Tragedi Raji’, Bi’ru Ma’unah dan Pengusiran Bani Nadhir (Bag. 1)

Tragedi Raji’ dan Bi’ru Ma’unah 

Pasca Perang Uhud, kaum muslimin menghadapi peristiwa yang menggoncangkan, yaitu terjadinya peristiwa di Raji’ dan Bi’ru Mau’nah.  Peristiwa berdarah ini melunturkan wibawa mereka  yang baru saja tumbuh. Pasca peristiwa Raji’ dan Sumur Maunah itu kaum munafik dan orang yahudi menjadi semakin berani berbuat kurang ajar kepada Rasulullah dan kaum muslimin.

Tragedi Raji’

Pada tahun ke -3 Hijriyah, beberapa utusan dari Kabilah Udlal dan Qarah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa berita tentang Islam telah sampai kepada mereka. Oleh sebab itu, mereka sangat membutuhkan orang-orang yang akan mengajarkan kepada mereka agama. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus beberapa orang dari sahabatnya, antara lain: Murtsid bin Abi Murtsid, Khalid bin Al-Bakir, Ashim bin Tsabit, Khubaib bin Ady, Zaid bin Datsinah dan Abdullah bin Thariq. Rasulullah saw menunjukk Ashim bin Tasbit sebagai Amir mereka. Continue reading “Tragedi Raji’, Bi’ru Ma’unah dan Pengusiran Bani Nadhir (Bag. 1)”

Tadabbur Al-Qur’an Surat ‘Abasa (Bag. 1)

Asbabun Nuzul

Latar belakang turunnya surat ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Ummul Mu’minin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berikut ini:

أُنْزِلَ عَبَسَ وَتَوَلَّى فِي ابْنِ أُمِّ مَكْتُوْمٍ الأَعْمَى أَتَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ يَقُوْلُ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَرْشِدْنِي، وَعِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ مِنْ عُظَمَاءِ الْمُشْرِكِيْنَ فَجَعَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْرِضُ عَنْهُ وَيُقْبِلُ عَلَى الآخَرِ وَيَقُوْلُ أَتَرَى بِمَا أَقُوْلُ بَأْسًا فَيَقُوْلُ لاَ فَفِي هَذَا أُنْزِلَ

“Diturunkan ‘Abasa wa Tawallaa’ berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta, ia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata : ‘Wahai Rasulullah berilah saya bimbingan’. Sedangkan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat itu ada salah seorang pembesar kaum musyrikin. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpaling dari Ibnu Ummi Maktum dan berbalik ke arah lelaki pembesar musyrikin tersebut, lalu beliau berkata: ‘Apakah menurutmu apa yang aku sampaikan kepadamu ini baik?”, maka lelaki pembesar musyrikin itu menjawab: ‘Tidak’. Tentang peristiwa inilah turun surat ‘Abasa.” (HR At-Tirmidzi no 2651) Continue reading “Tadabbur Al-Qur’an Surat ‘Abasa (Bag. 1)”

Mengenal Madzhab Imam Abu Hanifah (Bag. 3)

Dasar Umum Istinbath dalam Madzhab

Abu Hanifah rahimahullah tidak menjelaskan secara detail manhaj (metode) yang dijadikan pedoman dalam membangun madzhabnya, tidak juga menjelaskan kaidah terperinci yang menjadi landasan dalam penelitian dan ijtihadnya, namun telah diriwayatkan darinya  riwayat yang menjelaskan rambu dan metode umum yang dijadikan sandaran dalam membangun kaidah madzhab dan landasan dasarnya. Diantara riwayat tersebut adalah: Continue reading “Mengenal Madzhab Imam Abu Hanifah (Bag. 3)”

Mengenal Utsman bin Affan

Nasabnya

Utsman bin Affan bin Abi Al-Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf, radhiyallahu ‘anhu. Ia adalah Khalifah ketiga umat Islam, setelah Abu Bakar dan Umar bin Khaththab. Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kakek yang keempat, yaitu Abdu Manaf. Dari sisi ibu, nasab keduanya bertemu pada Urwa binti Kariz. Ibunda Urwa adalah Baydha binti Abdul Muththalib, bibi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kelahirannya

Utsman bin Affan lahir enam tahun setelah Tahun Gajah, tepatnya pada 47 tahun sebelum hijrah. Usianya enam tahun lebih muda daripada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia dilahirkan di Thaif, daerah subur di kawasan Hijaz. Continue reading “Mengenal Utsman bin Affan”

Dakwah Nabi Musa kepada Fir’aun

Setelah Musa ‘alaihissalam menetap di Madyan kurang lebih 10 tahun, hatinya mulai rindu dengan kampung halamannya, maka Ia pun berazam kembali ke negeri Mesir bersama keluarganya dan anak-anaknya. Di tengah perjalanan dan di tengah kegelapan malam yang dingin, sementara isterinya dalam keadaan hamil tua dan lemah fisiknya. Nabi Musa ‘alaihissalam merasa bingung menghadapi hal ini, pandangannya menerawang ke atas langit berharap ada sesuatu yang dapat mengeluarkannya dari lingkaran kebingungannya, kemudia Ia melihat disamping bukit ada secercah cahaya yang disangkanya api. Continue reading “Dakwah Nabi Musa kepada Fir’aun”