Isra Mi’raj

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, dengan wafatnya Abu Thalib dan Khadijah radhiyallahu ‘anha, kaum Quraisy merasa lebih leluasa mengganggu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan semakin meningkatkan penganiayaan mereka kepada para sahabat, sehingga kondisi itu memaksa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi ke Thaif untuk berdakwah dan meminta bantuan kepada para pemimpinnya agar bersedia melindungi dakwahnya.  Namun para pemimpin dan penduduk Thaif ternyata  tidak lebih baik dari peduduk Makkah. Beliau dilukai dan dihina sampai akhirnya memutuskan untuk kembali lagi ke Makkah dengan perasaan duka yang mendalam. Dalam situasi penuh duka dan kesedihan inilah Allah Ta’ala muliakan Nabinya dengan mukjizat Isra’ mi’raj untuk meringankan jiwanya yang terluka dan hatinya yang berduka. Continue reading “Isra Mi’raj”

Ayat Al-Qur’an yang Pertama dan Terakhir Turun

Ada dua pendapat berkenaan dengan ayat yang pertama kali turun, berikut dalil-dalil yang dikemukakan dua pendapat tersebut:

Pendapat Pertama

Yang paling sahih ayat yang pertama kali turun ialah firman Allah Ta’ala,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ . خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ . اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ . الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ . عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq, 96 : 1-5 ). Continue reading “Ayat Al-Qur’an yang Pertama dan Terakhir Turun”

Amul Huzni (Tahun Duka Cita)

Pasca terjadinya pemboikotan, sekitar tahun 617 M, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengalami tahun kesedihan. Pada tahun tersebut—tepatnya pada bulan Ramadhan[1]—dua orang yang sangat dicintainya yakni paman beliau, Abu Thalib wafat; tiga hari kemudian disusul oleh wafatnya isteri beliau, Khadijah radhiyallahu ‘anha.

Khadijah radhiyallahu ‘anha wafat pada usia enam puluh lima tahun enam bulan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakamkannya di Al-Hajun. Pada masa selanjutnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sering sekali membicarakan keindahan hari-harinya bersama Khadijah radhiyallahu ‘anha; berbuat baik kepada sahabat-sahabatnya, dan menghormati keluarganya. Continue reading “Amul Huzni (Tahun Duka Cita)”

Peran dan Tanggung Jawab Muslimah

Lintasan Kisah Muslimah di Sepanjang Sejarah

Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan hanya kaum laki-laki muslim saja yang berlomba-lomba beramal shalih; kaum wanita pun tidak ketinggalan turut berlomba-lomba beramal shalih dan mengambil peran dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka menyadari persamaan haknya dalam peribadahan dan memperoleh pahala dari Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS. An-Nisa, 4: 124) Continue reading “Peran dan Tanggung Jawab Muslimah”

Beriman Kepada seluruh Nabi dan Rasul

Diantara rukun iman yang harus diyakini oleh seorang mu’min adalah beriman kepada seluruh nabi dan rasul. Hal ini disebutkan dalam hadits berikut ini,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَوْمًا بَارِزًا لِلنَّاسِ إِذْ أَتَاهُ رَجُلٌ يَمْشِي فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِيمَانُ قَالَ الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَلِقَائِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ الْآخِرِ

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berada bersama orang-orang, lalu datanglah seorang laki-laki dengan berjalan kaki, lantas bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah iman itu?” Beliau menjawab: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, para Rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, dan hari akhir.” (HR. Bukhari No. 4404)

Pengertian beriman kepada rasul

Yang dimaksud dengan beriman kepada rasul menurut ajaran Islam adalah:

  1. Mengimani semua rasul bahwa mereka adalah utusan Allah Ta’ala yang diperintah oleh-Nya untuk menyampaikan risalah kepada umatnya masing-masing.
  2. Tidak membeda-bedakan antara rasul-rasul itu, bahwa semuanya adalah kekasih-kekasih Allah Ta’ala yang mengajak kaumnya untuk menyembah dan tidak menyekutukan-Nya. Meskipun demikian kita tidak memungkiri bahwa Allah Ta’ala melebihkan satu dari yang lainnya. Sedangkan rasul paling mulia adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membawa risalah terakhir.
  3. Mengakui bahwa jumlah rasul sangat banyak, di antaranya ada yang Allah Ta’ala kisahkan melalui Al-Qur’an dan ada pula yang tidak dikisahkan kepada kita.

Continue reading “Beriman Kepada seluruh Nabi dan Rasul”