala berfirman,

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ

Apakah mereka tidak diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?

أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بَلْ لَا يُوقِنُونَ

“Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).” (QS. At-Thur, 52: 35-36).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s