Kaifa Yatakayyafu bil Islam?

Setelah mengulas materi-materi ushulud da’wah sebelumnya, dari materi Ghazwul Fikri sampai materi Fiqhud Da’wah, kita memahami kewajiban seorang muslim—terlebih lagi para da’i—untuk selalu beradaptasi dengan ajaran Islam; selalu berputar dan menyesuaikan diri dengan roda Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan hal ini dengan sangat indah sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,

أَلَا إِنَّ  رَحَى الْإِسْلَامِ دَائِرَةٌ ، فَدُورُوا مَعَ الْكِتَابِ حَيْثُ دَارَ ، أَلَا إِنَّ الْكِتَابَ وَالسُّلْطَانَ سَيَفْتَرِقَانِ ، فَلَا تُفَارِقُوا الْكِتَابَ ، أَلَا إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ  يَقْضُونَ لِأَنْفُسِهِمْ مَا لَا يَقْضُونَ لَكُمْ ، إِنْ عَصَيْتُمُوهُمْ قَتَلُوكُمْ ، وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ أَضَلُّوكُمْ ” قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ نَصْنَعُ ؟ قَالَ : ” كَمَا صَنَعَ أَصْحَابُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ، نُشِرُوا بِالْمَنَاشِيرَ ، وَحُمِلُوا عَلَى الْخَشَبِ ، مَوْتٌ فِي طَاعَةِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ حَيَاةٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ “

Continue reading “Kaifa Yatakayyafu bil Islam?”

Masalah Tawassul

Oleh: Farid Nu’man Hasan

Masalah tawassul kerap menjadi ajang perdebatan umat Islam sejak lama, baik ulama atau orang awam.

Sebelum membahas masalah tawassul, marilah kita lihat dulu makna tawassul berikut.

التَّوَسُّل لُغَةً : التَّقَرُّبُ . يُقَال : تَوَسَّل الْعَبْدُ إِلَى رَبِّهِ بِوَسِيلَةٍ إِذَا تَقَرَّبَ إِلَيْهِ بِعَمَلٍ . وَفِي التَّنْزِيل : { وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ }

Makna tawassul menurut bahasa adalah taqarrub (mendekat). Dikatakan: “Seorang hamba mendekatkan (tawassala) diri kepada Rabbnya dengan wasilah (perantara/sarana/jalan), mendekatkan diri kepadaNya dengan amal perbuatan.” Di dalam Al Quran (ada bunyi ayat, red.):  “dan carilah jalan  (al wasilah) yang mendekatkan diri kepada-Nya.” (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 10/69).

Continue reading “Masalah Tawassul”

Idul Adha: Pengokohan Pandangan Hidup Tauhid

 

Oleh: H.M. Indra Kurniawan, S.Ag.

(Khadimud Da’wah Forum Dakwah dan Tarbiyah Islamiyah)

Khutbah Pertama

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Continue reading “Idul Adha: Pengokohan Pandangan Hidup Tauhid”

Rabbaniyyatud Da’wah

Dakwah yang Rabbaniyyah (Berorientasi Ketuhanan)

Salah satu karakter yang harus dijaga oleh gerakan dakwah Islam—dimana pun mereka berada—adalah karakter rabbaniyyatud da’wah (dakwah yang berorientasi Ketuhanan). Hal ini harus terus dijaga, dipelihara, dan ditumbuhkan dengan serius.

Ada tiga komponen yang harus dijaga oleh gerakan dakwah agar rabbaniyyatud da’wah ini dapat terwujud, yaitu dengan menjaga rabbaniyyatur risalah (misi yang tetap berorientasi Ketuhanan), rabbaniyyatur rijal (personal yang tetap berorientasi Ketuhanan), dan rabbaniyyatul jama’ah (jama’ah yang berorientasi Ketuhanan).

Continue reading “Rabbaniyyatud Da’wah”

Anashirud Da’wah

Unsur-unsur Dakwah

Unsur-unsur pokok dakwah Islam sekurang-kurangnya ada delapan, yaitu: Pertama, ada legalitas aktivitasnya (syari’atud da’wah). Kedua, ada misi dakwah yang disampaikan (risalatut da’wah). Ketiga, ada kegiatan/gerak yang berkelanjutan (al-harakatul mustamirah). Keempat, ada tujuan yang benar (al-ghayatus shahihah). Kelima, ada pedoman atau landasan argumentasi. Keenam, ada pemimpin tulus yang mengarahkan aktivitas dakwah (al-qiyadatul mukhlishah). Ketujuh, ada pasukan atau kader-kader dakwah yang taat/disiplin (al-jundiyyatul mu’thi’ah). Kedelapan, ada prinsip atau nilai utama dari dakwah yang diemban yakni kemurnian atau totalitas (at-tajarrud) dalam mengesakan Allah Ta’ala (at-tauhid).

Continue reading “Anashirud Da’wah”