Hadits 15: Berkata Baik atau Diam, Memuliakan Tetangga dan Tamu

Matan Hadits:

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرَاً أَو لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، ومَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ)  رواه البخاري ومسلم.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaknya berkata yang baik atau diam, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka mulaikanlah tetangganya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka muliakanlah tamunya.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca selebihnya »

Peran Organisasi Dakwah

Oleh: KH. Hilmi Aminuddin rahimahullah

Dalam pelaksanaan tugas-tugas untuk memenuhi tuntutan konsepsional, struktural, dan operasional, peran organisasi dakwah adalah:

Pertama, dauru tabligh (peran menyampaikan), yang sudah barang tentu peran tablighin bukan hanya meningkatkan kualitas dan kuantitas informasi keislaman kepada umat sehingga wawasan keislaman semakin luas, tetapi juga harus menembus kantong-kantong daerah minoritas yang memeluk agama lain atau daerah-daerah yang terbelakang. Kita juga harus berperan meningkatkan kesadaran umat akan tanggungjawabnya sebagai muslim secara individu atau sebagai umat.

Baca selebihnya »

Jatuhnya Baitul Maqdis ke Tangan Kaum Salib

(23 Sya’ban 492 H / 15 Juli 1099 M)

Peristiwa memilukan ini berawal dari kebijakan Kerajaan Seljuk yang melarang orang-orang Kristen mengunjungi Baitul Maqdis karena alasan keamanan. Padahal sebelum itu, orang-orang Kristen dari seluruh dunia bebas datang berkunjung ke Baitul Maqdis untuk mengerjakan upacara keagamaannya. Mereka datang dalam jumlah besar dengan membawa obor dan pedang dikelilingi pasukan gendang dan seruling serta diiringi pula oleh pasukan bersenjata lengkap.

Awalnya upacara seperti itu dibiarkan saja karena dasar toleransi agama. Tetapi kemudian Kerajaan Seljuk melarangnya karena menganggap upacara tersebut semakin berbahaya dan sering menyebabkan kegaduhan dan huru-hara. Kebijakan ini ditentang orang-orang kristen Eropa. Para pemuka agama Kristen  kemudian berkampanye kepada jemaatnya bahwa kebebasan mereka dalam beragama telah dinodai umat Islam.

Baca selebihnya »