Forum Dakwah & Tarbiyah Islamiyah

FDTIForum Dakwah & Tarbiyah Islamiyah adalah Perkumpulan yang didirikan untuk menggalakan kegiatan dakwah dan pembinaan kepada masyarakat secara jelas, utuh, dan menyeluruh. Forum ini berupaya menyampaikan dakwah dan tarbiyah Islamiyah kepada masyarakat melalui berbagai macam program dakwah dengan dilandasi keyakinan bahwa peningkatan iman dan taqwa tidak mungkin dapat terwujud kecuali dengan melakukan aktivitas nasyrul hidayah (penyebaran petunjuk agama), nasyrul fikrah (penyebaran pemikiran/pemahaman agama), dan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan melarang kemungkaran).

Syarah Hadits Keenambelas: Jangan Marah (Bag. 3)

anger

قَالَ لَا تَغْضَبْ : Beliau bersabda: jangan marah

Definisi Marah

Dalam bahasa Indonesia marah adalah sangat tidak senang (karena dihina, diperlakukan tidak sepantasnya, dan sebagainya), berang, gusar. (www. KamusBahasaIndonesia.org)

Laa taghdhab (jangan marah) diambil dari kata Al Ghadhabu, artinya lawan dari ridha. Disebutkan dalam Taajul ‘Arusy:

ضِدُّ الرِّضَا وقد اخْتَلَفُوا في حَدِّه فقِيل : هو ثورانُ دمِ القَلْبِ لقَصْدِ الانْتِقَام وقيل : الأَلَم على كُلِّ شَيء يُمْكِن فيه غَضَب وعلى مَا لاَ يُمْكِن فيه أَسف قيل : هو يَجْمَعُ الشَّرّ كُلَّه لأَنه يَنْشَأُ عن الكِبْر . قال شَيْخُنا : ولذلك أَوْصَى النَّبيُّ صَلَّى الله عليه وسلم الرجلَ الَّذِي قال له أَوْصِنِي بقَوْله : لا تَغْضَب وقيل : الغَضَب معه طمع في الوُصُولِ إِلى الانْتِقَام والغَمُّ مَعَه يَأْسٌ من ذلك . (more…)

Syarah Hadits Ketujuh Belas: Berbuat Terbaik Dalam Segala Hal (Bag. 1)

NabawiMatan Hadits:

عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّادِ بنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا القِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ)  رواه مسلم

                Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus Radhiallahu Ta’ala ‘Anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah menetapkan (mewajibkan) berbuat ihsan atas segala hal. Maka, jika kalian membunuh (dalam peperangan) maka lakukanlah dengan cara yang baik, jika kalian menyembelih maka lakukanlah sembelihan yang baik, hendaknya setiap kalian menajamkan parangnya, dan membuat senang hewan sembelihannya.” Diriwayatkan oleh Muslim (more…)

Dakwah Kita Berjalan di Atas Ta’shil dan Tathwir

ustadz hilmiOleh: KH. Hilmi Aminuddin

Masalah ta’shil (pemurnian) sudah pernah saya utarakan panjang lebar, tapi tidak mengapa hal ini kita perjelas lagi.

Pertama, ta’shil itu dalam pengertiannya yang selama ini kita fahami—yang paling mendasar—adalah merujukkan mabadi’ (prisip-prinsip) aqidah, mabadi’ fikriyah, atau mabadi’ manhajiyah kepada Qur’an dan Sunnah.

Walaupun begitu karena Qur’an dan Sunnah ini sudah dilaksanakan oleh para salafus shalih dari generasi ke generasi sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengarahkan kita ittabi’u sunnati wa sunnati khalifah rasyidina min ba’di. Jadi merujukkan kepada Qur’an dan Sunnah itu bukan hanya sunnah Rasulullah, tapi juga sunnah Khulafaur Rasyidin. (more…)

Mas’uliyah Seorang Ayah Kepada Anaknya

baby

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim, 66: 6)

Hadirin Rahimakumullah…

Ayat ini mengingatkan kita, khususnya sebagai seorang Ayah, bahwa kita memiliki mas’uliyah (tanggung jawab) yang berat di hadapan Allah Ta’ala. Yakni tanggung jawab untuk menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka. Menjaga diri, istri dan anak-anak kita agar tidak menjadi bahan bakar api neraka, na’udzubillahi min dzalik. (more…)

Doa dalam Perjuangan

ibadah

Bagi seorang muslim, doa adalah bukti keyakinan terhadap eksistensi Allah.  Ia adalah pengakuan dan keyakinan bahwa Dialah Yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak atas segala sesuatu.

Bagi muslimin, dan lebih khusus lagi bagi para mujahidin, doa bukanlah perkara sepele. Oleh karena itu, lantunan do’a tidak akan pernah lepas mengiringi gerak langkah hidupnya. Terlebih lagi saat mereka berada di medan pertempuran yang sangat menentukan hidup dan matinya laju perjuangan. (more…)

Masukkan alamat Email Anda untuk mengikuti website ini dan menerima info madah terbaru melalui Email.

Join 31 other followers

tarbawiyahgifs_1

Mutiara Hadits

Fi Sabilillah

Sekilas Tarikh

Aisyah_1

Al-Intima'

Majalah Para Aktivis Dakwah dan Tarbiyah

Dicari Agen di Seluruh Indonesia!

Hubungi:

Ummu Hisan

wa

0888 943 8630

smartphone

0878 2520 4172

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers