Kisah Nabi Musa dan Bani Israil

Keluarnya Bani Israil dari Mesir.

Di pembahasan materi sebelumya telah dikemukakan bahwa Nabi Musa ‘alaihis salam membawa Bani Israil keluar dari Mesir sebagaimana diperintahkan Allah Ta’ala kepadanya, “Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli’” (QS. As-Syu’ara, 26: 52)

Para mufassir menjelaskan, bala tentara yang dikerahkan Fir’aun pada saat pengejaran Bani Israil berjumlah sangat besar; terdiri dari 1,6 juta personil dengan 100 ribu ekor kuda. Fir’aun mengejar Bani Israil hingga ke ufuk Timur, hingga kedua kelompok telah saling melihat satu sama lain. Continue reading “Kisah Nabi Musa dan Bani Israil”

Jadikan Ramadan Bulan Pengajaran Al-Qur’an

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

“Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.” (QS. Al-Baqarah, 2: 78).

Ayat ini berbicara tentang orang-orang Yahudi. Diceritakan bahwa di antara mereka terdapat orang-orang awam yang mengikuti saja kemauan pendeta-pendeta yang memutar balikkan isi Taurat. Orang-orang awam ini buta huruf, tidak dapat membaca dan menulis. Mereka hanya dapat menghafal kitab Taurat tetapi tidak dapat memahami makna dan kandungan isinya. Sehingga perbuatannyapun tidak mencerminkan apa yang dimaksud oleh isi Taurat itu. Mereka hanya mendasarkan sesuatu kepada sangkaan saja, tidak sampai kepada tingkat keyakinan yang berdasarkan keterangan-keterangan yang pasti yang tidak ada keraguan lagi. Continue reading “Jadikan Ramadan Bulan Pengajaran Al-Qur’an”

Surah Makkiyah wa Madaniyah

Perhatian Ulama Terhadap Makkiyah dan Madaniyah

Para ulama begitu tertarik untuk menyelidiki surah-surah makki dan madani. Mereka meneliti Qur’an ayat demi ayat dan surah-demi surah untuk ditertibkan, sesuai dengan nuzulnya dengan memperhatikan waktu, tempat dan pola kalimat.

Yang terpenting dipelajari oleh para ulama dalam pembahasan ini adalah:

  • Surah/ayat yang diturunkan di Makkah,
  • Surah/ayat yang diturunkan di Madinah,
  • Surah/ayat yang diperselisihkan tempat turunnya,
  • Ayat-ayat Makkiyah dalam surah-surah Madaniyah,
  • Ayat-ayat Madaniyah dalam surat-surat Makkiyah,
  • Surah/ayat yang diturunkan di Makkah sedang hukumnya Madani,
  • Surah/ayat yang diturunkan di Madinah sedang hukumnya Makki,
  • Surat/ayat yang serupa dengan yang diturunkan di Makkah (Makki) dalam kelompok Madani,
  • Surat/ayat yang serupa dengan yang diturunkan di Madinah (madani) dalam kelompok Makki;
  • Surat/ayat yang dibawa dari Makkah ke Madinah,
  • Surat/ayat yang dibawa dari Madinah ke Makkah,
  • Surat/ayat yang turun di waktu malam dan siang,
  • Surat/ayat yang turun di musim panas dan dingin,
  • Surat/ayat yang turun diwaktu menetap dan dalam perjalanan.

Continue reading “Surah Makkiyah wa Madaniyah”

Mengenal Madzhab Imam Malik (Bag. 2)

Fase dan Periodisasi Sejarah Madzhab

Pertama, fase kemunculan dan pembentukan (110 H – 300 H)

Fase ini dimulai sejak Imam Malik rahimahullah menjabat sebagai mufti dan orang-orang menyerahkan kepadanya posisi imam pada tahun 110 H, dan selesai dengan berakhirnya abad ketiga.

Fase ini dihiasi dengan kejeniusan sekelompok murid Imam Malik dan murid-murid mereka, diantaranya adalah: Al-Qadhi Ismail bin Ishaq (wafat 282 H), pengarang kitab Al-Mabsuth, buku terakhir yang terbit pada fase ini. Continue reading “Mengenal Madzhab Imam Malik (Bag. 2)”

Siapakah yang Akan Mendapatkan Ampunan di Bulan Ramadhan?

(Ceramah Tarhib Ramadhan)

Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan.  Pada bulan ini dosa hamba-hamba Allah Ta’ala dipanaskan sehingga terbakar dan musnah. Riwayat dari Anas bin Malik menyebutkan tentang hal ini,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ {صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} قَالَ : إِنَّمَا سُمِّيَ رَمَضَانُ : لِأَنَّهُ يَرْمِضُ الذُّنُوبَ أَيْ : يَحْرِقُهَا وَيَذْهَبُ بِهَا

“Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya dinamakan (bulan) Ramadhan karena dia memanaskan  dosa-dosa’, yaitu membakarnya dan memusnahkannya.’” [1]

Allah Ta’ala karena kasih sayangnya memang selalu menyediakan kesempatan bagi hamba-hamba-Nya untuk selalu memperbaiki diri dan meraih maghfirah-Nya.

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara waktu-waktu itu, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” [2] Continue reading “Siapakah yang Akan Mendapatkan Ampunan di Bulan Ramadhan?”